Langsung ke konten

PENETAPAN BAGIAN VI (KEMENTRIAN PERTAHANAN) DARI ANGGARAN

UU No. 39 Tahun 1957 berlaku

Ditetapkan: 1957-01-01

Pasal 1

Bagian VI (Kementerian Pertahanan) dari Anggaran Republik Indonesia

untuk tahun dinas 1954 ditetapkan seperti berikut:

BAGIAN VI

## BAB I (Pengeluaran)

6.1 Kementerian dan pengeluaran umum .......... 100 000 000

6.1A Missi Militer Belanda ...................... 2 700 000

6.1B Demobilisan Pelajar ........................ 30 800 000

6.IC Corps Cadangan Nasional (CTN) .............. 116 130 000

6.2 Pengeluaran Angkatan Darat ................. 2 243 370 000

6.3 Pengeluaran...

---

PRESIDEN

6.3 Pengeluaran Angkatan Laut .................. 236 500 000

6.4 Pengeluaran Angkatan Udara ................. 270 500 000

6.5 Pengeluaran tak tersangka .................. Memori

=============

Jumlah ................. 3 000 000 000

(Tiga milyard rupiah).

## BAB II (Penerimaan)

6.1.1 Kementerian dan penerimaan umum.

6.1.1.1 Pembayaran kembali persekot.

2 Penjualan majalah dan lain-lain penerbitan.

3 Penerimaan dari potongan sewa rumah.

4 Penerimaan yang berhadap-hadapan dengan pengeluaran untuk

kesejahteraan (6.1.2.12).

5 Penerimaan dari potongan gaji anggota yang berdiam di

hotel/mess.

6.1.1.6 Penerimaan ganti kerugian.

7 Penjualan barang-barang peralatan (termasuk kendaraan yang

dibeli oleh pegawai).

8 Penerimaan berhubung dengan pemakaian kendaraan dinas.

9 Penerimaan umum lain-lain.

6.1.2 ...

---

PRESIDEN

6.1.2 Penerimaan khusus.

6.1.2.1 Penerimaan dari perusahaan rumah penjara tentara.

2 Penerimaan dari KHDP.

3 Penerimaan Atase Militer di Luar Negeri.

6.1A.1 Penerimaan Missi Militer Belanda.

6.1A.1.1 Penerimaan ganti kerugian

2 Penerimaan yang berhadap-hadapan dengan pengeluaran

untuk kesejahteraan (6.1A.4.13) dan 6.1A.7.13).

3 Penerimaan lain-lainnya.

6.1C.1 Penerimaan untuk CTN.

6.1C.1.1 Penerimaan pengembalian persekot.

2 Penjualan barang yang tidak digunakan lagi.

3 Penerimaan yang berhadapan dengan pengeluaran

kesejahteraan.

4 Penjualan barang-barang peralatan (termasuk kendaraan yang

dibeli oleh pegawai).

5 Penerimaan lain-lain.

6 Penerimaan berhubung dengan pemberian pinjaman uang

kepada anggota CTN.

6.2...

---

PRESIDEN

6.2.1 Penerimaan umum.

6.2.1.1 Pembayaran kembali persekot-persekot.

6.2.1.2 Penerimaan dari potongan gaji anggota-anggota yang berdiam di

hotel/mess.

3 Penerimaan ganti kerugian.

4 Penerimaan yang berhadap-hadapan dengan pengeluaran

6.2.2.14.

5 Penerimaan penjualan majalah, pedoman-pedoman dan

sebagainya.

6 Penerimaan dari perusahaan rumah penjara militer.

6.2.2 Penerimaan Dinas Topografi.

6.2.2.1 Penerimaan penggantian ongkos-ongkos pekerjaan topografi

untuk pihak ketiga (ump. P.3 THI).

2 Penerimaan lain-lain Dinas Topografi.

6.2.3 Penerimaan Dinas Peralatan.

6.2.3.1 Penjualan barang-barang peralatan (termasuk kendaraan yang

dibeli oleh pegawai).

6.2.3.2 Penerimaan penggantian ongkos-ongkos pekerjaan DTT untuk

pihak ketiga.

3 Penerimaan berhubung dengan pemakaian mobil dinas oleh

anggota Angkatan Darat.

6.2.4...

---

PRESIDEN

6.2.4 Penerimaan Pabrik Senjata dan Mesiu.

6.2.4.1 Penjualan barang-barang Pabrik Senjata Mesiu.

2 Penerimaan penggantian ongkos pekerjaan Pabrik Senjata Mesiu

untuk pihak ketiga.

6.2.5 Penerimaan Dinas Perbekalan.

6.2.5.1 Penjualan barang-barang perbekalan.

2 Penerimaan berhubung dengan penerimaan pemakaian barang-

barang perbekalan.

6.2.6 Penerimaan Jawatan Kesehatan.

6.2.6.1 Penerimaan berhubung dengan pemberian obat-obatan dan lain-

lain barang Jawatan Kesehatan.

2 Penerimaan penggantian ongkos perawatan dokter.

3 Penerimaan lain-lain Jawatan Kesehatan.

6.2.7 Penerimaan Genie.

6.2.7.1 Penjualan barang-barang Genie yang tidak berguna lagi.

2 Penerimaan berhubung dengan pemakaian materiaal Genie.

3 Penerimaan penggantian ongkos-ongkos pekerjaan Genie untuk

pihak ketiga.

