Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2009 tentang PERUBAHAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAHTAHUN ANGGARAN 2009
Pasal 1
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2009 semula sebesar Rp. 784.042.598.314,90 bertambah sebesar Rp.34.546.194.833,94 sehingga menjadi Rp. 818.588.793.148,84 dengan rincian, sebagai berikut :
1. Pendapatan :
a. Semula
b. Bertambah Jumlah Pendapatan setelah Perubahan Rp.
Rp.
715.240.814.154,54
44.241.010.827,90
Rp. 759.481.824.982,44
2. Belanja :
a. Semula
b. Bertambah Jumlah Belanja setelah Perubahan Rp.
Rp.
784.042.598.314,90
55.156.019.033,94
Rp. 839.198.617.348,84
Defisit setelah Perubahan Rp. (79.716.792.366,40)
ix
3. Pembiayaan :
a. Penerimaan 1) Semula 2) Bertambah Jumlah Penerimaan setelah Perubahan Rp.
Rp.
71.505.930.575,00
12.915.008.206,04 Rp. 84.420.938.781,04
b. Pengeluaran 1) Semula 2) Bertambah Jumlah Pengeluaran setelah Perubahan Rp.
Rp.
2.704.146.414,64
2.000.000.000,00
Rp. 4.704.146.414,64 Jumlah Pembiayaan setelah Perubahan Rp. 79.716.792.366,40
Pasal 2
(1) Pendapatan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1, terdiri dari :
a. Pendapatan Asli Daerah 1) Semula Rp.
86.500.730.532,72 2) Bertambah Rp.
6.271.391.927,30 Jumlah Pendapatan Asli Daerah setelah perubahan Rp.
92.772.122.460,02
b. Dana Perimbangan 1) Semula Rp.
576.427.717.439,00
2) Bertambah Rp.
2.284.589.700,60
Jumlah Dana Perimbangan setelah perubahan Rp.
578.712.307.139,60
x
c. Lain-lain pendapatan daerah yang sah
1) Semula Rp.
52.312.366.182,82
2) Bertambah Rp.
35.685.029.200,00
Jumlah Lain-lain pendapatan daerah yang sah setelah Perubahan Rp.
87.997.395.382,82
(2) Pendapatan asli daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, terdiri dari jenis pendapatan :
a. Pajak Daerah 1) Semula Rp.
46.191.638.669,90
2) Bertambah Rp.
2.953.000.000,00
Jumlah Pajak Daerah setelah Perubahan Rp.
49.144.638.669,90
b. Retribusi Daerah 1) Semula Rp.
22.523.079.750,00
2) Bertambah Rp.
357.820.249,00
Jumlah Retribusi Daerah setelah Perubahan Rp.
22.880.899.999,00
c. Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan 1) Semula Rp.
9.433.328.703,60
2) Bertambah Rp.
2.195.448.552,25
Jumlah Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan setelah Perubahan Rp.
11.628.777.255,85
d. Lain-lain pendapatan asli daerah yang sah 1) Semula Rp.
8.352.683.409,22
2) Bertambah Rp.
765.123.126,05
Jumlah Lain-lain pendapatan asli daerah yang sah setelah Perubahan Rp.
9.117.806.535,27
xi
(3) Dana perimbangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b, terdiri dari jenis pendapatan :
a. Dana Bagi Hasil Pajak/Bukan Pajak
1) Semula Rp.
84.083.187.439,00
2) Bertambah Rp.
2.292.909.700,60
Jumlah Dana Bagi Hasil setelah Perubahan Rp.
86.376.097.139,60
b. Dana Alokasi Umum 1) Semula Rp.
471.747.530.000,00
2) Berkurang Rp.
(8.320.000,00) Jumlah Dana Alokasi Umum setelah Perubahan Rp.
471.739.210.000,00
c. Dana Alokasi Khusus 1) Semula Rp.
20.597.000.000,00
2) Bertambah/ (berkurang) Rp.
- Jumlah Dana Alokasi Khusus setelah perubahan Rp.
20.597.000.000,00
(4) Lain-lain pendapatan daerah yang sah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c, terdiri dari jenis pendapatan :
a. Dana Bagi Hasil Pajak dari Propinsi dan Pemerintah Daerah Lainnya
1) Semula Rp.
52.312.366.182,82
2) Bertambah Rp.
4.986.484.200,00
Jumlah Dana Bagi Hasil setelah Perubahan Rp.
57.258.850.382,82
b. Dana Penyesuaian dan otonomi khusus
1) Semula Rp.
- 2) Bertambah Rp.
- Jumlah Dana Bagi Hasil setelah Perubahan Rp.
-
xii
c. Bantuan keuangan dari propinsi atau pemerintah daerah lainnya
1) Semula Rp.
-
2) Bertambah Rp.
