TATA CARA PENIMBUNAN, PEMASUKAN, PENGELUARAN,
Ditetapkan: 2015-01-01
Pasal 2
Barang kena cukai yang bclum dilunasi cukainya dapat
ditimbun dalam Tempat Penimbunan Sementara atau Tempat
Penimbunan Berikat.
Pasa13
Barang kena cukai yang bclum dilunasi cukainya yang
digunakan scbagai bahan baku atau bahan penolong dalam
pembuatan barang hasil akhir yang merupakan barang kena
cukai, dapat ditimbun di dalamPabrik.
---
Pasal 4
**(1) Atas barang kena cukai yang ditimbun di dalam Pabrik**
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3, Pengusaha Pabrik
yang merupakan orang pribadi yang tidak dikukuhkan
sebagai pengusaha kena pajak, mempunyai kewajiban:
- menyelenggarakan pencatatan atas pemasukan,
pcnimbunan, dan pcmakaian barang kena cukai pada
Catatan Sediaan Barang Kena Cukai Sebagai Bahan
Baku Atau Bahan Penolong Produksi Barang Kena
Cukai Lainnya (CSCK-7);
- mencmpatkan sedemikian rupa barang kena cukai yang
dipcrgunakan sebagai bahan baku atau bahan pcnolong
dan hasil produksinya di dalam tempat atau ruangan
sccara terpisah sehingga dapat dikctahui jenis dan
jumlah barang kena cukai yang bclum dilunasi cukainya
yang dipcrgunakan sebagai bahan baku atau bahan
penolong;
- membuat laporan penggunaan/persediaan barang kena
cukai setiap bulan dengan menggunakan Laporan
Pcnggunaan/Persediaan Barang Kena Cukai Dengan
Fasilitas Tidak Dipungut Cukai (LACK-1); d\;1-n
- menyerahkan laporan sebagaimana dimaksud pada
huruf c kepada Kepala Kantor yang mcngawasi Pabrik
dengan tcmbusan Dircktur ,Jenderal u.p. Direktur Cukai
paling lambat tanggal 10 (sepuluh) bulan berikutnya.
**(2) Atas barang kena cukai yang ditimbun di dalam Pabrik**
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3, Pengusaha Pabrik
yang telah dikukuhkan scbagai pcngusaha kcna pajak,
mempunyai kcwajiban:
- menyelenggarakan pencatatan atas pcmasukan,
pcnimbunan, dan pcmakaian barang kena cukai
tersebut sesuai dengan ketentuan pembukuan di bidang
cukai;
- mcncmpatkan sedemikian rupa barang kena cukai yang
dipergunakan sebagai bahan baku atau bahan penolong
dan hasil produksinya di dalam tcmpat atau ruangan
sccara tcrpisah schingga dapat diketahui jenis dan
jumlah barang kcna cukai yang belum dilunasi cukainya
yang dipcrgunakan sebagai bahan baku atau bahan
pcnolong;
- mcmbuat laporan penggunaan/persediaan barang kena
cukai sctiap bulan dcngan menggunakan Laporan
Pcnggunaan/Perscdiaan Barang Kena Cukai Dengan
Fasilitas Tidak Dipungut Cukai (LACK-1); dan
- menyerahkan laporan sebagaimana dimaksud pada
huruf (c) kepada Kepala Kantor yang mcngawasi Pabrik
dcngan tcmbusan Dircktur Jcndcral u.p. Direktur Cukai
paling lambat tanggal 10 (scpuluh) bulan berikutnya.
---
**(3) Kctcntuan mcngcnai pcngusaha kcna pajak sebagaimana**
dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) mcngikuti kctentuan
peraturan pcrundang-undangan di bidang perpajakan.
Pasal5
Setiap pemasukan barang kcna cukai kc Pabrik atau Tempat
Penyimpanan wajib diberitahukan olch Pengusaha Pabrik atau
Pcngusaha Tempat Pcnyimpanan kepada Kepala Kantor yang
mcngawasi Pabrik atauTempat Pcnyimpanan dengan dokumen
Pemberitahuan Mutasi Ba,ang Kena Cukai (CK-5).
