Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2013 tentang ORGAN DAN KEPEGAWAIAN PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUMKOTA MALANG
Pasal 1
Dalam Peraturan Daerah ini, yang dimaksud dengan:
1. Daerah adalah Kota Malang.
2. Pemerintah Daerah adalah Pemerintah Kota Malang.
3. Kepala Daerah adalah Walikota Malang.
4. Peru sah aan Daerah Air Min u m Kota Malan g yan g selan ju tn ya disin gkat PDAM adalah Badan Usah a Milik Daerah yan g bergerak dibidang pelayanan air minum.
5. Direksi adalah Direksi PDAM.
6. Dewan Pengawas adalah Dewan Pengawas PDAM.
7. Pegawai adalah Pegawai PDAM.
8. J asa produ ksi adalah laba bersih setelah diku ran gi den gan pen yu su tan , cadan gan tu ju an dan pen gu ran gan yan g wajar dalam perusahaan.
Pasal 2
(1) Un tu k m en jalan kan roda peru sah aan , PDAM didu ku n g den gan organ dan kepegawaian;
(2) Organ dan kepegawaian sebagaim an a dim aksu d pada ayat (1) terdiri dari:
a. Walikota selaku pemilik modal;
b. Dewan Pengawas; dan
c. Direksi.
Pasal 3
(1) Calon direksi harus memenuhi persyaratan:
a. Mempunyai pendidikan paling rendah Sarjana Strata 1 (S1);
b. Dapat berasal dari dalam dan dari luar PDAM;
c. Batas u sia pada saat dian gkat pertam a kali sebagaim an a dim aksu d pada ayat (1), h u ru f b dari dalam palin g tin ggi 55 (lim a pu lu h lim a) tahun dan dari luar 50 (lima puluh) tahun;
d. Lu lu s pelatih an m an ajem en air m in u m di dalam atau di lu ar n egeri yang telah terakreditasi dibuktikan dengan sertifikasi atau ijazah;
e. Mem pu n yai pen galam an kerja 10 tah u n bagi yan g berasal dari PDAM atau m em pu n yai pen galam an kerja m in im al 15 tah u n m en gelola peru sah aan bagi yan g bu kan berasal dari PDAM yan g
dibu ktikan den gan su rat keteran gan (referen si) dari peru sah aan sebelumnya dengan penilaian baik;
f. Membuat dan menyajikan proposal mengenai visi dan misi PDAM;
g. Bersedia bekerja penuh waktu;
h. Tidak terikat h u bu n gan kelu arga den gan Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah atau Dewan Pen gawas yan g lain atau direksi sam pai derajat ketiga, baik m en u ru t garis lu ru s atau kesam pin g term asu k menantu dan ipar;
i. Lu lu s u ji kelayakan dan kepatu tan yan g dilaksan akan oleh tim ah li yang ditunjuk oleh Walikota.
(2) Tim ah li sebagaim an a dim aksu d pada ayat (1) h u ru f i, palin g ban yak 5 (lima) orang dan berjumlah ganjil, yang terdiri dari :
a. Unsur Pemerintah Daerah;
b. Unsur Akademisi;
c. Unsur Dewan Pengawas.
Pasal 4
(1) Pengangkatan direksi ditetapkan dengan Keputusan Walikota.
(2) Masa jabatan direksi sebagaim an a dim aksu d pada ayat (1) selam a 4 (em pat) tahun dan dapat dian gkat kem bali u n tu k 1 (satu ) kali m asa jabatan , n am u n di kecualikan bagi m ereka yan g su dah beru m u r 60 tahun tidak ada kemungkinan untuk dapat diangkat kembali.
(3) Pen gan gkatan kem bali sebagaim an a dim aksu d pada ayat (2), dapat dilakukan apabila direksi terbukti mampu meningkatkan kinerja PDAM dan pelayanan kebutuhan air minum kepada masyarakat setiap tahun.
(4) Sebelu m m en jalan kan tu gasn ya, direksi dilan tik oleh walikota atau pejabat lain yang ditunjuk dan mengangkat sumpah/janji.
(5) Su su n an kata-kata su m pah / jan ji sebagaim an a dim aksu d pada ayat (5) sebagai berikut:
Dem i Allah / Tu h an , saya bersu m pah / jan ji.
Bah wa saya, u n tu k dian gkat m en jadi Direksi PDAM Kota Malan g akan setia dan taat sepen u h n ya kepada Pan casila, Un dan g-Un dan g Dasar Negara Repu blik In don esia Tah u n 1945, Negara dan Pem erin tah . Bah wa saya, akan m en taati segala peratu ran peru n dan g-u n dan gan yan g berlaku dan melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepada saya dengan penuh pengabdian, kesadaran dan tanggung jawab.
Bah wa saya, akan sen an tiasa m en ju n ju n g tin ggi keh orm atan Negara, Pem erin tah dan m artabat sebagai Direksi PDAM Kota Malan g serta akan sen an tiasa m en gu tam akan kepen tin gan n egara dari pada kepen tin gan saya sen diri, seseoran g atau golon gan . Bah wa saya, akan m em egan g rah asia sesu atu yan g m en u ru t sifatn ya atau m en u ru t perin tah h aru s saya rah asiakan . Bah wa saya, akan bekerja den gan jujur, tertib, cermat dan bersemangat untuk kepentingan negara.
Pasal 5
(1) J u m lah Direksi ditetapkan berdasarkan ju m lah pelan ggan PDAM dengan ketentuan :
a. 1(satu ) oran g Direksi u n tu k ju m lah pelan ggan sam pai den gan
30.000 (tiga puluh ribu);
b. palin g ban yak 3 (tiga) oran g Direksi u n tu kju m lah pelan ggan dari
30.001 (tiga puluh ribu satu) sampai dengan 100.000 (seratus ribu);
dan
c. palin g ban yak 4 (em pat) oran g Direksi u n tu k ju m lah pelan ggan di atas 100.000 (seratus ribu).
