Langsung ke konten

TIM KEBIJAKAN PRIVATISASI BADAN USAHA MILIK NEGARA

KEPPRES No. 122 Tahun 2001 berlaku

Ditetapkan: 2001-01-01

Pasal 1

Dalam Keputusan Presiden ini, yang dimaksud dengan : 1. Badan Usaha Milik Negara, yang untuk selanjutnya disebut BUMN, adalah Perusahaan Perseroan (PERSERO) sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 1998 tentang Perusahaan Perseroan (PERSERO). 1. Privatisasi adalah pengalihan atau penyerahan sebagian kontrol atas sebuah BUMN kepada swasta antara lain melalui cara penawaran umum, penjualan saham secara langsung kepada mitra strategis, penjualan saham perusahaan --- PRESIDEN kepada karyawan, dan atau cara-cara lain yang dipandang tepat. 1. Anak perusahaan BUMN adalah Perseroan Terbatas yang seluruh atau sebagian besar sahamnya dimiliki oleh BUMN.

Pasal 2

**(1) Membentuk Tim Kebijakan Privatisasi BUMN dengan susunan keanggotaan** sebagai berikut : - Ketua merangkap Anggota : Menteri Negara Koordinator Bidang Perekonomian; - Wakil Ketua merangkap Anggota/Ketua Harian : Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara; - Anggota … - Anggota : 1. Menteri Keuangan; 1. Sekretaris Negara; 1. Menteri Teknis sebagai regulator di sektor dimana BUMN melakukan kegiatan usaha. - Sekretaris : Sekretaris Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara; **(2) Menteri Teknis sebagai regulator di sektor dimana BUMN melakukan kegiatan** usaha sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), menjadi anggota Tim Kebijakan Privatisasi BUMN hanya dalam privatisasi BUMN dibidangnya.

Pasal 3

Tim Kebijakan Privatisasi BUMN bertugas untuk : - merumuskan kebijakan umum dan persyaratan pelaksanaan privatisasi; - menetapkan langkah-langkah yang diperlukan untuk memperlancar proses privatisasi BUMN; - membahas dan memberikan jalan keluar atas permasalahan strategis yang timbul dalam proses privatisasi BUMN termasuk yang berhubungan dengan kebijakan sektoral Pemerintah. --- PRESIDEN

Pasal 4

**(1) Tim Kebijakan Privatisasi BUMN dapat membentuk Tim Kerja Privatisasi BUMN** sesuai kebutuhan, yang dipimpin oleh Sekretaris Tim Kebijakan Privatisasi BUMN. **(2) Susunan keanggotaan Tim Kerja Privatisasi BUMN sebagaimana dimaksud** dalam ayat (1) ditetapkan oleh Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara sebagai Ketua Harian Tim.

Pasal 5

Tim Kebijakan dan Tim Kerja Privatisasi BUMN dalam melaksanakan tugasnya dapat mengundang, meminta masukan, dan atau bantuan dari instansi Pemerintah maupun pihak lain yang dipandang perlu. ### Pasal 6 …

Pasal 6

**(1) Tim Kebijakan Privatisasi BUMN berkedudukan di bawah dan bertanggung** jawab kepada Presiden. **(2) Ketua Tim Kebijakan Privatisasi BUMN secara berkala melaporkan pelaksanaan** tugas Tim kepada Presiden.

Pasal 7

**(1) Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara dalam melaksanakan program** privatisasi BUMN, melaksanakan tugas-tugas: - menetapkan BUMN yang akan menjalani program privatisasi; - menetapkan metode privatisasi yang akan digunakan; --- PRESIDEN - menetapkan jenis serta rentangan jumlah saham yang akan dilepas; - menetapkan rentangan harga jual saham; - menyajikan perkiraan nilai yang dapat diperoleh dari program privatisasi suatu BUMN. **(2) Setelah berkonsultasi dengan Tim Kebijakan Privatisasi, Menteri Negara Badan** Usaha Milik Negara dapat membatalkan, menunda atau mempercepat privatisasi suatu BUMN atau mengubah metode privatisasi suatu BUMN dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi ekonomi, politik, keamanan, pasar modal serta faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi proses privatisasi BUMN yang bersangkutan.

Pasal 8

Privatisasi BUMN diselenggarakan dalam rangka: - meningkatkan kinerja BUMN serta menciptakan dan meningkatkan nilai tambah perusahaan dengan berdasarkan pada prinsip good corporate governance; - memperluas partisipasi masyarakat dalam kepemilikan saham BUMN; - meningkatkan efisiensi dalam perekonomian, menstimulasi serta menjadi dasar bagi pertumbuhan ekonomi melalui penyerapan investasi serta melalui transfer teknologi yang lebih efisien; - mengembangkan pasar modal dalam negeri; dan atau - membantu sumber penerimaan negara. ### Pasal 9 …

Pasal 9

**(1) Segala biaya privatisasi BUMN diperhitungkan dan dibebankan pada hasil** privatisasi BUMN sebelum disetorkan ke Kas Negara. **(2) Biaya sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), wajib memperhatikan prinsip** kewajaran, transparansi dan akuntabilitas. --- PRESIDEN

Pasal 10

**(1) Hasil penjualan saham Negara pada BUMN setelah dikurangi biaya privatisasi,** ditetapkan sebagai hasil privatisasi BUMN dan disetorkan langsung ke Kas Negara. **(2) Hasil penjualan saham baru BUMN, setelah dikurangi biaya privatisasi** merupakan hasil privatisasi BUMN yang langsung disetorkan ke Kas Negara. **(3) Penjualan saham anak perusahaan BUMN dilaksanakan setelah terlebih dahulu** di dalam Rapat Umum Pemegang Saham BUMN yang bersangkutan, ditetapkan dan disetujui mengenai rencana penjualan saham dan rencana penggunaan dana hasil penjualan saham anak perusahaan yang bersangkutan. **(4) Dalam hal seluruh atau sebagian dana hasil penjualan saham anak perusahaan** BUMN ditetapkan oleh Rapat Umum Pemegang Saham untuk disetorkan ke Kas Negara, maka bagian dari dana hasil penjualan saham anak perusahaan tersebut setelah dikurangi dengan biaya penjualan, disetorkan langsung ke Kas Negara.

Pasal 11

Pembiayaan kegiatan rutin Tim Kebijakan dan Tim Kerja Privatisasi BUMN dibebankan pada anggaran belanja Kantor Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara.

Pasal 12

Dengan berlakunya Keputusan Presiden ini, maka Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2001 tentang Tim Konsultasi Privatisasi Badan Usaha Milik Negara, dinyatakan tidak berlaku.

Pasal 13

Keputusan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 30 Nopember 2001 INDONESIA, --- PRESIDEN ttd.