Langsung ke konten

PENETAPAN BAGIAN VB (KEMENTRIAN PEREKONOMIAN) DARI

UU No. 38 Tahun 1957 berlaku

Ditetapkan: 1957-01-01

Pasal 1

Bagian VB (Kementerian Perekonomian) dari Anggaran Republik

Indonesia untuk tahun dinas 1954 ditetapkan seperti berikut-

BAGIAN VB

## BAB I (Pengeluaran)

5B.1 Kementerian dan pengeluaran umum ......... 8 075 900

5B.2 Direktorat Hubungan Ekonomi Luar Negeri ... 16 563 200

5B.3 Direktorat Perekonomian Rakyat ............ 357 000

5B.4 Jawatan Perekonomian Umum............. 11 622 300

5B.5 Yayasan Pemusatan Jaminan Kredit Rakyat (Ya

yasan Kredit) ............................. 1 350 500

5B.6 ...

---

PRESIDEN

5B.6 Jawatan Koperasi ....................... 24 743 800

5B.7 Direktorat Perdagangan dan Perindustrian .. 450 100

5B.8 Jawatan Perdagangan ....................... 15 330 600

5B.9 Jawatan Perindustrian ..................... 34 304 500

5B.10 Perkembangan Perindustrian ................ 104 500 000

5B.11 Kantor Pusat Pembelian .................... 6 142 500

5B.12 Kantor Pusat Statistik .................... 9 419 300

5B.13 Jawatan Tera .............................. 4 646 600

5B.14 Kantor Pengendalian Harga ................. 3 735 200

5B.15 Direktorat Pertambangan ................... 2 039 500

5B.16 Kantor Penjualan Hasil Tambang ............ 1 563 000

5B.17 Jawatan Pertambangan ...................... 5 815 600

5B.18 Jawatan Geologi ........................... 22 203 600

5B 19 Bank Rakyat Indonesia ..................... 533 500

5B 20 Yayasan Urusan Bahan Makanan .............. 500 586 100

5B.21 Yayasan Kopra ............................. 91 300

5B.22 Pengeluaran tak tersangka ................. 1 426 900

Jumlah ................ 775 501 000

(Tujuh ratus tujuh puluh lima juta lima ratus satu ribu rupiah).

## BAB II…

---

PRESIDEN

## BAB II (Penerimaan)

5B.1.1 Kementerian dan Penerimaan umum.

5B.I.1.1 Pembayaran kembali persekot-persekot gaji atau lain-lain

pendapatan.

2 Penerimaan uang langganan "Tbe Economic Review" dan

"Warta Ekonomi".

3 Penerimaan berhubung dengan pemasangan advertensi-

advertensi.

4 Penghasilan berhubung dengan penjualan surat-surat

pemberitahuan.

5 Pembayaran kembali persekot-persekot tak berbunga

berhubung dengan pembelian kendaraan bermotor.

5B.2.1 Direktorat Hubungan Ekonomi Luar Negeri.

5B.2.1.1 Penerimaan dari penjualan buku "Handelsadresboek" dan

advertensi-advertensi yang dimuatnya.

2 Penerimaan dari penjualan buku-buku.

5B.2A.1 Direktorat Perekonomian Rakyat.

5B.2A.1.1 Pembayaran kembali kredit kepada NV. Central Trading

Company.

5B.3 ...

---

PRESIDEN

5B.3.1. Yayasan Pemusatan Jaminan Kredit Rakyat (Yayasan Kredit).

5B.3.1.1 Pembayaran kembali pengeluaran yang telah dilakukan guna

keperluan para Pegawai Negeri pada Yayasan Kredit.

5B.4.1 Jawatan Koperasi.

5B.4.1.1 Pendapatan dari penjualan penerbitan-penerbitan Jawatan

Koperasi.

2 Pembayaran kembali kredit-kredit dan bunganya yang

diberikan kepada koperasi-koperasi desa.