(2) Pen en tu an ju m lah Direksi sebagaim an a dim aksu d pada ayat (1) h u ru f b dan h u ru f c dilaku kan berdasarkan asas efisien si dan efektivitas pengurusan dan pengelolaan PDAM.
(3) Dalam h al Direksi berju m lah lebih dari 1 (satu ) oran g, seoran g dian taran ya dian gkat sebagai Direksi Utam a berdasarkan pen ilaian terbaik atas h asil u ji kelayakan dan kepatu tan yan g dilaku kan oleh Walikota, terhadap seluruh Direksi.
Pasal 6
(1) Direksi dilarang memangku jabatan rangkap sebagai berikut :
a. jabatan stru ktu ral atau fu n gsion al pada in stan si/ lem baga Pemerintah, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota;
b. an ggota Direksi pada BUMD lain n ya, BUMN, dan badan u sah a swasta;
c. jabatan yan g dapat m en im bu lkan ben tu ran kepen tin gan pada PDAM; dan/atau
d. jabatan lain n ya sesu ai den gan keten tu an peratu ran peru n dan g- undangan.
(2) Direksi tidak boleh m em pu n yai kepen tin gan pribadi secara lan gsu n g atau tidak lan gsu n g yan g dapat m en im bu lkan ben tu ran kepen tin gan pada PDAM.
Pasal 7
Direksi mempunyai tugas :
a. m en yu su n peren can aan , m elaku kan koordin asi dan pen gawasan seluruh kegiatan operasional PDAM;
b. membina pegawai;
c. mengurus dan mengelola kekayaan PDAM;
d. menyelenggarakan administrasi umum dan keuangan;
e. m en yu su n Ren can a Strategis Bisn is 5 (lim a) tahunan (Business/ corporate plan) dan Ren can a Bisn is dan an ggaran tahunan atau Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP);
f. m en yam paikan Ren can a Strategi Bisn is dan RKAP Kepada Walikota melalui Dewan Pengawas;
g. menyusun dan menyampaikan laporan seluruh kegiatan PDAM.
Pasal 8
(1) Laporan sebagaim an a dim aksu d dalam Pasal 7 h u ru f g, terdiri dari laporan triwulan dan laporan tahunan;
(2) Laporan triwu lan sebagaim an a dim aksu d pada ayat (1) terdiri dari laporan kegiatan operasional dan keuangan;
(3) Laporan Tah u n an sebagaim an a dim aksu d pada ayat (1) terdiri dari Laporan Keu an gan yan g telah diau dit dan Laporan Man ajem en yan g ditan datan gan i bersam a Direksi dan Dewan Pen gawas disamping kepada Kepala Daerah;
(4) Laporan sebagaim an a dim aksu d pada ayat (2) disam paikan kepada Dewan Pengawas paling lambat 6 (enam) hari setiap akhir triwulan;
(5) Laporan sebagaim an a dim aksu d pada ayat (3) disam paikan paling lambat 120 (seratus dua puluh) hari setelah tahun buku PDAM ditutup kepada Kepala Daerah m elalu i Dewan Pen gawas, u n tu k disah kan oleh Kepala Daerah palin g lam bat dalam waktu 30 (tiga pu lu h ) h ari setelah diterima dan ditembuskan kepada DPRD;
(6) Direksi m en yebarlu askan laporan tah u n an m elalu i m edia m assa palin g lambat 15 (lima belas) hari setelah disahkan oleh Walikota;
(7) An ggota Dewan Pen gawas dan direksi yan g tidak m en an datan gan i laporan tah u n an sebagaim an a dim aksu d pada ayat
(3) h aru s disebutkan alasanya secara tertulis.
Pasal 9
Direksi dalam m elaksan akan tu gas sebagaim an a dim aksu d dalam Pasal 7 mempunyai wewenang sebagai berikut :
a. m en gan gkat dan m em berh en tikan pegawai berdasarkan Peraturan Kepegawaian PDAM;
b. MENETAPKAN Su su n an Organ isasi dan Tata Kerja den gan persetu ju an Dewan Pengawas;
c. mengangkat pegawai untuk menduduki jabatan di bawah direksi;
d. mewakili PDAM di dalam dan di luar pengadilan;
e. menandatangani laporan triwulan dan laporan tahunan;
f. menunjuk kuasa untuk melakukan perbuatan hukum mewakili PDAM;
g. m en ju al, m en jam in kan atau m elepaskan aset m ilik PDAM berdasarkan persetujuan Walikota dan DPRD atas pertimbangan Dewan Pegawas;
h. m elaku kan pin jam an , m en gikatkan diri dalam perjan jian dan m elaku kan kerjasam a den gan pih ak lain den gan persetu ju an Walikota dan DPRD atas pertim ban gan Dewan Pen gawas den gan m en jam in kan aset PDAM.
Pasal 10
Un tu k m en du ku n g kelan caran pen gelolaan PDAM, Direksi dapat diberikan dan a represen tatif palin g ban yak 75% (tu ju h pu lu h lim a per seratu s) dari jumlah penghasilan Direksi dalam 1 (satu) tahun.
Pasal 11
(1) Apabila sam pai berakh irn ya m asa jabatan Direksi, pen gan gkatan Direksi baru m asih dalam proses pen yelesaian , Walikota dapat m en u n ju k/ m en gan gkat Direksi yan g lam a atau seoran g Pejabat Struktural PDAM sebagai pejabat sementara.
(2) Pen gan gkatan pejabat sem en tara sebagaim an a dim aksu d pada ayat (1) ditetapkan dengan Keputusan Walikota.
(3) Keputusan Walikota sebagaim an a dim aksu d pada ayat (2) berlaku paling lama 6 (enam) bulan.