Pasal 6
**(1) Sctiap pengeluaran barang kena cukai dari Pabrik atau**
Tempat Penyimpanan wajib dibcritahukan oleh Pengusaha
Pabrik atau Pcngusaha Tcmpat Pcnyimpanan kcpada
Kcpala Kantor yang mengawasi Pabrik atau Tempat
Pcnyimpanan dengan dokumcn Pcmberitahuan Mutasi
Barang Kena Cukai (CK-5).
**(2) Atas Pengeluaran barang kcna cukai asal impor dari**
Kawasan Pabean di pelabuhan pcmasukan, importir wajib
melampirkan pcmbcritahuan pcmasukan barang kena
cukai berupa dokumcn Pcmbcritahuan Mutasi Barang
Kena Cukai (CK-5) dari Kantor yang mcngawasi Pabrik,
Tempat Penyimpanan, atau importir.
**(3) Dikecualikan dari kcwajiban mcmbcritahukan**
scbagaimana dimaksud pada ayat (1) atau melampirkan
pemberitahuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2),
dalam hal barang kena cukai berupa hasil tcmbakau yang
sudah dilunasi cukainya.
Pasal 7
**(1) Pcjabat bea dan cukai dapat mclakukan pcngawasan**
langsung tcrhadap:
- pcmasukan atau pcngcluaran barang kena cukai
bcrupa ctil alkohol kc atau dari Pabrik atau Tcmpat
Pcnyimpanan; atau
- pemasukan atau pengeluaran barang kena cukai
bcrupa minuman yang mengandung etil alkohol dcngan
kadar bcrapapun kc atau dari Pabrik.
**(2) Pejabat bea dan cukai dapat mcngawasi pcmasukan atau**
pengeluaran barang kena cukai bcrupa hasil tembakau ke
atau dariPabrik.
**(3) Pengawasan terhadap pemasukan atau pengeluaran**
barang kcna cukai sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dan ayat (2) dilakukan berdasarkan perintah Kepala
Kantor yang mcngawasiPabrik atauTempatPcnyimpanan.
---
**(4) Dalam ha! pemasukan atau pengeluaran barang kena**
cukai dilakukan di bawah pcngawasan pejabat bea dan
cukai scbagaimana dimaksud pada ayat (1), yang menjadi
dasar untuk membukukan dalam buku rekening barang
kena cukai adalah yang didapati oleh pejabat bea dan
cukai yang bersangkutan.
Pasal 8
**(1) Dalam keadaan darurat karcna adanya kcbakaran, banjir,**
atau bencana alam lainnya, barang kena cukai yang belum
dilunasi cukainya yang bcrada di dalam Pabrik atau
Tempat Penyimpanan dapat dikeluarkan atau dipindahkan
ke Pabrik, Tempat Penyimpanan atau tempat lainnya tanpa
dilindungi dokumen Pemberitahuan Mutasi Barang Kena
Cukai (CK-5).
**(2) Pcngcluaran atau pemindahan barang kena cukai**
scbagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib diberitahukan
sccara tcrtulis kepada Kepala Kantor yang mengawasi
Pabrik atau Tempat Penyimpanan paling lambat 6 (enam)
hari kerja setelah hari dimulainya pengeluaran atau
pemindahan barang kena cukai tersebut.
**(3) Tata cara pcngcluaran atau pemindahan barang kcna cukai**
dari Pabrik atau Tempat Penyimpanan dalam keadaan
darurat dilakukan sesuai Lampiran I yang merupakan
bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Direktur Jenderal
ini
Pasal 9
**(1) Pcngangkutan barang kcna cukai yang belum dilunasi**
cukainya, baik dalam keadaan tclah dikcmas dalam
kemasan untuk pcnjualan eceran maupun dalam keadaan
curah atau dikcmas dalam kcmasan bukan untuk
pcnjualan eceran, wajib dilindungi dcngan dokumen
Pemberitahuan Mutasi Barang Kena Cukai (CK-5).
