Langsung ke konten

PEMBENTUKAN KEJAKSAAN NEGERI KASONGAN, KEJAKSAAN

KEPPRES No. 27 Tahun 2005 berlaku

Ditetapkan: 2005-01-01

Pasal 1

**(1) Membentuk Kejaksaan Negeri Kasongan berkedudukan di** Kasongan. **(2) Membentuk Kejaksaan Negeri Kuala Pembuang** berkedudukan di Kuala Pembuang. **(3) Membentuk Kejaksaan Negeri Sukamara berkedudukan di** Sukamara. **(4) Membentuk . . .** --- PRESIDEN **(4) Membentuk Kejaksaan Negeri Nanga Bulik berkedudukan di** Nanga Bulik. **(5) Membentuk Kejaksaan Negeri Kuala Kurun berkedudukan** di Kuala Kurun. **(6) Membentuk Kejaksaan Negeri Pulang Pisau berkedudukan** di Pulang Pisau. **(7) Membentuk Kejaksaan Negeri Airmadidi berkedudukan di** Airmadidi. **(8) Membentuk Kejaksaan Negeri Tubei berkedudukan di** Tubei.

Pasal 2

**(1) Daerah hukum Kejaksaan Negeri Kasongan meliputi wilayah** Kabupaten Katingan. **(2) Daerah hukum Kejaksaan Negeri Kuala Pembuang meliputi** wilayah Kabupaten Seruyan. **(3) Daerah hukum Kejaksaan Negeri Sukamara meliputi wilayah** Kabupaten Sukamara. **(4) Daerah hukum Kejaksaan Negeri Nanga Bulik meliputi** wilayah Kabupaten Lamandau. **(5) Daerah hukum Kejaksaan Negeri Kuala Kurun meliputi** wilayah Kabupaten Gunung Mas. **(6) Daerah hukum Kejaksaan Negeri Pulang Pisau meliputi** wilayah Kabupaten Pulang Pisau. **(7) Daerah . . .** --- PRESIDEN **(7) Daerah hukum Kejaksaan Negeri Airmadidi meliputi** wilayah Kabupaten Minahasa Utara. **(8) Daerah hukum Kejaksaan Negeri Tubei meliputi wilayah** Kabupaten Lebong.

Pasal 3

**(1) Dengan terbentuknya Kejaksaan Negeri Kasongan, maka** Kabupaten Katingan dikeluarkan dari daerah hukum Kejaksaan Negeri Sampit. **(2) Dengan terbentuknya Kejaksaan Negeri Kuala Pembuang,** maka Kabupaten Seruyan dikeluarkan dari daerah hukum Kejaksaan Negeri Sampit. **(3) Dengan terbentuknya Kejaksaan Negeri Sukamara, maka** Kabupaten Sukamara dikeluarkan dari daerah hukum Kejaksaan Negeri Pangkalanbun. **(4) Dengan terbentuknya Kejaksaan Negeri Nanga Bulik, maka** Kabupaten Lamandau dikeluarkan dari daerah hukum Kejaksaan Negeri Pangkalanbun. **(5) Dengan terbentuknya Kejaksaan Negeri Kuala Kurun, maka** Kabupaten Gunung Mas dikeluarkan dari daerah hukum Kejaksaan Negeri Palangkaraya. **(6) Dengan terbentuknya Kejaksaan Negeri Pulang Pisau, maka** Kabupaten Pulang Pisau dikeluarkan dari daerah hukum Kejaksaan Negeri Kuala Kapuas. **(7) Dengan . . .** --- PRESIDEN **(7) Dengan terbentuknya Kejaksaan Negeri Airmadidi, maka** Kabupaten Minahasa Utara dikeluarkan dari daerah hukum Kejaksaan Negeri Tondano. **(8) Dengan terbentuknya kejaksaan Negeri Tubei, maka** kabupaten Lebong dikeluarkan dari daerah hukum kejaksaan Negeri Curup