(4) Pejabat sem en tara sebagaim an a dim aksu d pada ayat
(1) tidak dilakukan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan.
Pasal 12
(1) Penghasilan direksi terdiri dari gaji dan tunjangan.
(2) Tunjangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri dari :
a. Tu n jan gan perawatan / keseh atan yan g layak, term asu k su am i/ istri dan anak; dan
b. Tunjangan lainnya.
(3) Dalam h al PDAM m em peroleh keu n tu n gan , direksi m em peroleh bagian dari jasa produksi;
(4) Besarn ya gaji, tu n jan gan dan bagian jasa produ ksi sebagaim an a dim aksu d pada ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) ditetapkan oleh Walikota setelah m em perh atikan pen dapat Dewan Pen gawas dan kem am pu an PDAM;
(5) J u m lah selu ru h biaya u n tu k pen gh asilan Direksi, Dewan Pen gawas, pegawai dan biaya ten aga kerja lain n ya tidak boleh m elebih i 40% (em pat pu lu h perseratu s) dari total biaya berdasarkan realisasi anggaran PDAM tahun yang lalu.
Pasal 13
(1) Direksi setiap akh ir m asa jabatan dapat diberikan u an g jasa pen gabdian yan g besarn ya ditetapkan oleh Walikota, berdasarkan u su l Dewan Pengawas dan kemampuan PDAM.
(2) Direksi yan g diberh en tikan den gan h orm at sebelu m m asa jabatan n ya berakh ir dapat diberikan u an g jasa pen gabdian , den gan syarat telah menjalankan tugasnya paling sedikit 1 (satu) tahun.
(3) Besarn ya u an g jasa pen gabdian sebagaim an a dim aksu d pada ayat (1) dan (2) didasarkan atas perh itu n gan lam an ya bertu gas dibagi m asa jabatan dikalikan penghasilan bulan terakhir.
Pasal 14
(1) Direksi memperoleh hak cuti meliputi :
a. cuti tahunan;
b. cuti besar;
c. cuti sakit;
d. cu ti karen a alasan pen tin g atau cu ti karen a m en u n aikan ibadah haji;
e. cuti nikah;
f. cuti bersalin;
g. cuti diluar tanggungan PDAM.
(2) Direksi yan g m en jalan kan cu ti sebagaim an a dim aksu d pada ayat (1) tetap diberikan pen gh asilan pen u h , kecu ali cu ti dilu ar tan ggu n gan PDAM.
(3) Pelaksan aan cu ti sebagaim an a dim aksu d pada ayat (1) dilaksanakan lebih lanjut oleh Kepala Daerah.
Pasal 15
(1) Direksi berhenti karena :
a. masa jabatan berakhir;
b. meninggal dunia;
c. permintaan sendiri.
(2) Direksi diberhentikan karena :
a. reorganisasi;
b. melakukan tindakan yang merugikan PDAM;
c. m elaku kan tin dakan atau bersikap yan g berten tan gan den gan kepentingan daerah atau Negara;
d. mencapai batas usia 60 (enam puluh) tahun;
e. tidak dapat melaksanakan tugasnya.
(3) Pemberhentian Direksi sebagaim an a dim aksu d pada ayat
(2) ditetapkan oleh Walikota.
Pasal 16
(1) Direksi yan g didu ga m elaku kan perbu atan sebagaim an a dim aksu d dalam pasal 15, ayat (2) h u ru f b dan huruf c diberh en tikan sem en tara atas u su l Dewan Pen gawas u n tu k jan gka waktu palin g lam a 1 (satu) bulan;
(2) Pem berh en tian sem en tara sebagaim an a dim aksu d pada ayat
(1) ditetapkan oleh Walikota disertai den gan alasan dan diberitah u kan kepada yang bersangkutan.
Pasal 17
(1) Palin g lam bat 1 (satu ) bu lan setelah pem berh en tian sem en tara sebagaim an a dim aksu d dalam Pasal 16, Dewan Pen gawas m elaku kan sidan g yan g dih adiri oleh Direksi u n tu k m en etapkan yan g bersangkutan diberhentikan atau merehabilitasi.
(2) Dewan Pen gawas m elaporkan kepada Walikota h asil sidan g sebagaim an a dim aksu d pada ayat (1) sebagai bah an bagi Walikota untuk memberhentikan atau merehabilitasi.
(3) Apabila dalam persidangan sebagaim an a dim aksu d pada ayat (1) direksi tidak hadir tanpa alasan yang sah, yang bersangkutan dianggap menerima hasil sidang Dewan Pengawas.
(4) Apabila perbu atan yan g dilaku kan oleh direksi m eru pakan tin dak pidan a den gan pu tu san bersalah dan telah m em peroleh keku atan hukum tetap yang bersangkutan diberhentikan dengan tidak hormat.
Pasal 18
(1) Dewan Pen gawas berasal dari u n su r pejabat Pem erin tah Kota, profesion al dan / atau m asyarakat kon su m en yan g dian gkat oleh Walikota.
(2) Batas usia Dewan Pengawas paling tinggi 65 (enam puluh lima) tahun.
Pasal 19
(1) Calon an ggota Dewan Pen gawas h aru slah m em en u h i persyaratan sebagai berikut :
a. menguasai Manajemen;
b. menyediakan waktu yang cukup untuk melaksanakan tugasnya; dan
c. tidak terikat h u bu n gan kelu arga den gan Walikota/ Wakil Walikota atau Dewan Pen gawas yan g lain atau Direksi sam pai derajat ketiga baik m en u ru t garis lu ru s atau kesam pin g term asu k m en an tu dan ipar.
(2) Pen gan gkatan an ggota Dewan Pen gawas sebagaim an a dim aksu d pada ayat (1) ditetapkan dengan Keputusan Walikota.