4 Penerimaan sewa rumah, tanah dan gedung-gedung.

6.2.8 Penerimaan Dinas Angkutan.

6.2.8.1 Penerimaan penggantian ongkos-ongkos angkutan yang

diselenggarakan oleh Dinas Angkutan untuk pihak ketiga.

2 Penjualan alat-alat Angkutan yang sudah tidak digunakan lagi.

6.2.9 Penerimaan Dinas Kesejahteraan.

6.2.9.1...

---

PRESIDEN

6.2.9.1 Pengambilan modal Dinas Kesejahteraan.

2 Penjualan barang-barang ransum.

3 Penjualan barang-barang inventaris Jakad yang tidak dipakai

lagi.

6.3.1 Penerimaan umum.

6.3.1.1 Pembayaran kembali persekot.

2 Penerimaan dari potongan gaji anggota-anggota yang berdiam di

hotel/mess.

3 Penerimaan ganti kerugian.

4 Penerimaan yang berhadap-hadapan dengan pengeluaran untuk

kesejahteraan pegawai.

5 Penerimaan penjualan majalah, pedoman-pedoman dan

sebagainya.

6 Penerimaan berhubung dengan perawatan dokter.

6.3.1.7 Penerimaan lain-lain untuk Angkatan Laut.

6.3.2 Dinas Hydrografi.

6.3.2.1 Penerimaan berhubung dengan perkabaran, pengumuman dan

sebagainya.

6.3.3 Materieel Angkatan Laut.

6.3.3.1 Penerimaan dari penjualan alat-alat dan sebagainya.

2 Penjualan barang-barang peralatan (termasuk kendaraan yang

dibeli oleh pegawai).

6.3.4...

---

PRESIDEN

6.3.4 Perbekalan Angkatan Laut.

6.3.4.1 Penerimaan dari penjualan barang-barang perbekalan dan

sebagainya.

6.3.5 Kesehatan Angkatan Laut.

6.3.5.1 Penerimaan dari Scheikundig Laboratorium.

2 Penerimaan berhubung dengan pemberian obat-obat dan barang-

barang lain dari Kesehatan Angkatan Laut.

6.3.6 Bangun Angkatan Laut.

6.3.6.1 Penjualan barang-barang dari gudang.

2 Pengembalian biaya dari pekerjaan yang dikerjakan oleh

Bangunan Angkatan Laut untuk pihak ketiga.

3 Penerimaan sewa rumah, tanah dan gedung-gedung.

6.3.7 Pengangkutan Angkatan Laut.

6.3.7.1 Penerimaan dari pengangkutan orang dan barang.

6.3.8 Kesejahteraan Angkatan Laut.

6.3.8.1 Penjualan ransum dan kantin.

2 Penerimaan dari penjualan barang-barang lain.

6.4.1 Penerimaan umum.

6.4.1.1 Pembayaran kembali persekot-persekot.

2 Penerimaan dari potongan gaji anggota-anggota yang berdiam di

hotel/mess.

3 Penerimaan...

---

PRESIDEN

3 Penerimaan ganti kerugian.

4 Penerimaan yang berhadap-hadapan dengan pengeluaran untuk

kesejahteraan pegawai.

5 Penerimaan penjualan majalah, pedoman-pedoman dan

sebagainya.

6 Penerimaan berhubung dengan perawatan dokter.

7 Penerimaan lain-lain untuk Angkatan-Udara.

6.4.2 Peralatan Angkatan Udara.

6A.2.1 Penjualan barang-barang dari peralatan Angkatan Udara

(termasuk kendaraan yang dibeli oleh pegawai).

6.4.3 Perbekalan Angkatan Udara.

6.4.3.1 Penerimaan dari penjualan barang-barang perbekalan.

6.4.4 Kesehatan Angkatan Udara.

6.4.4.1 Penerimaan dari Scheikundig Laboratorium.

2 Penjualan obat-obat dan barang-barang lain dari Kesehatan

Angkatan Udara.

6.4.5 Genie Angkatan Udara.

6.4.5.1 Penjualan barang-barang dari gudang Genie

2 Pengembalian biaya dari pekerjaan yang dikerjakan oleh Genie

Angkatan Udara untuk pihak ketiga.

3 Penerimaan sewa rumah, tanah dan gedung-gedung.

6.4.6 ...

---

PRESIDEN

6.4.6 Pengangkutan Angkatan Udara.

6.4.6.1 Penerimaan dari pengangkutan orang dan barang.

6.4.7 Kesejahteraan Angkatan Udara.

6.4.7.1 Penjualan barang-barang ransum dan kantin.

2 Penerimaan dari penjualan barang-barang lain.

6.5.1 Penerimaan lain-lain.

6.5.1.1 Penerimaan lain-lain.

Pasal 2

Undang-undang ini mulai berlaku pada hari diundangkan dan berlaku

surut sampai pada tanggal 1 Januari 1954.

Agar...

---

PRESIDEN

Agar supaya setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan

Undang-undang ini dengan penempatan dalam Lembaran-Negara

Republik Indonesia.

Disahkan di Jakarta

pada tanggal 26 Oktober 1957

Presiden Republik Indonesia,

ttd

SOEKARNO

Diudangkan

pada tanggal 13 Nopember 1957

Menteri Kehakiman

ttd

Menteri Pertahanan,

ttd

JUANDA