**(2) Pcngangkutan barang kcna cukai yang wajib dilindungi**
dengan Pemberitahuan Mutasi Barang Kena Cukai (CK-5)
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:
- pengangkutan barang kena cukai dari Pabrik atau
Tcmpat Penyimpanan ke Pabrik atau Tcmpat
Pcnyimpanan lainnya dengan fasilitas tidak dipungut
cukai;
- pcngangkutan barang kcna cukai dari Kawasan Pabean,
Tcmpat Pcnimbunan Scmcntara, atau Tempat
Pcnimbunan Berikat kc Pabrik atau Tempat
Pcnyimpanan dcngan fasilitas tidak dipungut cukai;
- pcngangkutan barang kcna cukai dari Pabrik atau
Tcmpat Pcnyimpanan dcngan tujuan untuk diekspor
dcngan fasilitas tidak dipungut cukai;
- pcngangkutan hasil tembakau dari tcmpat pembuatan
di luar Pabrik kc dalam Pabrik dan scbaliknya;
---
- pengangkutan barang kena cukai dari Pabrik atau
Tempat Penyimpanan kc Tempat Penimbunan Berikat
dengan fasilitas pembebasan cukai;
- pengangkutan barang kena cukai dari Kawasan Pabean,
Tempat Penimbunan Sementara, atau Tempat
Penimbunan Berikat ke Tempat Penimbunan Berikat
dengan fasilitas pembebasan cukai;
- pengangkutan etil alkohol dari Pabrik atau Tempat
Penyimpanan untuk digunakan sebagai bahan baku
atau bahan penolong dalam pembuatan barang hasil
akhir yang bukan merupakan barang kena eukai
dengan fasilitas pembebasan cukai;
- pengangkutan etil alkohol dari Kawasan Pabean,
Ternpat Penimbunan Sementara atau Tempat
Penimbunan Berikat untuk digunakan sebagai bahan
baku atau bahan penolong dalam pembuatan barang
hasil akhir yang bukan merupakan barang kena cukai
dengan fasilitas pembebasan eukai;
1. pengangkutan etil alkohol yang telah dirusak sehingga
tidak baik untuk diminum dari Pabrik dengan fasilitas
pembebasan cukai;
J. pengangkutan barang kena eukai dari Pabrik atau
Tempat Penyimpanan dengan fasilitas pembebasan
cukai untuk:
1. keperluan penclitian dan pengembangan ilmu
pengetahu an;
1. keperluan perwakilan negara asing beserta para
pejabatnya yang bertugas di Indonesia berdasarkan
asas timbal balik;
1. keperluan tenaga ahli bangsa asing yang bertugas
pada badan atau orgamsas1 internasional di
Indonesia;
1. tujuan sosial; dan
1. dikonsumsi oleh penumpang dan awak sarana
pengangkut yang berangkat langsung kc luar
Daerah Pabean.
- pengangkutan barang kena cukai dari Kawasan Pabean
atau Tempat Penimbunan Sementara, dengan fasilitas
pembebasan cukai untuk:
1. keperluan penelitian dan pengembangan ilmu
pengetahuan; dan
1. tujuan sosial.
1. pengangkutan barang kena cukai dari toko bebas bea
dengan fasilitas pembebasan cukai untuk:
1. kepcrluan perwakilan negara asing beserta para
pejabatnya yang bertugas di Indonesia berdasarkan
asas timbal balik; dan
1. keperluan tenaga ahli bangsa asing yang bertugas
pada badan atau organisasi internasional di
Indonesia.