(3) Sebelu m m en jalan kan tu gasn ya, Dewan Pen gawas dilan tik oleh walikota atau pejabat lain yan g ditu n ju k dan m en gan gkat sumpah/janji.
(4) Su su n an kata-kata su m pah / jan ji sebagaim an a dim aksu d pada ayat (2) sebagai berikut :
Dem i Allah / Tu h an , saya bersu m pah / jan ji.
Bah wa saya, u n tu k dian gkat m en jadi Dewan Pen gawas PDAM Kota Malan g akan setia dan taat sepen u h n ya kepada Pan casila, Un dan g-Un dan g Dasar Negara Repu blik In don esia Tah u n 1945, Negara dan Pem erin tah . Bah wa saya, akan m en taati segala peratu ran peru n dan g-u n dan gan yan g berlaku
dan m elaksan akan tu gas kedin asan yan g dipercayakan kepada saya dengan penuh pengabdian, kesadaran dan tanggung jawab;
Bah wa saya, akan sen an tiasa m en ju n ju n g tin ggi keh orm atan Negara, Pem erin tah dan m artabat sebagai Dewan Pen gawas PDAM Kota Malan g serta akan sen an tiasa m en gu tam akan kepen tin gan n egara dari pada kepen tin gan saya sen diri, seseoran g atau golon gan . Bah wa saya, akan m em egan g rah asia sesu atu yan g m en u ru t sifatn ya atau m en u ru t perintah harus saya rahasiakan.
Bah wa saya, akan bekerja den gan ju ju r, tertib, cerm at dan bersemangat untuk kepentingan negara.
Pasal 20
(1) J u m lah an ggota Dewan Pen gawas ditetapkan berdasarkan ju m lah pelanggan dengan ketentuan sebagai berikut :
a. palin g ban yak 3 (tiga) oran g u n tu k ju m lah pelan ggan sam pai den gan
30.000 (tiga puluh ribu); dan
b. palin g ban yak 5 (lim a) oran g u n tu k ju m lah pelan ggan di atas 30.000 (tiga puluh ribu).
(2) Pen en tu an ju m lah Dewan Pen gawas sebagaim an a dim aksu d pada ayat(1) dilaku kan berdasarkan asas efisien si pen gawasan dan efektivitas pengambilan keputusan.
(3) An ggota Dewan Pen gawas sebagaim an a dim aksu d pada ayat (1) dian gkat seoran g sebagai Ketu a m eran gkap an ggota dan seoran g sebagai Sekretaris merangkap anggota dengan Keputusan Walikota.
Pasal 21
(1) Masa jabatan an ggota Dewan Pen gawas palin g lam a 3 (tiga) tah u n dan dapat diangkat kembali untuk 1 (satu) kali masa jabatan.
(2) Pengangkatan kembali anggota Dewan Pengawas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibuktikan dengan kinerja dalam melakukan pengawasan kegiatan Direksi dan kemampuan PDAM dalam meningkatkan kinerja pelayanan air minum kepada masyarakat.
Pasal 22
(1) Dewan Pengawas mempunyai tugas :
a. m elaksan akan pen gawasan , pen gen dalian , dan pem bin aan terh adap pengurusan dan pengelolaan PDAM;
b. m em berikan pertim ban gan dan saran kepada Walikota dim in ta atau tidak dim in ta gu n a perbaikan dan pen gem ban gan PDAM; an tara lain:
1) pengangkatan Direksi;
2) program kerja;
3) rencana perubahan status kekayaan PDAM;
4) rencana pinjaman dan ikatan hu kum dengan pihak lain;
5) memeriksa dan / atau m en an datan gai laporan triwu lan dan tahunan.
c. m em eriksa dan m en yam paikan Ren can a Strategis Bisn is dan Ren can a Bisn is dan An ggaran Tah u n an yan g dibu at Direksi kepada Kepala Daerah untuk mendapatkan pengesahan.
(2) Dewan Pengawas mempunyai wewenang :
a. menilai kinerja Direksi dalam m engelolaan PDAM;
b. menilai laporan triwulan dan laporan tahunan;
c. m en gu su lkan pen gan gkatan , pem berh en tian sem en tara, rehabilitasi dan pemberhentian Direksi kepada Walikota.
d. aspek-aspek yan g din ilai sebagaim an a dim aksu d pada ayat (2) huruf a, terdiri dari :
1) aspek keuangan;
2) aspek operasional;dan 3) aspek administrasi.
Pasal 23
(1) Un tu k m em ban tu kelan caran tu gas Dewan Pen gawas diben tu k Sekretariat Dewan Pen gawas den gan Kepu tu san Ketu a Dewan Pengawas;
(2) Kean ggotaan Sekretariat Dewan Pen gawas sebagaim an a dim aksu d pada ayat (1) palin g ban yak 3 (tiga) oran g, dan dibeban kan pada anggaran PDAM.
Pasal 24
Dewan Pengawas diberikan penghasilan berupa uang jasa.
Pasal 25
(1) Ketua Dewan Pengawas merangkap anggota menerima uang jasa paling banyak 45% (empat puluh lima perseratus) dari gaji direksi.
(2) Sekretaris Dewan Pen gawas m eran gkap an ggota m en erim a u an g jasa paling banyak 40% (empat puluh perseratus) dari gaji direksi.
(3) Setiap an ggota Dewan Pen gawas m en erim a u an g jasa palin g ban yak 35% (tiga puluh lima perseratus) dari gaji direksi.
Pasal 26
ditetapkan oleh Walikota den gan memperhatikan kemampuan PDAM.
Pasal 27
Besarn ya u an g jasa dan bagian dari jasa produ ksi sebagaim an a dim aksu d dalam Pasal 25 dan
Pasal 28
(1) Dewan Pen gawas m en dapat u an g jasa pen gabdian , yan g besarnya ditetapkan oleh Walikota, dengan memperhatikan kemampuan PDAM.
