Peraturan Badan Nomor 3 Tahun 2020 tentang PAKAIAN DINAS HARIAN
Pasal 1
Dalam Peraturan Badan ini yang dimaksud dengan:
1. Pakaian Dinas adalah pakaian yang digunakan oleh Pegawai dalam melaksanakan tugas kedinasan.
2. Pakaian Dinas Harian yang selanjutnya disingkat PDH adalah Pakaian Dinas yang digunakan dalam melaksanakan tugas sehari-hari.
3. Pegawai BMKG yang selanjutnya disebut Pegawai adalah Pegawai Negeri Sipil dan Calon Pegawai Negeri Sipil yang ditugaskan dan bekerja secara penuh di lingkungan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.
Pasal 2
(1) Setiap Pegawai wajib memakai Pakaian Dinas pada hari kerja sesuai dengan hari yang ditetapkan dalam Peraturan Badan ini.
(2) Jenis Pakaian Dinas sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) terdiri atas:
a. PDH I;
b. PDH II;
c. PDH III; dan
d. PDH IV.
Pasal 3
PDH I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (2) huruf a digunakan:
a. pada hari Senin, hari Selasa, dan hari Kamis untuk Pejabat Tinggi Utama, Pejabat Tinggi Madya, Pejabat Tinggi Pratama, dan Kepala Unit Pelaksana Teknis;
b. pada hari Senin hingga hari Kamis untuk Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas, Pejabat Fungsional Tertentu, dan Pelaksana;
c. pada hari Senin sampai dengan hari Minggu untuk pejabat fungsional tertentu dan pejabat pelaksana yang bertugas di ruang operasional atau on duty; dan
d. pada acara resmi BMKG di kantor maupun di luar kantor untuk seluruh pegawai.
Pasal 4
(1) PDH I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 untuk pria meliputi:
a. kemeja lengan pendek warna putih;
b. celana panjang warna biru tua; dan
c. sepatu pantofel warna hitam.
(2) PDH I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 untuk wanita meliputi:
a. PDH I untuk wanita tidak berjilbab, terdiri atas:
1. kemeja lengan pendek warna putih;
2. rok pendek atau celana panjang warna biru tua;
dan
3. sepatu pantofel warna hitam;
b. PDH I untuk wanita berjilbab, terdiri atas:
1. kemeja lengan panjang warna putih;
2. rok panjang atau celana panjang warna biru tua;
3. jilbab; dan
4. sepatu pantofel warna hitam; dan
c. PDH I untuk wanita hamil, terdiri atas:
1. kemeja lengan pendek atau lengan panjang warna putih;
2. baju terusan panjang tanpa lengan warna biru tua;
3. jilbab, untuk wanita hamil yang berjilbab; dan
4. sepatu pantofel warna hitam.
Pasal 5
PDH II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (2) huruf b digunakan oleh Pejabat Tinggi Utama, Pejabat Tinggi Madya, Pejabat Tinggi Pratama dan Kepala Unit Pelaksana Teknis pada hari Rabu.
Pasal 6
(1) PDH II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 untuk pria meliputi:
a. kemeja lengan panjang warna putih;
b. celana panjang warna biru tua atau hitam; dan
c. sepatu pantofel warna hitam.
(2) PDH II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 untuk wanita meliputi:
a. PDH II untuk wanita tidak berjilbab terdiri atas:
1. kemeja lengan panjang warna putih;
2. rok pendek atau celana panjang warna biru tua atau hitam; dan
3. sepatu pantofel warna hitam;
b. PDH II untuk wanita berjilbab, terdiri atas:
1. kemeja lengan panjang warna putih;
2. rok panjang atau celana panjang warna biru tua atau hitam;
3. jilbab; dan
4. sepatu pantofel warna hitam; dan
c. PDH II untuk wanita hamil, terdiri atas:
1. kemeja lengan pendek atau lengan panjang warna putih;
2. baju terusan panjang tanpa lengan warna biru tua;
3. jilbab, untuk wanita hamil yang berjilbab; dan
4. sepatu pantofel warna hitam.
Pasal 7
PDH III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (2) huruf c digunakan oleh Pegawai yang bekerja di lapangan untuk melaksanakan tugas pemeliharaan dan kalibrasi peralatan meteorologi, klimatologi, dan geofisika serta survei dan/atau kegiatan lain di lapangan.
