Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2013 tentang PERUBAHAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2013
Pasal 1
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2013 sebagai berikut :
1. Pendapatan :
a. Semula Rp. 5.092.599.934.103,-
b. Bertambah Rp. 162.644.219.341,-
Jumlah pendapatan setelah perubahan Rp. 5.255.244.153.444,-
2. Belanja :
a. Semula Rp. 5.720.099.162.102,-
b. Bertambah Rp. 235.228.386.088,-
Jumlah belanja setelah perubahan Rp. 5.955.327.548.190,-
Defisit setelah perubahan (Rp. 700.083.394.746,-)
3. Pembiayaan :
a. Penerimaan
1) Semula Rp. 643.971.896.469,-
2) Bertambah Rp. 161.447.496.469,-
Jumlah penerimaan setelah perubahan Rp. 805.419.392.938,-
b. Pengeluaran
1) Semula Rp. 16.472.668.470,-
2) Bertambah Rp. 2.510.238.900,-
Jumlah pengeluaran setelah perubahan Rp. 18.982.907.370,-
Jumlah pembiayaan netto setelah perubahan Rp. 786.436.485.568,-
Sisa lebih pembiayaan Anggaran setelah perubahan
Rp. 86.353.090.822,-
Pasal 2
(1) Pendapatan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 terdiri dari :
a. Pendapatan Asli Daerah
1) Semula Rp. 2.570.793.944.555,-
2) Bertambah Rp. 86.315.282.040,-
Jumlah pendapatan asli daerah setelah perubahan
Rp. 2.657.109.226.595,-
b. Dana Perimbangan
1) Semula Rp. 1.523.841.223.096,-
2) Bertambah Rp. 43.208.640.750,-
Jumlah dana perimbangan setelah perubahan Rp. 1.567.049.863.846,-
c. Lain-lain pendapatan daerah yang sah
1) Semula Rp. 997.964.766.452,-
2) Bertambah Rp. 33.120.296.551,-
Jumlah lain-lain pendapatan daerah yang sah setelah perubahan
Rp. 1.031.085.063.003,-
(2) Pendapatan asli daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdiri dari jenis pendapatan :
a. Pajak daerah
1) Semula Rp. 2.098.292.666.000,-
2) Bertambah Rp. 20.000.000.000,-
Jumlah Pajak daerah setelah perubahan Rp. 2.118.292.666.000,-
b. Retribusi daerah
1) Semula Rp. 221.303.062.247,-
2) Bertambah Rp. 13.893.739.606,-
Jumlah retribusi daerah setelah perubahan Rp. 235.196.801.853,-
c. Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan
1) Semula Rp. 92.461.561.125,-
2) Bertambah Rp. 19.505.117.211,-
Jumlah hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan setelah perubahan
Rp. 111.966.678.336,-
d. Lain-lain pendapatan asli daerah yang sah
1) Semula Rp. 158.736.655.183,-
2) Bertambah Rp. 32.916.425.223,-
Jumlah lain-lain pendapatan asli daerah setelah perubahan
Rp. 191.653.080.406,-
(3) Dana perimbangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b terdiri dari jenis pendapatan :
a. Dana bagi hasil
1) Semula Rp. 295.634.740.096,-
2) Bertambah Rp. 43.208.640.750,-
Jumlah dana bagi hasil setelah perubahan Rp. 338.843.380.846,-
b. Dana alokasi umum
1) Semula Rp.1.160.025.693.000,-
2) Bertambah/ (berkurang) Rp. 0,-
Jumlah dana alokasi umum setelah perubahan
Rp. 1.160.025.693.000,-
c. Dana alokasi khusus
1) Semula Rp. 68.180.790.000,-
2) Bertambah/ (berkurang) Rp. 0,-
Jumlah dana alokasi khusus setelah perubahan
Rp. 68.180.790.000,-
(4) Lain-lain pendapatan daerah yang sah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c terdiri dari jenis pendapatan :
a. Hibah
1) Semula Rp. 0,-
2) Bertambah/ (berkurang) Rp. 0,-
Jumlah pendapatan hibah setelah perubahan
Rp. 0,-
b. Dana darurat
1) Semula Rp. 0,-
2) Bertambah/ (berkurang)
Rp. 0,-
Jumlah dana darurat setelah perubahan Rp. 0,-
c. Dana bagi hasil pajak
1) Semula Rp. 661.107.493.688,-
2) Bertambah Rp. 3.043.091.964,-
Jumlah dana bagi hasil pajak setelah perubahan