(2) Dewan Pen gawas yan g diberh en tikan den gan h orm at sebelu m m asa jabatan n ya berakh ir, m en dapat u an g jasa pen gabdian , den gan syarat telah menjalankan tugasnya paling rendah 1 (satu) tahun.
(3) Besarn ya u an g jasa pen gabdian sebagaim an a dim aksu d pada ayat (1) dan ayat (2) didasarkan atas perh itu n gan lam an ya bertu gas dibagi masa jabatan dikalikan uang jasa bulan terakhir.
Pasal 29
(1) Anggota Dewan Pengawas berhenti, karena:
a. masa jabatannya berakhir;
b. meninggal dunia;
c. permintaan sendiri.
(2) Anggota Dewan Pengawas diberhentikan karena :
a. reorganisasi;
b. kedudukan sebagai pejabat daerah telah berakhir;
c. mencapai batas usia 65 (enam puluh lima) tahun;
d. tidak dapat melaksanakan tugas;
e. m elaku kan tin dakan yan g m eru gikan PDAM dan melakukan tin dakan atau bersikap yan g berten tan gan den gan kepen tin gan daerah atau negara.
(3) Pem berh en tian an ggota Dewan Pen gawas sebagaim an a dim aksu d pada ayat (2) ditetapkan oleh Walikota.
Pasal 30
(1) An ggota Dewan Pen gawas yan g m elaku kan perbu atan sebagaim an a dim aksu d dalam pasal 29, ayat (2) huruf e diberh en tikan sem en tara oleh Walikota;
(2) Pem berh en tian sem en tara sebagaim an a dim aksu d pada ayat
(1) ditetapkan dengan Keputusan Walikota.
Pasal 31
(1) Palin g lam a 1 (satu ) bu lan setelah pem berh en tian sem en tara, Walikota m elaksan akan rapat yan g dih adiri oleh An ggota Dewan Pen gawas u n tu k m en etapkan yan g bersan gku tan diberh en tikan atau merehabilitasi.
(2) Apabila dalam waktu 1 (satu ) bu lan Walikota belu m m elaku kan rapat sebagaim an a dim aksu d pada ayat (1), pemberhentian batal dem i hukum.
(3) Apabila dalam persidan gan sebagaim an a dim aksu d pada ayat (1) an ggota Dewan Pen gawas tidak h adir tan pa alasan yan g sah , yan g bersangkutan dianggap menerima hasil rapat.
(4) Apabila perbu atan yan g dilaku kan oleh An ggota Dewan Pen gawas m eru pakan tin dak pidan a yan g telah m em peroleh keku atan h u ku m tetap yang bersangkutan diberhentikan dengan tidak hormat.
Pasal 32
(1) Pen gan gkatan pegawai PDAM h aru s m em en u h i persyaratan sebagai berikut :
a. warga Negara Republik INDONESIA;
b. berkelakuan baik dan belum pernah dihukum;
c. mempunyai pendidikan, kecakapan dan keahlian yang diperlukan;
d. din yatakan seh at jasm an i dan roh an i oleh ru m ah sakit u m u m yan g ditunjuk oleh Direksi;
e. berusia paling tinggi 35 (tiga puluh lima) tahun; dan
f. lulus seleksi.
(2) Pen gan gkatan pegawai dilaku kan setelah m elalu i m asa percobaan palin g sin gkat 3 (tiga) bu lan dan palin g lam a 6 (en am ) bu lan den gan keten tu an m em en u h i daftar pen ilaian kerja setiap u n su r palin g sedikit bernilai baik.
(3) Selam a m asa percobaan sebagaim an a dim aksu d pada ayat
(2) dilakukan penilaian meliputi :
a. loyalitas;
b. kecakapan;
c. kesehatan;
d. kerjasama;
e. kerajinan;
f. prestasi kerja; dan
g. kejujuran.
(4) Apabila pada akh ir m asa percobaan calon pegawai tidak m em en u h i persyaratan sebagaim an a dim aksu d pada ayat (3) dapat diberh en tikan tanpa mendapat uang pesangon.
Pasal 33
(1) Setiap calon pegawai pada saat pen gan gkatan m en jadi pegawai wajib m en gan gkat su m pah / jan ji pegawai m en u ru t agam a dan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
(2) Su su n an kata-kata su m pah / jan ji sebagaim an a dim aksu d pada ayat (1) sebagai berikut :
Dem i Allah / Tu h an , saya bersu m pah / jan ji.
Bah wa saya, u n tu k dian gkat m en jadi Pegawai PDAM Kota Malan g akan setia dan taat sepen u h n ya kepada Pan casila, Un dan g-Un dan g Dasar Negara Repu blik INDONESIA Tahun 1945, Negara dan Pemerintah.
Bah wa saya, akan m en taati segala peratu ran peru n dang-undangan yan g berlaku dan m elaksan akan tu gas kedin asan yan g dipercayakan kepada saya den gan pen u h pen gabdian , kesadaran dan tan ggu n g jawab.
Bah wa saya, akan sen an tiasa m en ju n ju n g tin ggi keh orm atan Negara, Pem erin tah dan m artabat sebagai Pegawai PDAM Kota Malan g serta akan sen an tiasa m en gu tam akan kepen tin gan n egara dari pada kepentingan saya sendiri, seseorang atau golongan.
Bah wa saya, akan m em egan g rah asia sesu atu yan g m en u ru t sifatn ya atau menurut perintah harus saya rahasiakan.
Bah wa saya, akan bekerja den gan ju ju r, tertib, cerm at dan bersemangat untuk kepentingan negara.
(3) Pen gam bilan su m pah / jan ji sebagaim an a dim aksu d pada ayat (2) dilakukan oleh Direksi.