3 Pembayaran kembali kredit-kredit yang diberikan untuk

mendirikan kembali bank-bank desa.

5B.5.1 Jawatan Perdagangan.

5B.5.1.1 Pendapatan penjualan penerbitan-penerbitan Jawatan

Perdagangan.

2 Penghasilan yang didapat dari pemberian-pemberian izin

ekspor.

3 Retribusi mengenai pemberian izin penimbunan barang-

barang.

5B.6 ...

---

PRESIDEN

5B.6.1 Jawatan Perindustrian.

5B.6.1.1 Penjualan perihal cat glasir (pernis) dan barang-barang

penghasilan Lembaga Keramik.

2 Penjualan barang-barang tekstil, alat-alat penenun dan lain-

lain alat keluaran Yayasan Tekstil dan pembayaran berhubung

dengan pekerjaan yang bersangkutan dengan itu.

3 Penghasilan (antaranya juga penjualan barang-barang cetak)

dari Kantor-kantor untuk Pembangunan Perindustrian.

4 Penghasilan Laboratorium Penyelidikan Ilmu Pisah (Kimia) di

Bogor berhubung dengan jasa-jasanya yang diberikan kepada

pihak ketiga.

5 Penghasilan Laboratorium Penyelidikan Ilmu Pisah (Kimia) di

Makasar dan Surabaya berhubung dengan jasa-jasanya yang

diberikan kepada pihak ketiga.

6 Penghasilan Pusat Balai Penyelidikan Teknik berhubung

dengan jasa-jasanya yang diberikan kepada pihak ketiga.

7 Penghasilan Laboratorium Penyelidikan Bahan-bahan

berhubung dengan jasa-jasanya yang diberikan kepada pihak

ketiga.

8 Penghasilan berhubung dengan adanya pembatasan

perusahaan perindustrian.

9 Penghasilan pengajaran-perindustrian yang diselenggarakan

oleh Penyelidikan Kimia, Teknologi, Kulit dan Batik.

10 Penghasilan Balai Penyelidikan Kulit di Yogyakarta

berhubung dengan jasa-jasanya yang diberikan kepada pihak

ketiga

11 Penghasilan...

---

PRESIDEN

11 Penghasilan Balai Penyelidikan Batik di Yogyakarta

berhubung dengan jasa-jasanya yang diberikan kepada pihak

ketiga.

12 Penerimaan berhubung dengan obyek-obyek perindustrian.

5B.7.1 Perkembangan Perindustrian.

5B.7.1.1 Pembayaran kembali oleh fihak ketiga berhubung dengan

persediaan modal bagi perusahaan-perusahaan besar.

2 Pembayaran kembali oleh fihak ketiga berhubung dengan

persediaan modal bagi perindustrian-perindustrian kecil.

3 Pembayaran kembali oleh fihak ketiga berhubung dengan

pemberian kredit bagi perindustrian.

4 Penerimaan kembali biaya eksploitasi pertama untuk

keperluan perindustrian kecil.

5B.8.1 Kantor Pusat Pembelian.

5B.8.1.1 Penerimaan berhubung dengan langganan-langganan atas

pengumuman dalam "Warta KAPP".

2 Penerimaan berhubung dengan pemasangan-pemasangan

advertensi.

5B.9.1 Kantor Pusat Statistik.

5B.9.1.1 Pendapatan penjualan penerbitan Kantor Pusat Statistik.

5B.10...

---

PRESIDEN

5B.10.1Jawatan Tera.

5B.10.1.1 Menera dan menera ulang ukuran dan timbangan, alat ukuran

dan alat timbangan.

2 Pembayaran kembali oleh pihak ketiga berhubung dengan

digunakannya alat-alat pengangkutan jawatan.

5B.11.1Kantor Pengendalian Harga.

5B.11.1.1 Penyetoran-penyetoran kelebihan harga yang tidak dapat

dikembalikan kepada pembeli.

5B.11A.1 Direktorat Pertambangan.

