(1) Apabila sesudah menerima petikan Keputusan Menteri Kehakiman pemohon meninggal dunia, sedang ia belum mengucapkan sumpah atau janji setia, maka isteri dan anak-anaknya yang belum berumur 18 (delapan belas) tahun dan belum kawin memperoleh kewarganegaraan Republik INDONESIA apabila isteri mengajukan permohonan untuk itu.
Permohonan tidak dapat diajukan apabila dengan memperoleh kewarganegaraan Republik INDONESIA isteri tersebut masih mempunyai kewargaNegaraan negara lain.
Bukti-bukti dan syarat-syarat lain yang diajukan oleh suami dapat dipergunakan sebagai lampiran surat permohonan isteri.
(2) Ketentuan yang dimaksud Pasal 3, Pasal 4, Pasal 5, dan Pasal 6 berlaku
dalam hal ini.
(3) Keputusan Menteri Kehakiman yang memberikan kembali kewarganegaraan Republik INDONESIA mulai berlaku pada hari pemohonan mengucapkan sumpah atau janji setia dihadapan Kepala Perwakilan Republik INDONESIA dan berlaku surut sejak tanggal Keputusan Menteri Kehakiman yang memberikan kembali kewarganegaraan Republik INDONESIA kepada suami.
(4) Keputusan Menteri Kehakiman yang memberikan kembali kewarganegaraan Republik INDONESIA yang suaminya meninggal dunia seperti tersebut dalam ayat (1) berlaku juga bagi anak-anaknya yang belum berumur 18 (delapan belas) tahun atau belum kawin yang mempunyai hubungan kekeluargaan dengan suami.