Pasal 34
Calon pegawai yan g dian gkat sebagai pegawai diberikan pan gkat dan golongan ruang permulaan sebagai berikut :
a. berijazah Sekolah Dasar diberikan pan gkat Pegawai Dasar Mu da dan Golongan ruang A/1;
b. berijazah Sekolah lan ju tan Tin gkat Pertam a diberikan pan gkat pegawai Dasar Muda I dan Golongan ruang A/2;
c. berijazah Sekolah Lan ju tan Tin gkat Atas diberikan pan gkat pegawai Pelaksana Muda dan Golongan ruang B/1;
d. berijazah Sarjan a Mu da/ Diplom a III diberikan pan gkat pegawai Pelaksana Muda I dan Golongan ruang B/2;
e. berijazah Sarjan a diberikan pan gkat pegawai Staf Muda dan Golon gan ruang C/1.
Pasal 35
(1) Direksi dapat m en gan gkat ten aga h on orer atau ten aga kon trak den gan pem berian h on orariu m yan g besarn ya ditetapkan den gan Kepu tu san Direksi yan g berpedom an pada Upah Min im u m Provin si atau Upah Minimum Kota.
(2) Ten aga h on orer atau ten aga kon trak sebagaim an a dim aksu d pada ayat (1) tidak diperbolehkan menduduki jabatan.
Pasal 36
(1) Batas usia pensiun pegawai PDAM 56 (lima puluh enam) tahun.
(2) Pegawai yan g m em asu ki m asa pen siu n dapat diberikan ken aikan pan gkat pen gabdian setin gkat lebih tin ggi dari pan gkatn ya den gan ketentuan paling sedikit telah 2 (dua) tahun dalam pangkat terakhir.
Pasal 37
(1) Pegawai diangkat dalam pangkat dan jabatan tertentu.
(2) Pengan gkatan Pegawai dalam su atu jabatan dilaksan akan den gan m em perh atikan jen jan g pan gkat dan persyaratan lain yan g ditetapkan untuk jabatan itu.
Pasal 38
Pangkat dan Golongan Pegawai ditentukan sebagai berikut :
1. Pegawai Dasar Muda Golongan A ruang 1
2. Pegawai Dasar Muda I Golongan A ruang 2
3. Pegawai Dasar Golongan A ruang 3
4. Pegawai Dasar I Golongan A ruang 4
5. Pelaksana Muda Golongan B ruang 1
6. Pelaksana Muda I Golongan B ruang 2
7. Pelaksana Golongan B ruang 3
8. Pelaksana I Golongan B ruang 4
9. Staf Muda Golongan C ruang 1
10. Staf Muda I Golongan C ruang 2
11. Staf Golongan C ruang 3
12. Staf I Golongan C ruang 4
13. Staf Madya Golongan D ruang 1
14. Staf Madya I Golongan D ruang 2
15. Staf Utama Madya Golongan D ruang 3
16. Staf Utama Golongan D ruang 4
Pasal 39
(1) Pem berian ken aikan pan gkat dilaksan akan oleh Direksi berdasarkan sistem kenaikan pangkat reguler dan kenaikan pangkat pilihan.
(2) Setiap pegawai yan g m em en u h i syarat-syarat yan g diten tu kan berh ak atas kenaikan pangkat reguler.
(3) Pem berian ken aikan pan gkat pilih an m eru pakan pen gh argaan atas prestasi kerja pegawai yang bersangkutan.
(4) Tata cara pemberian kenaikan pangkat ditetapkan oleh Direksi.
Pasal 40
(1) Ken aikan pan gkat pegawai ditetapkan pada tan ggal 1 J an u ari dan 1 Juli tiap tahun.
(2) Ken aikan pan gkat pegawai sebagaim an a dim aksu d pada ayat (1) terdiri dari :
a. kenaikan pangkat biasa;
b. kenaikan pangkat pilihan;
c. kenaikan pangkat penyesuaian;
d. kenaikan pangkat istimewa;
e. kenaikan pangkat pengabdian;
f. kenaikan pangkat anumerta.
(3) Ken aikan pan gkat pegawai sebagaim an a dim aksu d pada ayat (2) diatu r dengan Peraturan Direksi.
Pasal 41
(1) Pegawai PDAM berh ak atas gaji, tu n jan gan dan pen gh asilan lain n ya yan g sah sesu ai den gan pan gkat, jen is pekerjaan dan tan ggu n g jawabnya.
(2) Tunjangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi :
a. tunjangan pangan;
b. tunjangan kesehatan; dan
c. tunjangan lainnya.
(3) Tu n jan gan keseh atan sebagaim an a dim aksu d pada ayat (2) h u ru f b diberikan kepada pegawai beserta kelu argan ya yan g m en jadi tanggungan.
(4) Tu n jan gan keseh atan sebagaim an a dim aksu d pada ayat (2) h u ru f b m elipu ti pen gobatan dan / atau perawatan diru m ah sakit, klin ik dan lain-lain yang pelaksanaannya ditetapkan dengan Keputusan Direksi.
(5) Pem berian h ak sebagaim an a dim aksu d pada ayat (1) disesu aikan dengan kemampuan keuangan PDAM.
Pasal 42
(1) Pen yu su n an skala gaji pegawai PDAM dapat m en gacu pada prin sip- prin sip skala gaji Pegawai Negeri Sipil yan g disesu aikan den gan kebutuhan dan kemampuan PDAM.
(2) Keten tu an gaji pegawai PDAM sebagaim an a dim aksu d pada ayat (1) ditetapkan dengan Keputusan Direksi.
Pasal 43
(1) Pegawai yan g beristri/ bersu am i diberikan tu n jan gan istri/ su am i palin g tinggi 10% (sepuluh per seratus) dari gaji pokok.
(2) Pegawai yan g m em pu n yai an ak beru m u r ku ran g dari 21 (du a pu lu h satu ) tah u n , belu m m em pu n yai pen gh asilan sen diri dan belu m atau tidak m en ikah diberikan tu n jan gan an ak sebesar 5% (lim a per seratu s) dari gaji pokok untuk setiap anak.