Rp. 664.150.585.652,-
d. Dana penyesuaian dan otonomi khusus
1) Semula Rp. 334.460.943.736,-
2) Bertambah Rp. 25.450.941.264,-
Jumlah dana penyesuaian dan otonomi khusus setelah perubahan
Rp. 359.911.885.000,-
e. Bantuan keuangan dari provinsi atau dari pemerintah daerah lainnya
1) Semula Rp. 0,-
2) Bertambah Rp. 6.173.385.000,-
Jumlah bantuan keuangan dari provinsi atau dari pemerintah daerah lainnya setelah perubahan
Rp. 6.173.385.000,-
f. Dana bagi hasil lainnya
1) Semula Rp. 2.396.329.028,-
2) (berkurang) (Rp. 1.639.034.677,-)
Jumlah Dana bagi hasil lainnya Rp. 757.294.351,-
g. Dana Insentif Daerah
1) Semula Rp. 0,-
2) Bertambah Rp. 91.913.000,-
Jumlah Dana bagi hasil lainnya Rp. 91.913.000,-
Pasal 3
(1) Belanja Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 terdiri dari :
a. Belanja Tidak Langsung
1) Semula Rp. 1.961.927.690.732,-
2) Bertambah Rp. 101.319.410.190,-
Jumlah belanja tidak langsung setelah perubahan
Rp. 2.063.247.100.922,-
b. Belanja Langsung
1) Semula Rp. 3.758.171.471.370,-
2) Bertambah Rp. 133.908.975.898,-
Jumlah belanja langsung setelah perubahan Rp. 3.892.080.447.268,-
(2) Belanja Tidak Langsung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdiri dari jenis belanja :
a. Belanja pegawai
1) Semula Rp. 1.708.378.288.132,-
2) Bertambah Rp. 50.092.760.000,-
Jumlah belanja pegawai setelah perubahan Rp. 1.758.471.048.132,-
b. Belanja bunga
1) Semula Rp. 0,-
2) Bertambah Rp. 1.226.354.437,-
Jumlah belanja bunga setelah perubahan Rp. 1.226.354.437,-
c. Belanja subsidi
1) Semula Rp. 0,-
2) Bertambah / (berkurang)
Rp. 0,-
Jumlah belanja subsidi setelah perubahan Rp. 0,-
d. Belanja hibah
1) Semula Rp. 235.325.228.371,-
2) Bertambah Rp. 49.585.387.023,-
Jumlah belanja hibah setelah perubahan Rp. 284.910.615.394,-
e. Belanja bantuan sosial
1) Semula Rp. 1.651.000.000,-
2) Bertambah / (berkurang)
Rp. 0,-
Jumlah belanja bantuan sosial setelah perubahan
Rp. 1.651.000.000,-
f. Belanja bagi hasil
1) Semula Rp. 4.673.174.229,-
2) Bertambah Rp. 414.908.730,-
Jumlah belanja bagi hasil setelah perubahan Rp. 5.088.082.959,-
g. Belanja bantuan keuangan
1) Semula Rp. 1.900.000.000,-
2) Bertambah / (berkurang)
Rp. 0,-
Jumlah belanja bantuan keuangan setelah perubahan
Rp. 1.900.000.000,-
h. Belanja tidak Terduga
1) Semula Rp. 10.000.000.000,-
2) Bertambah / (berkurang)
Rp. 0,-
Jumlah belanja tidak terduga setelah perubahan
Rp. 10.000.000.000,-
(3) Belanja Langsung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b terdiri dari jenis belanja :
a. Belanja pegawai
1) Semula Rp. 418.044.632.488,-
2) Bertambah Rp. 32.307.047.843,-
Jumlah belanja pegawai setelah perubahan Rp. 450.351.680.331,-
b. Belanja barang dan jasa
1) Semula Rp. 1.608.107.422.736,-
2) Bertambah Rp. 86.264.584.847,-
Jumlah belanja barang dan jasa setelah perubahan
Rp. 1.694.372.007.583,-
c. Belanja modal
1) Semula Rp. 1.732.019.416.146,-
2) Bertambah Rp. 15.337.343.208,-
Jumlah belanja modal setelah perubahan Rp. 1.747.356.759.354,-
Pasal 4
(1) Pembiayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 terdiri dari:
a. Penerimaan
1) Semula Rp. 643.971.896.469,-
2) Bertambah Rp. 161.447.496.469,-
Jumlah penerimaan setelah perubahan Rp. 805.419.392.938,-
b. Pengeluaran
1) Semula Rp. 16.472.668.470,-
2) Bertambah Rp. 2.510.238.900,-
Jumlah pengeluaran setelah perubahan Rp. 18.982.907.370,-
(2) Penerimaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdiri dari jenis pembiayaan :
a. SiLPA tahun anggaran sebelumnya