---
- pengangkutan barang kena cukai bcrupa minuman
mengandung etil alkohol dan/atau hasil tembakau dari
Kawasan Pabcan atau Tcmpat Penimbunan Sementara
yang diimpor oleh importir atas pesanan dari
pengusaha pcngangkutan atau pcngusaha jasa boga
(catering) untuk dikonsumsi oleh pcnumpang dan awak
sarana pcngangkut yang berangkat langsung kc luar
DacrahPabcan dcnganfasilitas pembcbasan cukai.
**(3) Dikccualikan dari kcwajiban dilindungi dcngan dokumen**
Pemberitahuan Mutasi Barang Kena Cukai (CK-5)
sebagaimana dimaksud pada ayat (1), yaitu terhadap
pengangkutan barang kcna cukai bcrupa:
- tcmbakau iris yang dibuat dari tcmbakau hasil
tanaman di Indonesia yang tidak dikcmas untuk
penjualan cceran atau dikcmas untuk pcnjualan cceran
dengan bahan pcngcmas tradisional yang lazim
dipergunakan, apabila dalam pcmbuatannya tidak
dicampur atau ditambah dcngan tcmbakau yang
berasal dari luar negeri atau bahan lain yang lazim
dipergunakan dalam pcmbuatan hasil tcmbakau
dan/atau pada kemasannya ataupun tembakau irisnya
tidak dibubuhi merek dagang, ctiket, atau yang sejcnis
itu;
- minuman yang mengandung etil alkohol hasil peragian
atau penyulingan yang dibuat olch rakyat di Indonesia
secara sederhana, semata- mata uri'tuk mata
pencaharian dan tidak dikemas untuk pcnjualan
eccran.
Pasal 10
**(1) Pengangkutan barang kena cukai bcrupa ctil alkohol atau**
minuman mengandung ctil alkohol yang sudah dilunasi
cukainya, dan pengangkutan barang kena cukai yang
sudah dilunasi cukainya untuk dimusnahkan atau diolah
kembali, wajib dilindungi dengan dokumcn Pemberitahuan
Mutasi Barang Kena Cukai (CK-5).
**(2) Pengangkutan barang kena cukai yang wajib dilindungi**
dengan Pemberitahuan Mutasi Barang Kena Cukai (CK-5)
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mcliputi:
- pengangkutan barang kena cukai berupa etil alkohol
dari Pabrik, Tempat Pcnyimpanan, Kawasan Pabcan,
Tcmpat Penimbunan Scmcntara, atau Tcmpat
Penimbunan Berikat;
- pengangkutan barang kcna cukai berupa minuman
mengandung etil alkohol dari Pabrik, Tempat
Penimbunan Sementara atau Tempat Pcnimbunan
Bcrikat;
- pengangkutan barang kena cukai dari pcredaran bebas
kc Pabrik untuk dimusnahkan atau diolah kembali;
- pcngangkutan barang kcna cukai dari pcredaran bebas
kc tcmpat lain d1 luar Pabrik untuk dimusnahkan
dalam rangka pcngcmbalian cukai.
---
Pasal 11
**(1) Pengangkutan barang kena cukai yang sudah dilunasi**
cukainya, dari pcnyalur ke tempat lain di peredaran bebas,
berupa minuman mengandung ctil alkohol dengan kadar
berapapun dalam jumlah lcbih dari 6 (enam) liter wajib
dilindungi dengan dokumen Pelindung Pengangkutan Etil
Alkohol/Minuman Mengandung Etil Alkohol yang Sudah
Dilunasi Cukainya di Pcrcdaran Bcbas (CK-6).
**(2) Pengangkutan barang kena cukai yang sudah dilunasi**
cukainya, dari tempat penjualan eccran ke tempat lain di
peredaran bebas, yang terdiri dari:
- etil alkohol dalam jumlah lebih dari 6 (enam) liter; atau
- minuman mengandung etil alkohol dengan kadar lebih
dari 5% (lima perseratus) dalam jumlah lebih dari 6
(enam) liter,
wajib dilindungi dengan dokumen Pelindung Pengangkutan
Etil Alkohol/Minuman Mcngandung Etil Alkohol yang
Sudah Dilunasi Cukainya di Pcrcdaran Bebas (CK-6).
