Dalam Undang-undang ini yang dimaksudkan dengan :
(1)
"tempat kerja" ialah tiap ruangan atau lapangan, tertutup atau
terbuka, bergerak atau tetap, dimana tenaga kerja bekerja, atau yang
sering dimasuki tenaga kerja untuk keperluan suatu usaha dan di
mana terdapat sumber atau sumber-sumber bahaya sebagaimana
diperinci dalam pasal 2;
termasuk tempat kerja ialah semua ruangan, lapangan, halaman dan
sekelilingnya
yang
merupakan
bagian-bagian
atau
yang
berhubungan dengan tempat kerja tersebut;
(2)
"pengurus" ialah orang yang mempunyai tugas memimpin langsung
sesuatu tempat kerja atau bagiannya yang berdiri sendiri;
(3)
"pengusaha" ialah :
a. orang atau badan hukum yang menjalankan sesuatu usaha milik
sendiri dan untuk keperluan itu mempergunakan tempat kerja;
b. orang atau badan hukum yang secara berdiri sendiri menjalankan
sesuatu
usaha
bukan
miliknya
dan
untuk
keperluan
itu
mempergunakan tempat kerja;
c. orang atau badan hukum, yang di Indonesia mewakili
orang
atau badan hukum termaksud pada (a) dan (b), jikalau yang
diwakili berkedudukan di luar Indonesia.
(4)
"direktur" ialah pejabat yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja
untuk melaksanakan Undang-undang ini;
(5) ”pegawai ...
PRESIDEN
REPUBLIK INDONESIA
(5)
"pegawai pengawas" ialah pegawai teknis berkeahlian khusus dari
Departemen Tenaga Kerja;
(6)
"ahli keselamatan kerja" ialah tenaga teknis berkeahlian khusus dari
luar Departemen Tenaga Kerja yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga
Kerja untuk mengawasi ditaatinya Undang-undang ini.
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang KESELAMATAN KERJA
Pasal 1
Pasal 5
Cukup jelas.
Pasal 6.
Cukup jelas.
Panitia Banding ialah Panitia Teknis, yang anggota-anggotanya terdiri dari ahli-ahli
dalam bidang yang diperlukan.
Pasal 7.
Cukup jelas.
Pasal 8.
Cukup jelas.
Pasal 9.
Cukup jelas.
PRESIDEN
REPUBLIK INDONESIA
Pasal 10.
Ayat (1).
Panitia
Pembina
Keselamatan
dan
Kesehatan
Kerja
bertugas
memberi
pertimbangan dan dapat membantu pelaksanaan usaha pencegahan kecelakaan
dalam,perusahaan yang bersangkutan serta dapat memberikan penjelasan dan
penerangan efektif pada para pekerja yang bersangkutan.
Ayat (2).
Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja merupakan suatu Badan
yang terdiri dari unsur-unsur penerima kerja, pemberi kerja dan pemerintah
(tripartite).
Pasal 11.
Cukup jelas.
Pasal 12.
Cukup jelas.
Pasal 13.
Yang dimaksud dengan barang siapa ialah setiap orang baik yang bersangkutan
maupun tidak bersangkutan dengan pekerjaan di tempat kerja itu.
Pasal 14.
Cukup jelas.
Pasal 15.
Cukup jelas.
Pasal 16.
Cukup jelas.
PRESIDEN
REPUBLIK INDONESIA
Pasal 17.
Peraturan-peraturan
Keselamatan
Kerja
yang
ditetapkan
berdasarkan
veiligheidsreglement 1910 dianggap ditetapkan berdasarkan Undang-undang ini
sepanjang tidak bertentangan dengannya.
Pasal 18.
Cukup jelas.
--------------------------------
CATATAN
Kutipan:
LEMBARAN
NEGARA
DAN
TAMBAHAN
LEMBARAN
NEGARA
TAHUN 1972 YANG TELAH DICETAK ULANG