30.738.545.000,00
Jumlah Dana Bagi Hasil setelah Perubahan Rp.
30.738.545.000,00
Pasal 3
(1) Belanja daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1, terdiri dari :
a. Belanja tidak langsung 1) Semula Rp.
446.757.645.127,64
2) Bertambah Rp.
1.243.997.675,05
Jumlah Belanja tidak langsung setelah Perubahan Rp.
448.001.642.802,69
b. Belanja langsung 1) Semula Rp.
337.284.953.187,26
2) Bertambah Rp.
53.912.021.358,89
Jumlah Belanja langsung setelah Perubahan Rp.
391.196.974.546,15
(2) Belanja tidak langsung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, terdiri dari jenis belanja :
a. Belanja pegawai 1) Semula Rp.
385.938.487.218,28
2) Berkurang Rp.
(8.520.784.700,00)
Jumlah belanja pegawai setelah Perubahan Rp.
377.417.702.518,28
b. Belanja bunga 1) Semula Rp.
2.146.989.033,57
2) Bertambah Rp.
- Jumlah belanja bunga setelah Perubahan Rp.
2.146.989.033,57
xiii
c. Belanja hibah 1) Semula Rp.
481.36.430.500,00
2) Bertambah Rp.
9.600.000.000,00
Jumlah belanja bunga setelah Perubahan Rp.
57.736.430.500,00
d. Belanja bantuan sosial 1) Semula Rp.
8.875.500.000,00
2) Bertambah Rp.
1.000.000.000,00
Jumlah belanja bantuan sosial setelah Perubahan Rp.
9.875.500.000,00
e. Belanja bagi hasil 1) Semula Rp.
100.000.000,00
2) Bertambah Rp.
- Jumlah belanja bagi hasil setelah Perubahan Rp.
100.000.000,00
f. Belanja tidak terduga 1) Semula Rp.
1.560.238.375,79
2) Berkurang Rp.
(835.217.624,95)
Jumlah belanja tidak terduga setelah Perubahan Rp.
725.020.750,84
(3) Belanja langsung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b, terdiri dari jenis belanja :
a. Belanja pegawai 1) Semula Rp.
43.141.990.946,29
2) Bertambah Rp.
3.563.777.221,00
Jumlah belanja pegawai setelah Perubahan Rp.
46.705.768.167,29
xiv
b. Belanja barang dan jasa 1) Semula Rp.
104.786.367.261,72
2) Bertambah Rp.
10.374.607.931,89
Jumlah belanja barang dan jasa setelah Perubahan Rp.
115.160.975.193,61
c. Belanja modal 1) Semula Rp.
189.356.594.979,25
2) Bertambah Rp.
39.763.636.206,00
Jumlah belanja modal setelah Perubahan Rp.
229.120.231.185,25
Pasal 4
(1) Pembiayaan daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1, terdiri dari :
a. Penerimaan sejumlah 1) Semula Rp.
71.505.930.575,00
2) Bertambah Rp.
12.915.008.206,04
Jumlah penerimaan setelah Perubahan Rp.
84.420.938.781,04
b. Pengeluaran sejumlah 1) Semula Rp.
2.704.146.414,64
2) Bertambah Rp.
2.000.000.000,00
Jumlah pengeluaran setelah Perubahan Rp.
4.704.146.414,64
xv
(2) Penerimaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, terdiri dari jenis pembiayaan :
a. SiLPA tahun anggaran sebelumnya sejumlah 1) Semula Rp.
44.505.930.575,00
2) Bertambah Rp.
14.915.008.206,04
Jumlah SiLPA tahun anggaran sebelumya setelah Perubahan Rp.
59.420.938.781,04
b. Penerimaan Pinjaman daerah tahun anggaran sebelumnya sejumlah 1) Semula Rp.
27.000.000.000,00
2) Berkurang Rp.
(2.000.000.000,00)
Jumlah SiLPA tahun anggaran sebelumya setelah Perubahan Rp.
25.000.000.000,00
(3) Pengeluaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b, terdiri dari jenis pembiayaan :
a. Pembentukan dana cadangan sejumlah 1) Semula Rp.
- 2) Bertambah Rp.
- Jumlah Pembentukan dana cadangan setelah Perubahan Rp.
-
b. Penyertaan modal (investasi) pemerintah daerah sejumlah 1) Semula Rp.
1.500.000.000,00
2) Bertambah Rp.
2.000.000.000,00
Jumlah Penyertaan modal (investasi) pemerintah daerah setelah Perubahan Rp.
3.500.000.000,00
c. Pembayaran pokok utang sejumlah 1) Semula Rp.
1.204.146.414,64
2) Bertambah Rp.
-
Jumlah Pembayaran pokok utang setelah Perubahan Rp.