**(3) Pengangkutan barang kena cukai scbagaimana dimaksud**
pada ayat (1) clan ayat (2) wajib dilaporkan kepada Kepala
Kantor yang mengawasi penyalur atau tempat penjualan
cccran setiap bulan paling lambat pada hari kesepuluh
bulan berikutnya dengan menggunakan formulir laporan
pengangkutan etil alkohol/minuman yang mengandung
etil alkohol yang sudah dilunasi cukainya di peredaran
bebas sesuai dengan contoh format sebagaimana
ditetapkan dalam Lampiran II Peraturan Menteri Keuangan
Nomor 226/PMK.04/2014 ten tang Penimbunan,
Pemasukan, Pengeluaran, dan Pcngangkutan Barang Kena
Cukai.
**(4) Dalam ha! Pejabat Bea dan Cukai menemukan jumlah**
dan/ atau jcnis barang kena cukai yang berbeda antara
CK-6 dengan yang sebenarnya pada proses kegiatan
pengangkutannya, selisih lcbihnya dianggap tidak
dilindungi Dokumen Cukai.
Pasal 12
Pemberitahuan Mutasi Barang Kena Cukai (CK-5)
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5, Pasal 6 ayat (1) dan
ayat (2), Pasal 9 ayat (2), dan Pasal 10 ayat (2) berlaku sebagai
dokumen:
- pemberitahuan pemasukan, pembcritahuan pengeluaran,
dan sckaligus sebagai pelindung pcngangkutan barang
kena cukai dalam ha!:
1. pcngcluaran dan pengangkutan barang kcna cukai dari
Pabrik atau Tempat Penyimpanan dcngan tujuan
dimasukkan ke Pabrik atau Tcmpat Penyimpanan
lainnya dengan fasilitas tidak dipungut cukai; atau
1. pengeluaran dan pengangkutan hasil tembakau dari
tempat pcmbuatan di luar Pabrik dengan tujuan
dimasukkan kc dalam Pabrik dan scbaliknya;
---
" 9"
- pcmbcritahuan pengcluaran dan pclindung pcngangkutan
barang kena cukai dalam ha!:
1. pengeluaran dan pengangkutan barang kena cukai dari
Pabrik atau Tcmpat Pcnyimpanan dengan tujuan untuk
dickspor dengan fasilitas tidak dipungut cukai;
1. pengeluaran dan pcngangkutan barang kena cukai dari
Pabrik atau Tempat Penyimpanan dengan tujuan ke
Tempat Penimbunan Berikat dengan fasilitas
pembebasan cukai;
1. pengeluaran dan pengangkutan etil alkohol dari Pabrik
atau Tempat Penyimpanan untuk digunakan sebagai
bahan baku atau bahan penolong dalam pembuatan
barang hasil akhir yang bukan mcrupakan barang kena
cukai dengan fasilitas pembebasan cukai;
1. pengeluaran dan pcngangkutan etil alkohol yang telah
dirusak sehingga tidak baik untuk diminum dari Pabrik
dengan fasilitas pembebasan cukai;
1. pengeluaran dan pengangkutan barang kcna cukai dari
Pabrik atau Tempat Penyimpanan dengan fasilitas
pcmbebasan cukai untuk:
- keperluan penelitian dan pengembangan ilmu
pengetahuan;
- keperluan perwakilan negara asing beserta para
pejabatnya yang bertugas di Indonesia berdasarkan
asas timbal balik;
- keperluan tenaga ahli bangsa asing yang bertugas
pada badan '1.tau orgamcas1 internasional di
Indonesia;
- tujuan sosial; dan
- dikonsumsi oleh penumpang dan awak sarana
pengangkut yang berangkat langsung kc luar Daerah
Pabean.
