Dalam Peraturan Pemerintah ini yang dimaksud dengan:
1. Undang-Undang adalah Undang-Undang Nomor 11
Tahun 1995 tentang Cukai sebagaimana telah diubah
dengan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang
Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995
tentang Cukai.
1. Cukai adalah pungutan negara yang dikenakan
terhadap barang-barang tertentu yang mempunyai sifat
atau karakteristik yang ditetapkan dalam Undang-
Undang.
1. Penegahan adalah tindakan yang dilakukan oleh Pejabat Bea dan Cukai untuk:Perundang-undangan
- menunda pengeluaran, pemuatan, atau Peraturan
pengangkutanditjen terhadap barang kena cukai dan/atau barang lainnya yang terkait dengan
barang kena cukai; dan/atau
- mencegah keberangkatan sarana pengangkut.
1. Penyegelan adalah tindakan yang dilakukan oleh
Pejabat Bea dan Cukai untuk mengunci, menyegel,
dan/atau melekatkan tanda pengaman.
1. Pengangkut adalah orang, kuasanya, atau yang
bertanggung jawab atas pengoperasian sarana
pengangkut yang mengangkut barang dan/atau orang.
1. Audit Cukai adalah serangkaian kegiatan pemeriksaan
laporan keuangan, buku, catatan dan dokumen yang
menjadi bukti dasar Pembukuan, dan dokumen lain
yang berkaitan dengan kegiatan usaha, termasuk data
elektronik, serta surat yang berkaitan dengan kegiatan
di bidang Cukai dan/atau sediaan barang dalam rangka
pelaksanaan ketentuan perundang-undangan di bidang
Cukai.
1. Pembukuan ...
---
www.djpp.depkumham.go.id
1. Pembukuan adalah suatu proses pencatatan yang
dilakukan secara teratur untuk mengumpulkan data
dan informasi yang meliputi dan mempengaruhi
keadaan harta, utang, modal, pendapatan, dan biaya
yang secara khusus menggambarkan jumlah harga
perolehan dan penyerahan barang dan/atau jasa, yang
kemudian diikhtisarkan dalam laporan keuangan.
1. Pencatatan adalah proses pengumpulan dan penulisan
data secara teratur tentang pemasukan, produksi, dan
pengeluaran barang kena cukai, dan penerimaan,
pemakaian, dan pengembalian pita cukai atau tanda
pelunasan cukai lainnya.
1. Menteri adalah Menteri Keuangan Republik Indonesia.
1. Direktur Jenderal adalah Direktur Jenderal Bea dan
Cukai.
1. Pejabat Bea dan Cukai adalah pegawai Direktorat
Jenderal Bea dan Cukai yang ditunjuk dalam jabatan
tertentu untuk melaksanakan tugas tertentu Perundang-undangan berdasarkan Undang-Undang.
Peraturan
ditjen BAB II
PENINDAKAN
Bagian Kesatu
Umum