Pasal 8
(1) PDH III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 untuk pria meliputi:
a. kemeja lengan panjang yang dapat digulung warna biru tua dengan tulisan “BMKG” di bagian belakang kemeja;
b. celana panjang warna abu-abu gelap;
c. perangkat keselamatan yang paling sedikit terdiri atas sepatu keselamatan dan helm keselamatan; dan
d. sabuk keselamatan kerja, bagi pegawai yang bertugas memanjat peralatan meteorologi, klimatologi, dan geofisika.
(2) PDH III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 untuk wanita meliputi:
a. PDH III untuk wanita tidak berjilbab terdiri atas:
1. kemeja lengan panjang yang dapat digulung warna biru tua tulisan “BMKG” di bagian belakang kemeja;
2. celana panjang warna abu-abu gelap;
3. perangkat keselamatan yang paling sedikit terdiri atas sepatu keselamatan dan helm keselamatan; dan
4. sabuk keselamatan kerja, bagi pegawai yang bertugas memanjat peralatan meteorologi, klimatologi, dan geofisika; dan
b. PDH III untuk wanita berjilbab terdiri atas:
1. kemeja lengan panjang yang dapat digulung warna biru tua tulisan “BMKG” di bagian belakang kemeja;
2. celana panjang warna abu-abu gelap;
3. jilbab;
4. perangkat keselamatan yang paling sedikit terdiri atas sepatu keselamatan dan helm keselamatan; dan
5. sabuk keselamatan kerja, bagi pegawai yang bertugas memanjat peralatan meteorologi, klimatologi, dan geofisika.
Pasal 9
PDH IV sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (2) huruf d digunakan pada:
a. hari Jumat minggu kedua, minggu ketiga, minggu keempat, dan minggu kelima setiap bulannya; dan
b. hari Jumat minggu pertama setiap bulannya.
Pasal 10
(1) PDH IV sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 huruf a untuk pria terdiri atas:
a. kemeja batik umum;
b. celana panjang; dan
c. sepatu pantofel warna hitam.
(2) PDH IV sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 huruf a untuk wanita terdiri atas:
a. PDH IV untuk wanita tidak berjilbab terdiri atas:
1. kemeja batik umum;
2. rok pendek atau celana panjang; dan
3. sepatu pantofel warna hitam.
b. PDH IV untuk wanita berjilbab, terdiri atas:
1. kemeja batik umum;
2. rok panjang atau celana panjang;
3. jilbab; dan
4. sepatu pantofel warna hitam; dan
c. PDH IV untuk wanita hamil, terdiri atas:
1. kemeja batik umum;
2. jilbab, untuk wanita hamil yang berjilbab; dan
3. sepatu pantofel warna hitam.
Pasal 11
(1) PDH IV sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 huruf b untuk pria terdiri atas:
a. kemeja batik khusus;
b. celana panjang warna gelap; dan
c. sepatu pantofel warna hitam.
(2) PDH IV sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 huruf b untuk wanita terdiri atas:
a. PDH IV untuk wanita tidak berjilbab terdiri atas:
1. kemeja batik khusus;
2. rok pendek atau celana panjang warna gelap;
dan
3. sepatu pantofel warna hitam;
b. PDH IV untuk wanita berjilbab, terdiri atas:
1. kemeja batik khusus;
2. rok panjang atau celana panjang warna gelap;
3. jilbab; dan
4. sepatu pantofel warna hitam; dan
c. PDH IV untuk wanita hamil, terdiri atas:
1. kemeja batik khusus;
2. baju terusan panjang tanpa lengan warna gelap;
3. jilbab, untuk wanita hamil yang berjilbab; dan
4. sepatu pantofel warna hitam.
Pasal 12
Penggunaan Pakaian Dinas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf a dan huruf b, Pasal 4, Pasal 5, Pasal 6, Pasal 9, Pasal 10, dan Pasal 11 dapat dikecualikan pada Hari Besar Nasional.
Pasal 13
Penggunaan Pakaian Dinas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf a dan huruf b, Pasal 4, Pasal 5, Pasal 6, Pasal 9, Pasal 10, dan Pasal 11 untuk Unit Pelaksana Teknis dapat menyesuaikan dengan kebijakan Pemerintah Daerah setempat.
Pasal 14
Penggunaan Pakaian Dinas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5, Pasal 6, Pasal 9, Pasal 10, dan Pasal 11 dapat dikecualikan pada acara resmi BMKG di kantor maupun di luar kantor.
Pasal 15
Jenis dan model PDH I, PDH II, PDH III, dan PDH IV sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 sampai dengan Pasal 11 tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Badan ini.
