(1) Rapat paripurna memenuhi kuorum apabila:
- dihadiri oleh sekurang-kurangnya 3/4 (tiga perempat)
dari jumlah anggota DPRD untuk mengambil
persetujuan atas pelaksanaan hak angket dan hak
menyatakan pendapat serta untuk mengambil
51
www.djpp.depkumham.go.id
---
keputusan mengenai usul pemberhentian kepala daerah
dan/atau wakil kepala daerah;
- dihadiri oleh sekurang-kurangnya 2/3 (dua pertiga) dari
jumlah anggota DPRD untuk memberhentikan pimpinan
DPRD serta untuk menetapkan peraturan daerah dan
APBD; atau
- dihadiri oleh lebih dari 1/2 (satu perdua) jumlah
anggota DPRD untuk rapat paripurna DPRD selain rapat
sebagaimana dimaksud pada huruf a dan huruf b.
(2) Keputusan rapat paripurna sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) dinyatakan sah apabila:
- disetujui oleh sekurang-kurangnya 2/3 (dua pertiga) dari
jumlah anggota DPRD yang hadir, untuk rapat
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a;
- disetujui oleh lebih dari 1/2 (satu perdua) jumlah
anggota DPRD yang hadir, untuk rapat sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) huruf b; atau
- disetujui dengan suara terbanyak, untuk rapat
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c.
(3) Apabila kuorum sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
tidak terpenuhi, rapat ditunda paling banyak 2 (dua) kali
dengan tenggang waktu masing-masing tidak lebih dari
1 (satu) jam.
(4) Apabila pada akhir waktu penundaan rapat sebagaimana
dimaksud pada ayat (3) kuorum belum juga terpenuhi,
pimpinan dapat menunda rapat paling lama 3 (tiga) hari
atau sampai waktu yang ditetapkan oleh Badan
Musyawarah.
(5) Apabila setelah penundaan sebagaimana dimaksud pada
ayat (4), kuorum sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
belum juga terpenuhi, terhadap ketentuan sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) huruf a, dan huruf b untuk
pelaksanaan hak angket, hak menyatakan pendapat dan
52
www.djpp.depkumham.go.id
---
memberhentikan pimpinan DPRD serta menetapkan
peraturan daerah, rapat tidak dapat mengambil keputusan
dan rapat paripurna DPRD tidak dapat diulang lagi.
(6) Apabila setelah penundaan sebagaimana dimaksud pada
ayat (4), kuorum sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
belum juga terpenuhi, terhadap ketentuan sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) huruf b untuk menetapkan APBD,
rapat tidak dapat mengambil keputusan dan
penyelesaiannya diserahkan kepada Menteri Dalam Negeri
untuk provinsi dan kepada gubernur untuk
kabupaten/kota.
(7) Apabila setelah penundaan sebagaimana dimaksud pada
ayat (4), kuorum sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
belum juga terpenuhi, terhadap ketentuan sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) huruf c, cara penyelesaiannya
diserahkan kepada pimpinan DPRD dan pimpinan fraksi.
(8) Setiap penundaan rapat, dibuat berita acara penundaan
rapat yang ditandatangani oleh pimpinan rapat.