Ayat 1. Siapa pun yang mengadakan undian apapun, harus lebih dahulu mendapat izin,
kecuali undian-undian yang dimaksudkan dalam pasal 2.
Ketentuan ini berlaku pula untuk suatu undian yang digabungkan dengan suatu
perbuatan lain, misalnya suatu permainan untung-untungan dihubungkan dengan suatu
perlombaan (sweepstake, pool olah-raga, dan sebagainya); atau apa yang lazim disebut
undian gratis, yaitu undian yang bersangkutan dengan penjualan barang atau karcis
masuk pasar malam, dan lain-lain.
Ayat 2.Peserta-peserta boleh mempengaruhi kemungkinan akan memperoleh hadiah,
tetapi kemungkinan itu tidak boleh tergantung semata-mata atau banyak daripada
kecakapan peserta-peserta. Jadi bukanlah undian suatu permainan yang keputusannya
tergantung banyak daripada tenaga dan fikiran peserta-peserta, umpamanya pertandingan
sepak bola, main catur, perlombaan renang, meskipun terdapat beberapa anasir yang tak
mungkin ditentukan semata-mata oleh peserta-peserta (keadaan-lapangan, keadaan
jasmani pemain-pemain, dan sebagainya). Bukanlah undian pula suatu permainan yang
keputusannya semata-mata dalam kuasa peserta-peserta, seperti sayembara.
Adapun sayembara harus dipersoalkan apa yang terpenting, memperoleh
hadiah dengan jalan menebak serta undi (sayembara mudah), atau membuangkan tenaga
untuk menebak baik, berikut boleh mendapat hadiah secara langsung atau dengan jalan
undi kalau beberapa orang menebak baik (sayembara sukar).
Definisi tentang undian hanya mengatakan secara umum bilamana suatu
usaha dianggap menjadi "undian" menurut undang-undang ini.
Dalam undian "ikut serta" harus bertujuan kepada turut bersaingan untuk
memperoleh hadiah. Cara persaingan itu tidak dianggap penting, asal penunjukan hadiah
kepada peserta-peserta diadakan dengan undi atau dengan lain macam cara menentukan
untung yang tidak dapat dipengaruhi banyak oleh peserta-peserta.
Bilamana hendak turut bersaingan peserta-peserta terlebih itu terdiri atas
pembayaran sejumlah uang saja, atau membeli surat undian. Tetapi syarat-syarat itu dapat
pula terdiri atas pembelian beberapa barang.
Undang-undang ini tidak menyebutkan syarat-syarat untuk menjadi
peserta dalam suatu "undian"; jadi membayarkan sejumlah uang bukan suatu syarat
mutlak. Demikian penyelundupan peraturan-peraturan perihal turut serta dalam undian"
dapat dihindarkan. Penunjukan hadiah dapat tergantung daripada undi dalam arti yang
terbatas, tetapi juga umpamanya daripada suatu hal yang terjadi secara kebetulan saja.
Jika "undian" hanyalah berarti permainan-permainan yang
penyelesaiannya tergantung daripada undi atau - suatu kejadian yang ditentukan dengan
undi, pengertian undian akan diperbatas terlalu banyak. Akibatnya bahwa diberikan
kesempatan untuk rupa-rupa penyelundupan. Dengan perkataan hadiah berupa uang atau
benda diartikan pula segala rupa hadiah yang dapat dinilai dengan uang.
---