1. pengeluaran dan pengangkutan barang kena cukai
berupa etil alkohol yang sudah dilunasi cukainya dari
Pabrik, Tcmpat Pcnyimpanan; atau
1. pengeluaran dan pengangkutan barang kena cukai
berupa minuman mengandung etil alkohol yang sudah
dilunasi cukainya dari Pabrik.
- pemberitahuan pemasukan dan pclindung pengangkutan
barang kena cukai dalam ha!:
1. pengangkutan barang kcna cukai dari Kawasan Pabean,
Tempat Penimbunan Semcntara, atau Tempat
Penimbunan Berikat dengan tujuan dimasukkan ke
Pabrik atau Tempat Penyimpanan dengan fasilitas tidak
dipungut cukai; atau
1. pcngangkutan barang kena cukai dari peredaran bebas
dengan tujuan dimasukkan ke Pabrik untuk
dimusnahkan atau diolah kembali.
---
- pclindung pcngangkutan barang kcna cukai dalam hal:
1. pengangkutan barang kcna cukai dari Kawasan Pabean,
Tempat Penimbunan Semcntara, atau Tempat
Penimbunan Berikat ke Tempat Penimbunan Berikat
dcngan fasilitas pembebasan cukai;
1. pengangkutan etil alkohol dari Kawasan Pabean,
Ternpat Penimbunan Sementara atau Ternpat
Penimbunan Berikat untuk digunakan sebagai bahan
baku atau bahan penolong dalam pembuatan barang
hasil akhir yang bukan mcrupakan barang kena cukai
dengan fasilitas pembcbasan cukai;
1. pengangkutan barang kena cukai dari Kawasan Pabean
atau Tempat Penimbunan Scmcntara, dengan fasilitas
pembebasan cukai untuk keperluan penelitian dan
pengembangan ilmu pcngctahuan, serta untuk tujuan
sosial;
1. pengangkutan barang kena cukai dari toko bebas bea
dengan fasilitas pembebasan cukai untuk keperluan
pcrwakilan negara asing beserta para pejabatnya yang
bertugas di Indonesia berdasarkan asas timbal balik
dan keperluan tenaga ahli bangsa asing yang bertugas
pada badan atau organisasi internasional di Indonesia;
1. pcngangkutan barang kena cukai bcrupa minuman
mcngandung etil alkohol dan/atau hasil tembakau dari
Kawasan Pabean atau Tcmpat Pcnimbunan Scmentara
yang diimpor olch importir atas pcsanan dari
pcngusaha pcngangkutan atau pcngusaha jasa boga
(catering) untuk dikonsumsi olch pcnumpang dan awak
sarana pengangkut yang bcrangkat langsung kc luar
Dacrah Pabcan dcngan fasilitas pcmbcbasan cukai;
1. pcngangkutan barang kcna cukai bcrupa ctil alkohol
dan minuman mcngandung etil alkohol yang sudah
dilunasi cukainya dari Kawasan Pabcan, Tempat
Penimbunan Sementara atau Tempat Pcnimbunan
Bcrikat; atau
1. pengangkutan barang kcna cukai yang sudah dilunasi
cukainya dari pcrcdaran bcbas kc tempat lain di luar
Pabrik untuk dimusnahkan dalam rangka
pcngcmbalian cukai,
baik yang bcrada dalam pcngawasan satu kantor maupun
dalam pcngawasan kantor lain.
Pasal 13
( 1) Pcmbcritahuan Mutasi Barang Kena Cukai (CK-5) dan
Pelindung Pcngangkutan Etil Alkohol/Minuman
Mengandung Etil Alkohol yang Sudah Dilunasi Cukainya di
Peredaran Bebas (CK-6) disampaikan dalam bentuk tulisan
di atas formulir atau dalam bentuk data elcktronik.
**(2) Pembcritahuan Mutasi Barang Kena Cukai (CK-5) dalam**
bentuk data clektronik scbagaimana dimaksud pada ayat
**(1) dilakukan pcncetakan sctclah pcnctapan jangka waktu**
pcngangkutan olch Pejabat Bea dan Cukai.