Pasal 16
(1) Atribut Pakaian Dinas terdiri atas:
a. tanda unit organisasi dan emblem logo Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika;
b. nama pegawai;
c. lencana lambang Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika;
d. ikat pinggang;
e. tanda pengenal pegawai;
f. tanda kehormatan;
g. tanda keahlian;
h. tanda unit kerja; dan
i. tutup kepala.
(2) Atribut Pakaian Dinas sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) mempunyai bentuk, ukuran, warna, dan penempatan sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan Peraturan Badan ini.
Pasal 17
Tanda unit organisasi dan emblem logo Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 ayat (1) huruf a digunakan pada PDH I dan PDH III.
Pasal 18
(1) Nama pegawai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 ayat (1) huruf b merupakan nama panggilan.
(2) Nama pegawai sebagaimana dimaksud pada ayat (1) digunakan pada PDH I dan PDH III.
Pasal 19
(1) Lencana lambang Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 ayat (1) huruf c berfungsi sebagai tanda jabatan struktural bagi Pejabat Tinggi Utama, Pejabat Tinggi Madya, Pejabat Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas, Pejabat Fungsional Tertentu, dan Pelaksana.
(2) Lencana lambang BMKG sebagaimana dimaksud pada ayat (1) digunakan pada PDH I, PDH II, dan PDH IV.
Pasal 20
Ikat pinggang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 ayat (1) huruf d berbahan kulit dan digunakan oleh Pegawai Pria pada PDH I, PDH II, PDH III, dan PDH IV.
Pasal 21
Tanda pengenal pegawai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 ayat (1) huruf e digunakan pada PDH I dan PDH IV.
Pasal 22
Tanda kehormatan dan tanda keahlian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 ayat (1) huruf f dan huruf g dapat digunakan pada PDH I.
Pasal 23
(1) Tanda unit kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 ayat (1) huruf h terdiri atas:
a. nama jabatan; atau
b. unit kerja.
(2) Nama jabatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a hanya digunakan oleh Pejabat Tinggi Utama dan
Pejabat Tinggi Madya.
(3) Tanda unit kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b digunakan pada PDH I dan PDH III.
Pasal 24
(1) Tutup kepala sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 ayat (1) huruf i berupa:
a. topi lapangan; dan/atau
b. jilbab.
(2) Topi lapangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a untuk penggunaan dalam tugas lapangan atau operasional.
(3) Jilbab sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b untuk Pakaian Dinas wanita berjilbab digunakan dengan ketentuan:
a. warna biru tua polos untuk hari Senin dan hari Rabu;
b. warna putih polos untuk hari Selasa dan hari Kamis;
dan
c. warna biru muda pada kemeja batik khusus.
(4) Penggunaan jilbab sebagaimana dimaksud pada ayat (3) harus tetap memperlihatkan pemakaian atribut Pakaian Dinas dengan jelas.
(5) Penggunaan jilbab sebagaimana dimaksud pada ayat (4) tidak melampaui panjang baju dengan ukuran jilbab paling panjang sampai batas pinggang.
(6) Penggunaan jilbab sebagaimana dimaksud pada ayat (5) dapat dilakukan sesuai dengan contoh model dan bentuk sebagaimana tercantum dalam Lampiran Peraturan Badan ini.
Pasal 25
(1) Sekretaris Utama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika melakukan pembinaan atas penggunaan
Pakaian Dinas.
(2) Pelaksanaan pengawasan dalam pembinaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan oleh atasan langsung.
Pasal 26
Setiap Pegawai wajib menyesuaikan penggunaan Pakaian Dinas sebagaimana diatur dalam Peraturan Badan ini, paling lambat 6 (enam) bulan sejak berlakunya Peraturan Badan ini.
Pasal 27
Pada saat Peraturan Badan ini mulai berlaku, Peraturan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Nomor 5 Tahun 2016 tentang Pakaian Dinas Harian Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (Berita Negara Republik INDONESIA Tahun 2016 Nomor 894) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Nomor 12 Tahun 2016 tentang Pakaian Dinas Harian Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Badan Meteorologi dan Geofisika, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.
Pasal 28
Peraturan Badan ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Badan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik INDONESIA.
Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 11 Maret 2020
KEPALA BADAN METEOROLOGI, KLIMATOLOGI, DAN GEOFISIKA REPUBLIK INDONESIA,
ttd
DWIKORITA KARNAWATI
Diundangkan di Jakarta pada tanggal 17 Maret 2020
DIREKTUR JENDERAL PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA,
ttd
WIDODO EKATJAHJANA