1.204.146.414,64
xvi
Pasal 5
(1) Dalam keadaan mendesak Pemerintah Kota Malang dapat mengeluarkan pengeluaran yang belum tersedia anggarannya, yang selanjutnya diusulkan dalam Rancangan Perubahan APBD.
(2) Apabila program dan kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), terjadi setelah Perubahan APBD ditetapkan, maka Pemerintah Kota Malang menyampaikannya dalam laporan realisasi anggaran atau LRA.
(3) Kriteria belanja untuk keperluan mendesak sebagaimana dimaksud pada ayat (1), mencakup :
a. program dan kegiatan pelayanan dasar masyarakat yang anggarannya belum tersedia dalam tahun anggaran berjalan;
b. program dan kegiatan DAK dan/atau spesifik grant lainnya yang bersumber dari transfer ke daerah dalam APBN, dan/atau bantuan Keuangan dari Provinsi yang dananya diterima setelah APBD ditetapkan;
c. keperluan mendesak lainnya yang apabila ditunda akan menimbulkan kerugian yang lebih besar bagi Pemerintah Daerah dan masyarakat.
Pasal 6
(1) Dalam keadaan darurat Pemerintah Kota Malang dapat melakukan pengeluaran yang belum tersedia anggarannya, yang selanjutnya diusulkan dalam Rancangan Perubahan APBD.
(2) Pendanaan keadaan darurat yang belum tersedia anggarannya sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dapat menggunakan belanja tidak terduga.
(3) Kriteria belanja untuk keperluan keadaan darurat sebagaimana dimaksud pada ayat (1), mencakup :
a. bencana alam;
b. bencana sosial seperti wabah penyakit menular/pandemi;
c. penanganan kerusuhan diluar kemampuan kendali Pemerintah Daerah yang dapat mengancam stabilitas penyelenggaraan Pemerintahan Daerah;
xvii
(4) Dalam hal belanja tidak terduga tidak mencukupi untuk membiayai kriteria belanja sebagaimana dimaksud pada ayat (3), dapat dilakukan dengan cara :
a. menggunakan dana dari hasil penjadwalan ulang capaian target kinerja program dan kegiatan lainnya dalam tahun anggaran berjalan;
b. memanfaatkan uang kas yang tersedia;
Pasal 7
Program dan kegiatan yang bersifat mendesak dan / atau dalam keadaan darurat dapat dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Malang dengan terlebih dahulu melakukan perubahan Peraturan Walikota tentang Penjabaran APBD dengan persetujuan Pimpinan DPRD.
xviii
Pasal 8
Uraian lebih lanjut Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1, sebagaimana tercantum dalam lampiran yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini, terdiri atas :
1. Lampiran I :
Ringkasan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.
2. Lampiran II :
Ringkasan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah menurut Urusan Pemerintahan Daerah dan Organisasi SKPD.
3. Lampiran III :
Rincian Perubahan APBD Menurut Urusan Pemerintahan Daerah, Organisasi SKPD, Pendapatan, Belanja dan Pembiayaan.
4. Lampiran IV :
Rekapitulasi Perubahan Belanja Menurut Urusan Pemerintahan Daerah, Organsiasi SKPD, Program dan Kegiatan.
5. Lampiran V :
Rekapitulasi Perubahan Belanja Daerah untuk keselarasan dan keterpaduan Urusan Pemerintahan Daerah dan Fungsi Dalam Kerangka Pengelolaan Keuangan Negara.
6. Lampiran VI :
Daftar Perubahan Jumlah Pegawai Per Golongan dan Per Jabatan.
7. Lampiran VII :
Laporan Keuangan Pemerintah Daerah yang telah ditetapkan dengan Peraturan Daerah.
8. Lampiran VIII :
Daftar kegiatan-kegiatan tahun anggaran sebelumnya yang belum diselesaikan dan dianggarkan kembali dalam tahun anggaran ini.
9. Lampiran IX :
Daftar Pinjaman Daerah dan Obligasi Daerah.
Pasal 9
Walikota MENETAPKAN Peraturan Walikota tentang Perubahan Penjabaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah sebagai landasan operasional pelaksanaan.
xix
Pasal 10
Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah Kota Malang.
Diundangkan di Malang pada tanggal 3 9 - 2009 SEKRETARIS DAERAH KOTA MALANG, ttd.
Drs. BAMBANG DH. SUYONO, M.Si
Pembina Utama Muda NIP. 19520620 198002 1 002 Ditetapkan di Malang pada tanggal 3 9 - 2009 WALIKOTA MALANG, ttd Drs. PENI SUPARTO, M.AP LEMBARAN DAERAH KOTA MALANG TAHUN 2009 NOMOR 3 SERI A Salinan Sesuai Dengan Aslinya KEPALA BAGIAN HUKUM, SORAYA GODAVARI, SH, M.Si
Pembina Tingkat I NIP. 19560809 198603 2 003