1) Semula Rp. 643.971.896.469,-
2) Bertambah
Rp. 161.447.496.469,-
Jumlah SiLPA tahun anggaran sebelumnya setelah perubahan
Rp. 805.419.392.938,-
b. Pencairan dana cadangan
1) Semula Rp. 0,-
2) Bertambah / (berkurang)
Rp. 0,-
Jumlah pencairan dana cadangan setelah perubahan
Rp. 0,-
c. Hasil penjualan kekayaan daerah yang dipisahkan
1) Semula Rp. 0,-
2) Bertambah / (berkurang)
Rp. 0,-
Jumlah hasil penjualan kekayaan daerah yang dipisahkan setelah perubahan
Rp. 0,-
d. Penerimaan pinjaman daerah
1) Semula Rp. 0,-
2) Bertambah / (berkurang)
Rp. 0,-
Jumlah penerimaan pinjaman daerah setelah perubahan
Rp. 0,-
e. Penerimaan kembali pemberian pinjaman
1) Semula Rp. 0,-
2) Bertambah / (berkurang)
Rp. 0,-
Jumlah penerimaan kembali pemberian pinjaman setelah perubahan
Rp. 0,-
f. Penerimaan piutang daerah
1) Semula Rp. 0,-
2) Bertambah / (berkurang)
Rp. 0,-
Jumlah penerimaan piutang daerah setelah perubahan
Rp. 0,-
(3) Pengeluaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b terdiri dari jenis pembiayaan :
a. Pembentukan dana cadangan
1) Semula Rp. 0,-
2) Bertambah / (berkurang)
Rp. 0,-
Jumlah pembentukan dana cadangan setelah perubahan
Rp. 0,-
b. Penyertaan modal (investasi) pemerintah 1) Semula Rp. 16.472.668.470,-
2) Bertambah Rp. 2.500.000.000,-
Jumlah penyertaan modal (investasi) pemerintah daerah setelah perubahan
Rp. 18.972.668.470,-
c. Pembayaran pokok utang
1) Semula Rp. 0,-
2) Bertambah Rp. 10.238.900,-
Jumlah pembayaran cicilan pokok utang yang jatuh tempo setelah perubahan
Rp. 10.238.900,-
d. Pemberian pinjaman daerah
1) Semula Rp. 0,-
2) Bertambah / (berkurang)
Rp. 0,-
Jumlah pemberian pinjaman daerah setelah perubahan
Rp. 0,-
Pasal 5
Uraian lebih lanjut Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1, tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini, terdiri dari :
1. Lampiran I : Ringkasan Perubahan APBD;
2. Lampiran I A : Urusan Kas dan Perhitungan;
3. Lampiran II : Ringkasan Perubahan APBD menurut Urusan Pemerintahan Daerah dan Organisasi SKPD;
4. Lampiran III : Rincian Perubahan APBD menurut Urusan Pemerintahan
Daerah, Organisasi SKPD, Pendapatan, Belanja dan Pembiayaan;
5. Lampiran IV : Rekapitulasi Perubahan Belanja Menurut Urusan Pemerintahan Daerah, Organisasi SKPD, Program dan Kegiatan;
6. Lampiran V : Rekapitulasi Perubahan Belanja Daerah untuk Keselarasan dan Keterpaduan Urusan Pemerintahan Daerah dan Fungsi Dalam Kerangka Pengelolaan Keuangan Negara;
7 . Lampiran VI : Daftar Perubahan Jumlah Pegawai Per Golongan dan Per Jabatan;
8. Lampiran VII : Laporan Keuangan Pemerintah Daerah yang telah ditetapkan dengan Peraturan Daerah;
9. Lampiran VIII :
Daftar kegiatan-kegiatan tahun anggaran sebelumnya yang belum diselesaikan dan dianggarkan kembali dalam tahun anggaran ini;
10. Lampiran IX :
Daftar Pinjaman Daerah dan Obligasi Daerah.
Pasal 6
Walikota MENETAPKAN Peraturan Walikota tentang Penjabaran Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah sebagai landasan operasional pelaksanaan.
Pasal 7
Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah Kota Surabaya.
Ditetapkan di Surabaya
pada tanggal 28 Oktober 2013
WALIKOTA SURABAYA,
ttd
TRI RISMAHARINI
Diundangkan di ...........
Diundangkan di Surabaya pada tanggal 28 Oktober 2013 SEKRETARIS DAERAH KOTA SURABAYA, ttd.
HENDRO GUNAWAN LEMBARAN DAERAH KOTA SURABAYA TAHUN 2013 NOMOR 8 Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BAGIAN HUKUM, MT. EKAWATI RAHAYU, SH, MH.
P e m b i n a NIP. 19730504 199602 2 001