Pasal 4

**(1) Perkara pidana dan perkara lainnya yang termasuk lingkup** kewenangan Kejaksaan Negeri Kasongan pada saat Keputusan Presiden ini ditetapkan telah ditangani Kejaksaan Negeri Sampit tetapi belum dilimpahkan ke Pengadilan, dialihkan dan diselesaikan oleh Kejaksaan Negeri Kasongan. **(2) Perkara pidana dan perkara lainnya yang termasuk lingkup** kewenangan Kejaksaan Negeri Kuala Pembuang pada saat Keputusan Presiden ini ditetapkan telah ditangani Kejaksaan Negeri Sampit tetapi belum dilimpahkan ke Pengadilan, dialihkan dan diselesaikan oleh Kejaksaan Negeri Kuala Pembuang. **(3) Perkara pidana dan perkara lainnya yang termasuk lingkup** kewenangan Kejaksaan Negeri Sukamara pada saat Keputusan Presiden ini ditetapkan telah ditangani Kejaksaan Negeri Pangkalanbun tetapi belum dilimpahkan ke Pengadilan, dialihkan dan diselesaikan oleh Kejaksaan Negeri Sukamara. **(4) Perkara . . .** --- PRESIDEN **(4) Perkara pidana dan perkara lainnya yang termasuk lingkup** kewenangan Kejaksaan Negeri Nanga Bulik pada saat Keputusan Presiden ini ditetapkan telah ditangani Kejaksaan Negeri Pangkalanbun tetapi belum dilimpahkan ke Pengadilan, dialihkan dan diselesaikan oleh Kejaksaan Negeri Nanga Bulik. **(5) Perkara pidana dan perkara lainnya yang termasuk lingkup** kewenangan Kejaksaan Negeri Kuala Kurun pada saat Keputusan Presiden ini ditetapkan telah ditangani Kejaksaan Negeri Palangkaraya tetapi belum dilimpahkan ke Pengadilan, dialihkan dan diselesaikan oleh Kejaksaan Negeri Kuala Kurun. **(6) Perkara pidana dan perkara lainnya yang termasuk lingkup** kewenangan Kejaksaan Negeri Pulang Pisau pada saat Keputusan Presiden ini ditetapkan telah ditangani Kejaksaan Negeri Kuala Kapuas tetapi belum dilimpahkan ke Pengadilan, dialihkan dan diselesaikan oleh Kejaksaan Negeri Pulang Pisau. **(7) Perkara pidana dan perkara lainnya yang termasuk lingkup** kewenangan Kejaksaan Negeri Airmadidi pada saat Keputusan Presiden ini ditetapkan telah ditangani Kejaksaan Negeri Tondano tetapi belum dilimpahkan ke Pengadilan, dialihkan dan diselesaikan oleh Kejaksaan Negeri Airmadidi. **(8) Perkara . . .** --- PRESIDEN **(8) Perkara pidana dan perkara lainnya yang termasuk lingkup** kewenangan Kejaksaan Negeri Tubei pada saat Keputusan Presiden ini ditetapkan telah ditangani Kejaksaan Negeri Curup tetapi belum dilimpahkan ke Pengadilan, dialihkan dan diselesaikan oleh Kejaksaan Negeri Tubei.

Pasal 5

Pembiayaan yang diperlukan dalam rangka pembentukan, pembinaan, dan pelaksanaan tugas, wewenang serta fungsi Kejaksaan Negeri Kasongan, Kejaksaan Negeri Kuala Pembuang, Kejaksaan Negeri Sukamara, Kejaksaan Negeri Nanga Bulik, Kejaksaan Negeri Kuala Kurun, Kejaksaan Negeri Pulang Pisau, Kejaksaan Negeri Airmadidi dan Kejaksaan Negeri Tubei dibebankan pada anggaran Kejaksaan Republik Indonesia.

Pasal 6

Penetapan tipe, tugas, wewenang, fungsi, susunan organisasi, dan tata kerja Kejaksaan Negeri Kasongan, Kejaksaan Negeri Kuala Pembuang, Kejaksaan Negeri Sukamara, Kejaksaan Negeri Nanga Bulik, Kejaksaan Negeri Kuala Kurun, Kejaksaan Negeri Pulang Pisau, Kejaksaan Negeri Airmadidi dan Kejaksaan Negeri Tubei ditetapkan oleh Jaksa Agung, setelah mendapat persetujuan dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. ### Pasal 7 . . . --- PRESIDEN

Pasal 7

Keputusan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 12 Oktober 2005 INDONESIA, ttd. Salinan sesuai dengan aslinya Deputi Sekretaris Kabinet Bidang Hukum dan Perundang-undangan, ttd. Lambock V. Nahattands