5B.11A.1.1 Pembayaran kembali kredit yang diberikan untuk usaha

menyelamatkan produksi Tambang Minyak Sumatera

Utara.

5B.12.1Kantor Penjualan Hasil Tambang.

5B.12.1.1 Perhitungan dengan Perusahaan Tambang Negara dan pihak

lain tentang ongkos-ongkos dari Kantor Penjualan.

2 Hasil penjualan batubara Amerika yang dibeli dan dibayar

dalam tahun 1947.

5B.13...

---

PRESIDEN

5B.13.1Jawatan Pertambangan.

5B.13.1.1 Bea tetap dan pajak konsesi tambang dan pajak izin

penyelidikan tambang, begitu pula retribusi-retribusi izin lain-

lain mengenai penggalian batu pelikan, jenis-jenis tanah dan

sebagainya.

2 Penerimaan lain-lain dari Jawatan Pertambangan.

5B.14.1Jawatan Geologi.

5B.14.1.1 Penggantian atas pertimbangan teknik/geologi.

2 Penggantian atas pekerjaan yang dilakukan oleh urusan

penjuluk tanah.

3 Penerimaan lain-lain.

5B.15.1Bank Rakyat Indonesia.

5B.15.1.1 Pembayaran kembali pengeluaran yang telah dilakukan guna

keperluan para Pegawai Negeri pada Bank Rakyat Indonesia.

5B.16.1Yayasan Urusan Bahan Makanan.

5B.16.1.1 Pembayaran kembali pengeluaran yang telah dilakukan guna

keperluan para Pegawai Negeri pada Yayasan Urusan Bahan

Makanan.

2 Penerimaan...

---

PRESIDEN

2 Penerimaan kembali dari Yayasan Urusan Bahan Makanan

berhubung dengan ikut-sertanya dalam pembelian bahan-

bahan makanan di Indonesia oleh Yayasan tersebut.

3 Penerimaan mengenai penyusutan yang dilakukan oleh

Yayasan Urusan Bahan Makanan atas barang-barang modal

yang lebih dahulu dibayar oleh Negara.

4 Penerimaan berhadapan dengan pengeluaran untuk pembelian

lain-lain bahan makanan.

5B.17.1Yayasan Kopra.

5B.17.1.1 Pembayaran kembali pengeluaran yang dilakukan guna

keperluan para Pegawai Negeri pada Yayasan Kopra.

5B.18.1Penggantian berhubung dengan pekerjaan-pekerjaan yang

dilakukan oleh Kementerian guna Yayasan Sipil.

5B.18.1.1 Penggantian berhubung dengan pekerjaan-pekerjaan yang

dilakukan oleh Kementerian guna Yayasan-yayasan Sipil.

---

PRESIDEN

DEVISEN.

5B.19.1 Andil retribusip-retribusi untuk izin-izin devisen.

5B.19.1.1 Andil retribusi-retribusi untuk izin-izin devisen.

5B.20.1Penerimaan Lain-lain.

5B.20.1.1 Penjualan barang-barang yang masih dapat dipakai yang

diperuntukkan jabatan-jabatan Negeri.

2 Penjualan barang-barang yang tak dapat dipakai dan yang

berkelebihan.

3 Penerimaan lain-lain sepanjang tidak termasuk penerimaan-

penerimaan lain dari pelbagai jawatan dan perusahaan.

Pasal 2

Undang-undang ini mulai berlaku pada hari diundangkan dan berlaku

surut sampai pada tanggal 1 Januari 1954.

Agar...

---

PRESIDEN

Agar supaya setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan

Undang-undang ini dengan penempatan dalam Lembaran-Negara

Republik Indonesia.

Disahkan di Jakarta

pada tanggal 26 Oktober 1957

Presiden Republik Indonesia,

ttd

SOEKARNO

Diundangkan

pada tanggal 13 Nopember 1957

Menteri Kehakiman

ttd

Menteri Perindustrian,

ttd

Menteri Perdagangan ai.,

ttd