(3) Tu n jan gan an ak sebagaim an a dim aksu d pada ayat
(2) dapat diperpanjang sam pai u m u r 25 (du a pu lu h lim a) tah u n , dalam h al an ak m asih bersekolah / ku liah yan g dibu ktikan den gan su rat keteran gan dari sekolah/perguruan tinggi.
(4) Tu n jan gan an ak sebagaim an a dim aksu d pada ayat (2) diberikan palin g banyak untuk 2 (dua) orang anak.
Pasal 44
Calon pegawai dalam m asa percobaan diberikan gaji sebesar 80% (delapan puluh per seratus) dari gaji pegawai.
Pasal 45
(1) Pegawai berh ak atas jam in an h ari tu a yan g dan an ya dih im pu n dari u sah a PDAM atau lu ran pegawai PDAM yan g ditetapkan den gan Keputusan Direksi.
(2) Besarn ya tu n jan gan jam in an h ari tu a sebagaim an a dim aksu d pada ayat (1) didasarkan atas perhitungan gaji.
Pasal 46
Dalam h al PDAM m em peroleh keu n tu n gan , pegawai PDAM diberikan bagian dari jasa produksi sesuai dengan kemampuan keuangan PDAM.
Pasal 47
(1) Pegawai yan g m em iliki n ilai rata-rata baik dalam Daftar Pen ilaian Kerja Pegawai diberikan kenaikan gaji berkala.
(2) Apabila yan g bersan gku tan belu m m em en u h i persyaratan sebagaim an a dim aksu d pada ayat (1), ken aikan gaji berkala ditu n da palin g lam a 2 (dua) tahun.
Pasal 48
(1) Pegawai memperoleh hak cuti meliputi:
a. cuti tahunan;
b. cuti besar;
c. cuti sakit;
d. cuti karena alasan panting atau cuti untuk menunaikan ibadah haji;
e. cuti nikah;
f. cuti bersalin; dan
g. cuti di luar tanggungan PDAM.
(2) Pegawai yan g m en jalan kan cu ti sebagaim an a dim aksu d pada ayat (1) tetap diberikan pen gh asilan pen u h , kecu ali cu ti di lu ar tan ggu n gan PDAM.
(3) Pelaksan aan cu ti sebagaim an a dim aksu d pada ayat (1), diatu r lebih lan ju t oleh Walikota den gan berpedom an pada peratu ran peru n dan g- undangan.
Pasal 49
Tata cara pengangkatan dalam jabatan diatur dengan Peraturan Direksi.
Pasal 50
(1) Untuk pembinaan karir pegawai dan peningkatan pengetahuan pegawai dapat diadakan pemindahan pegawai.
(2) Pem in dah an pegawai sebagaim an a dim aksu d pada ayat (1) diatu r dengan Peraturan Direksi.
Pasal 51
Un tu k m en capai daya gu n a dan h asil gu n a yan g sebesar-besarnya dilaksan akan sistem karir PDAM m elalu i pen jen jan gan yan g dilaku kan secara terarah sesuai dengan klasifikasi kebutuhan.
Pasal 52
(1) Direksi m em berikan pen gh argaan kepada pegawai yan g m em pu n yai m asa kerja secara teru s m en eru s selam a 10 (sepuluh) tahun, 20 (dua puluh) tah u n dan 30 (tiga pu lu h ) tah u n yan g besarn ya disesu aikan dengan kemampuan keuangan PDAM.
(2) Direksi m em berikan tan da jasa kepada pegawai yan g telah menunjukkan prestasi luar biasa dalam pengembangan PDAM.
(3) Pem berian pen gh argaan dan tan da jasa kepada pegawai sebagaim an a dim aksu d pada ayat (1) dan ayat (2) ditetapkan den gan Kepu tu san Direksi.
Pasal 53
Setiap Pegawai wajib :
a. memegang tegu h dan m en gam alkan Pan casila dan m elaksan akan UNDANG-UNDANG Dasar Negara Republik INDONESIA Tahun 1945;
b. mendahulukan kepentingan PDAM di atas kepentingan lainnya;
c. mematuhi dan mentaati segala kewajiban dan Larangan;
d. memegang teguh rahasia PDAM dan rahasia jabatan;
e. mengangkat sumpah pegawai dan/atau sumpah jabatan sesuai peraturan perundang-undangan; dan
f. mematuhi/mentaati peraturan kepegawaian.
Pasal 54
Setiap Pegawai dilarang :
a. melakukan kegiatan yang merugikan PDAM, Daerah dan/atau Negara;
b. m en ggu n akan kedu du kan n ya u n tu k m em berikan keu n tu n gan bagi diri sendiri dan/atau orang lain yang merugikan PDAM;
c. mencemarkan nama baik PDAM, Daerah dan/atau Negara;
d. m em berikan keteran gan tertu lis m au pu n lisan kepada pih ak lain di lu ar wewenangnya tanpa izin tertulis Direksi.
Pasal 55
(1) Pegawai PDAM yang melanggar dapat dikenakan hukuman.
(2) Jenis hukuman sebagaimana dimaksud.pada ayat (1) meliputi :
a. teguran lisan;
b. teguran tertulis;
c. penundaan kenaikan gaji berkala;
d. penundaan kenaikan pangkat;
e. penurunan pangkat;
f. pembebasan jabatan;
g. pemberhentian sementara;
h. pemberhentian dengan hormat; dan
i. pemberhentian dengan tidak hormat.
(3) Pelaksan aan pen jatu h an h u ku m an sebagaim an a dim aksu d pada ayat
(2) ditetapkan dengan Keputusan Direksi.
