Langsung ke konten

Keputusan Presiden Nomor 31 Tahun 1995 tentang DAFTAR BIDANG USAHA YANG TERTUTUP BAGI PENANAMAN MODAL

KEPPRES No. 31 Tahun 1995 berlaku

Pasal 1

1) Daftar bidang usaha yang tertutup untuk penanaman modal sebagaimana pada LAMPIRAN I Keputusan PRESIDEN ini.
2) Daftar bidang usaha yang dicadangkan untuk industri/usaha kecil atau industri/usaha kecil bekerjasama dengan pengusaha menengah atau besar sebagaimana pada LAMPIRAN II Keputusan PRESIDEN ini.
3) Daftar bidang usaha sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan (2) berlaku untuk seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik INDONESIA.

Pasal 2

Daftar bidang usaha yang tertutup bagi penanaman modal berlaku selama 3 (tiga) tahun dan apabila dipandang perlu setiap tahun dapat ditinjau kembali sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan keadaan.

Pasal 3

Penetapan bidang usaha yang dinyatakan tertutup untuk penanaman modal sebagaimana tercantum dalam LAMPIRAN I, tidak berlaku bagi penanaman modal tidak langsung yang dilaksanakan dengan membeli saham perusahaan yang sudah berdiri melalui pasar modal dalam negeri.

Pasal 4

(1) Penyelesaian perizinan penanaman modal dalam rangka UNDANG-UNDANG Penanaman Modal Asing, berdasarkan atas persetujuan PRESIDEN terhadap rencana penanaman modal tertentu, dilakukan oleh Menteri Negara Penggerak Dana Investasi/Ketua BKPM atas nama Menteri yang membina bidang usaha penanaman modal yang bersangkutan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
(2) Penyelesaian perizinan penanaman modal dalam rangka UNDANG-UNDANG Penanaman Modal Dalam Negeri dilakukan oleh Menteri Negara Penggerak Dana Investasi/Ketua BKPM atas nama Menteri yang membina bidang usaha

penanaman modal yang bersangkutan sesuai dengan peraturan perundang- undangan yang berlaku.
(3) Penyelesaian perizinan penanaman modal diluar UNDANG-UNDANG Penanaman Modal Asing dan UNDANG-UNDANG Penanaman Modal Dalam Negeri dilakukan oleh Menteri yang membina bidang usaha penanaman modal yang bersangkutan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pasal 5

Keputusan PRESIDEN ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditelapkan di Jakarta pada tanggal 23 Mei 1995 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

ttd

SOEHARTO