---
- II -
**(3) Pclindung Pengangkutan Etil Alkohol/Minuman**
Mengandung Etil Alkohol yang Sudah Dilunasi Cukainya di
Peredaran Bebas (CK-6) dalam bentuk data elektronik
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan pencetakan
setelah mendapat nomor pendaftaran.
**(4) Hasil cetak sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat**
**(3) digunakan untuk melindungi pcngangkutan.**
Pasal 14
**(1) Pengangkutan barang kcna cukai dilaksanakan dalam**
jangka waktu yang ditetapkan dalam dokumen
Pembcritahuan Mutasi Barang Kena Cukai (CK-5).
**(2) Dalam hal terdapat hambatan yang menyebabkan**
pengangkutan barang kena cukai tidak selesai
dilaksanakan dalam jangka waktu sebagaimana ditetapkan
dalam dokumen Pemberitahuan Mutasi Barang Kena Cukai
(CK-5), pengusaha dapat meminta perpanjangan jangka
waktu.
**(3) Pcrpanjangan jangka waktu pcngangkutan sebagaimana**
dimaksud pada ayat (2) dcngan mcngajukan permohonan
kepada Kepala Kantor yang mengawasi wilayah tempat
barang kcna cukai sebelum jangka waktu pengangkutan
berakhir dengan menyebutkan alasannya.
**(4) Kepala Kantor yang mcmberikan persetujuan**
perpanjangan, dalam jangka waktu paling lama 5 (lima)
hari kerja harus membcritahukan persetujuan
perpanjangan kepada Kepala Kantor tempat dokumen
Pemberitahuan Mutasi Barang Kena Cukai (CK-5) diajukan.
Pasal 15
**(1) Pcmbcritahuan Mutasi Barang Kena Cukai (CK-5) harus**
disclesaikan pada SAC-8 atau ditcrima kcmbali oleh Kantor
tcmpat dokumen Pemberitahuan Mutasi Barang Kena
Cukai (CK-5) diajukan, paling lambat 14 (empat belas) hari
kerja setelah jangka waktu pengangkutan barang kena
eukai scbagaimana dimaksud dalam Pasal 14 ayat (1).
**(2) Dalam hal ketentuan pada ayat (1) tidak dipenuhi, maka**
pengajuan Pembcritahuan Mutasi Barang Kena Cukai
(CK-5) bcrikutnya tidak dilayani.
Pasal 16
**(1) Pejabat Bea dan Cukai dapat melakukan pembatalan**
terhadap Pemberitahuan Mutasi Barang Kena Cukai (CK-5),
dalam hal:
- tanggal Surat. Setoran Pabean Cukai dan Pajak
(SSPCP) mclcbihi tanggal dokumen Pemberitahuan
Mutasi Barang Kena Cukai (CK-5) untuk barang kena
cukai yang dilunasi dengan cara pembayaran; atau
- permohonan Pengusaha yang bcrsangkutan.
---
- 1 2 -
**(2) Pembatalan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)**
disampaikan secara tertulis dcngan memuat alasan
pembatalan Pemberitahuan Mutasi Barang Kena Cukai
(CK-5).
**(3) Pembatalan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b**
dapat dilakukan, dalam hal:
- belum dilakukan pengeluaran barang kena cukai dari
tempat asal kc tempat tujuan; dan
- belum dilakukan perekaman pengeluaran barang kena
cukai pada Sistem Aplikasi Cukai Sentralisasi (SAC-S).
Pasal 17
**(1) Pejabat Bea dan Cukai dapat melakukan pembatalan**
terhadap dokumen Pelindung Pengangkutan Etil
Alkohol/Minuman Mengandung Etil Alkohol yang Sudah
Dilunasi Cukainya di Percdaran Bcbas (CK-6) berdasarkan
permohonan pengusaha.