Pasal 56
(1) Pegawai PDAM diberh en tikan sem en tara apabila didu ga telah melanggar laran gan sebagaim an a dim aksu d dalam Pasal 54 dan/atau melakukan tindak pidana.
(2) Pem berh en tian sem en tara sebagaim an a dim aksu d pada ayat (1) palin g lam a 6 (en am ) bu lan atau adan ya pu tu san pen gadilan yan g berkekuatan hukum tetap atas dugaan tindak pidana yang dilakukan.
Pasal 57
(1) Pegawai PDAM yan g diberh en tikan sem en tara sebagaim an a dimaksud dalam Pasal 56, m u lai bu lan beriku tn ya diberikan 50% (lim a pu lu h per seratus) dari gaji.
(2) Dalam h al pegawai yan g diberh en tikan sem en tara sebagaim an a dim aksu d pada ayat
(1) tidak terbu kti bersalah , pegawai yan g
bersan gku tan h aru s dipekerjakan kem bali dalam jabatan yan g sam a dan berhak menerima sisa penghasilan yang belum diterima.
(3) Dalam h al pegawai yan g diberh en tikan sem en tara sebagaim an a dim aksu d pada ayat (1) terbu kti bersalah , Direksi m em berh en tikan dengan tidak hormat.
Pasal 58
(1) Pegawai diberhentikan dengan hormat, karena :
a. meninggal dunia;
b. permintaan sendiri;
c. tidak dapat melaksanakan tugas;
d. tidak seh at jasm an i dan roh an i yan g dibu ktikan den gan su rat keterangan dokter;
e. telah mencapai usia pensiun; dan/atau
f. reorganisasi.
(2) Pegawai yan g diberh en tikan den gan h orm at diberikan pesan gon yan g besarnya ditetapkan dengan Keputusan Direksi.
(3) Pegawai yan g diberh en tikan sebagaim an a dim aksu d pada ayat (1) huruf b pelaksanaannya berlaku pada akhir bulan berikutnya.
Pasal 59
Pegawai diberhentikan dengan tidak hormat, karena :
a. melanggar sumpah pegawai dan/atau sumpah Jabatan;
b. dih u ku m berdasarkan pu tu san pen gadilan dalam perkara pidan a yan g telah m em peroleh keku atan h u ku m tetap den gan an cam an h u ku m an paling lama 5 (lima) tahun; dan/atau
c. merugikan keuangan PDAM.
Pasal 60
(1) Direksi dan Pegawai PDAM wajib diiku tsertakan pada program pen siu n yan g diselen ggarakan oleh Dan a Pen siu n Pem beri Kerja atau Dan a Pensiun Lembaga Keuangan.
(2) Pen yelen ggara program pen siu n sebagaim an a dim aksu d pada ayat
(1) didasarkan atas pertim ban gan optim alisasi dan kepastian m an faat bagi Direksi dan pegawai PDAM sesu ai den gan peratu ran peru n dan g- undangan.
(3) Atas pertim ban gan efektifitas dan efisien si pen yelen ggara program pen siu n sebagaim an a dim aksu d pada ayat (1) diu tam akan dan a pensiun pemberi kerja yang diselenggarakan oleh gabungan PDAM.
Pasal 61
(1) PDAM wajib m en jadi an ggota Persatu an Peru sah aan Air Min u m Seluruh INDONESIA (PERPAMSI).
(2) PDAM dapat m em an faatkan PERPAMSI sebagai asosiasi yan g m en jem batan i kegiatan kerja sam a an tar PDAM dalam dan lu ar n egeri dan berkoordinasi dengan instansi terkait di Pusat dan Daerah.
Pasal 62
(1) Pem bin aan u m u m dan pen gawasan terh adap PDAM dilaku kan oleh Walikota.
(2) Dalam m elaksan akan pem bin aan sebagaim an a dim aksu d ayat (1) Walikota dibantu oleh Sekretaris Daerah.
Pasal 63
(1) Den gan ditetapkan n ya Peratu ran Daerah in i, m aka Peratu ran Direksi Peru sah aan Daerah Air Min u m Kota Malan g Nom or U/ 01 Tah u n 2010 ten tan g Kedu du kan , Su su n an Organ isasi, Uraian Tu gas, Fu n gsi, dan Tata Kerja Peru sah aan Daerah Air Min u m Kota Malan g, sebagaim an a
telah diu bah ketiga kali den gan Peratu ran Direksi Peru sah aan Daerah Air Min u m Kota Malan g Nom or U/05 Tah u n 2012 dicabu t dan tidak berlaku.
(2) Sejak diberlaku kan n ya Peraturan Daerah in i, maka Bab V Pasal 8 sam pai den gan Pasal 13, Bab VI Pasal 14 dan Bab XIII Pasal 21 Peratu ran Daerah Kotam adya Malan g Nom or 11 Tah u n 1974 ten tan g Peru sah aan Daerah Air Min u m Kotam adya Malan g dicabu t dan din yatakan tidak berlaku lagi dan sem u a peratu ran yan g ada di bawah n ya dan atau berh u bu n gan serta sebagai bagian pelaksan aan Peraturan Daerah in i h aru s disesu aikan den gan keten tu an yan g ada pada Peraturan Daerah ini.
Pasal 64
Peraturan Daerah ini mulai berlaku sejak tanggal diundangkan.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah Kota Malang.
Ditetapkan di Malang pada tanggal 30 Desember 2013 WALIKOTA MALANG, ttd.
MOCH. ANTON Diundangkan di Malang pada tanggal 12 Pebruari 2014 SEKRETARIS DAERAH KOTA MALANG, ttd.
SHOFWAN LEMBARAN DAERAH KOTA MALANG TAHUN 2014 NOMOR 5 Salinan sesuai aslinya Pj. KEPALA BAGIAN HUKUM, ttd.
TABRANI, SH, M.Hum.
Penata Tingkat I NIP. 19650302 199003 1 019