**(2) Pembatalan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)**
disampaikan oleh pengusaha secara tertulis dengan
memuat alasan pembatalan dokumen Pelindung
Pengangkutan Etil Alkohol/Minuman Mengandung Etil
Alkohol yang Sudah Dilunasi Cukainya di Peredaran Bebas
(CK-6).
**(3) Pcmbatalan sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1 ) dapat**
dilakukan dalam hal belum dilakukan pengeluaran barang
kena cukai dari tempat asal kc tempat tujuan.
Pasal 18
Dalam ha! Kantor yang mengawasi tcmpat tujuan, tempat
penimbunan terakhir, pelabuhan muat, pelabuhan singgah
terakhir, atau kawasan pabean di pelabuhan pemasukan
belum menerapkan Sistem Aplikasi Cukai Sentralisasi (SAC-SJ,
proses perekaman penyelesaian Pcmbcritahuan Mutasi Barang
Kena Cukai (CK-5) dilakukan di Kantor tempat dokumen
Pembcritahuan Mutasi Barang Kena Cukai (CK-5) diajukan.
Pasal 19
Dalam hal SAC-S tidak dapat digunakan sctclah Jccurun waktu
4 (empat) jam, untuk kelancaran pelayanan, Kepala Kantor
dapat melaksanakan pelayanan sccara manual dengan
menerbitkan surat tugas pclayanan manual.
Pasal 20
**(1) Terhadap saldo barang kena cukai dengan fasilitas**
pembebasan cukai atau fasilitas tidak dipungut cukai yang
bcrada ditempat penimbunan pcngguna fasilitas yang tidak
lagi menggunakan fasilitas pembebasan cukai atau fasilitas
tidak dipungut cukai, dapat dikembalikan ke pemasok
dcngan dilindungi Pcmberitahuan Mutasi Barang Kena
Cukai (CK-5).
---
**(2) Pcmberitahuan Mutasi Barang Kena Cukai (CK-5)**
scbagaimana dimaksud pada ayat ( 1 ) diajukan oleh
pemasok kc Kantor yang mengawasi pemasok.
Pasal 21
( 1) Tata cara pemasukan, pengeluaran, dan pengangkutan
barang kena cukai serta penyampaian dan peyelcsaian
Pemberitahuan Mutasi Barang Kena Cukai (CK-5) pada
Kantor yang mcnerapkan SAC-S, sesuai Lampiran II yang
merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan
Direktur ,Jenderal ini.
**(2) Tata cara pemasukan, pengcluaran, dan pengangkutan**
barang kcna cukai scrta pcnyampaian dan peyelesaian
Pembcritahuan Mutasi Barang Kena Cukai (CK-5) pada
Kantor yang bclum mencrapkan SAC-S, sesuai Lampiran III
yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan
Dircktur Jcnderal ini.
**(3) Tata cara penyampaian dan penyelesaian dokumen**
Pclindung Pcngangkutan Etil Alkohol/Minuman
Mcngandung Etil Alkohol yang Sudah Dilunasi Cukainya di
Pcredaran Bebas (CK-6) dalam bentuk data elektronik
dcngan menerapkan SAC-S, sesuai Lampiran IV yang
merupakan bagian tidak tcrpisahkan dari Peraturan
Direktur Jenderal ini.
**(4) Tata cara pcnyampaian dan pcnyelesaian dokumen**
Pclindung Pengangkutan Etil Alkohol/Minuman
Mcngandung Etil Alkohol yang Sudah Dilunasi Cukainya di
Percdaran Bebas (CK-6) dalam bcntuk tulisan di atas
formulir, sesuai Lampiran V yang mcrupakan bagian tidak
terpisahkan dari Peraturan Direktur Jenderal ini.
**(5) Tata cara pengisian Pcmberitahua.1 Mutasi Barang Kena**
Cukai (CK-5) dan Pcmberitahuan Pengangkutan Etil
Alkohol/Minuman Mengandung Etil Alkohol yang Sudah
Dilunasi Cukainya di Peredaran Bcbas (CK-6) sesuai
