Langsung ke konten

Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2012 tentang PERUBAHAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH PROVINSI MALUKU TAHUN

PERDA No. 7 Tahun 2012 berlaku

Pasal 1

1. Pendapatan a. Semula Rp. 1.412.177.393.128.50,- b. Bertambah/(berkurang) Rp. 18.516.668.622.96,- Jumlah Pendapatan Setelah Perubahan Rp. 1.430.694.061.751.46,- 2. Belanja a. Semula Rp. 1.429.870.261.553.45,- b. Bertambah/(berkurang) Rp. 72.911.758.881.58,- Jumlah Belanja setelah Perubahan Rp. 1.502.782.020.435.03,- Surplus/(Defisit) Setelah Perubahan (17.692.868.424.95) 3. Pembiayaan a. Penerimaan 1. Semula Rp. 22.680.003.860.00,- 2. Bertambah/(berkurang) Rp. 55.425.090.258.62,- Jumlah Penerimaan Setelah Perubahan Rp. 78.105.094.118.62,- b. Pengeluaran 1. Semula Rp. 4.987.135.435.05.- 2. Bertambah/(berkurang) Rp.1.000.000.000.00,- Jumlah Pengeluaran Setelah Perubahan Rp. 5.987.135.435.05,- Jumlah Pembiayaan neto Setelah Perubahan Rp. 72.117.958.683.57,- Sisa lebih pembiayaan anggaran Setelah Perubahan Rp. ---

Pasal 2

(1) Pendapatan Daerah sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 terdiri dari : a. Pendapatan Asli Daerah 1. Semula Rp. 243.557.211.751.50,- 2. Bertambah/(berkurang) Rp. 9.437.184.894.96,- Jumlah pendapatan asli daerah Setelah Perubahan Rp. 252.994.396.646.46,- b. Dana perimbangan 1. Semula Rp. 950.038.311.377.00,- 2. Bertambah/(berkurang) Rp. 8.662.483.728.00,- Jumlah perimbangan Setelah Perubahan Rp. 958.700.795.105.00,- c. Lain-lain pendapatan daerah yang sah 1. Semula Rp. 218.581.870.000.00,- 2. Bertambah/(berkurang) Rp. 417.000.000.00,- Jumlah pendapatan asli daerah Setelah Perubahan Rp. 218.998.870.000.00,- (2) Pendapatan Asli Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdiri dari jenis pendapatan : a. Pajak daerah 1. Semula Rp. 190.359.187.951.50,- 2. Bertambah/(berkurang) Rp. 1.970.294.180.00,- Jumlah pendapatan asli daerah Setelah Perubahan Rp. 192.329.482.131.50,- Jumlah dana bagi hasil Setelah Perubahan Rp. 91.146.641.105.00,- b. Retribusi daerah 1. Semula Rp. 21.348.873.800.00,- 2. Bertambah/(berkurang) Rp. 4.966.890.714.96,- Jumlah retribusi daerah Setelah Perubahan Rp. 26.315.764.514.96,- c. Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan 1. Semula Rp.19.000.000.000.00,- 2. Bertambah/(berkurang) Rp. ----- ,- Jumlah hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan setelah perubahan Rp.19.000.000.000.00,- d. Lain-lain pendapatan asli daerah yang sah 1. Semula Rp. 12.849.150.000.00,- 2. Bertambah/(berkurang) Rp. 2.500.000.000.00,- Jumlah pendapatan asli daerah Setelah Perubahan Rp. 15.349.150.000.00,- (3). Dana perimbangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b terdiri dari jenis pendapatan : a. Dana bagi hasil 1. Semula Rp.82.484.157.377.00,- 2. Bertambah/(berkurang) Rp. 8.662.483.728.00,- b. Dana alokasi umum 1. Semula Rp.829.491.474.000.00,- 2. Bertambah/(berkurang) Rp. ----- ,- Jumlah alokasi umum Setelah perubahan Rp. 829.491.474.000.00,- c. Dana alokasi khusus 1. Semula Rp.38.062.680.000.00,- 2. Bertambah/(berkurang) Rp. ----- ,- Jumlah alokasi khusus Setelah Perubahan Rp. 38.062.680.000.00,- (4). Lain-lain pendapatan daerah yang sah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c terdiri dari jenis pendapatan : a. Hibah 1. Semula Rp. 300.000.000.00,- 2. Bertambah/(berkurang) Rp. ----- ,- Jumlah pendapatan hibah Setelah Perubahan Rp. 300.000.000.00,- b. Dana darurat 1. Semula Rp. ---- ,- 2. Bertambah/(berkurang) Rp. ---- ,- Jumlah dana darurat Setelah Perubahan Rp. ---- ,- c. Dana bagi hasil pajak 1. Semula Rp --- ,- 2. Bertambah/(berkurang) Rp. --- ,- Jumlah dana bagi hasil pajak Setelah Perubahan Rp. --- ,- d. Dana penyesuaian dan otonomi khusus 1. Semula Rp. 218.281.870.000.00,- 2. Bertambah/(berkurang) Rp. 417.000.000.00,- Jumlah dana penyesuian dan otonomi khusus Setelah Perubahan Rp. 218.698.870.000.00,- e. Bantuan keuangan dari provinsi atau dari pemerintah daerah lainnya 1. Semula Rp. --- ,- 2. Bertambah/(berkurang) Rp. --- ,- Jumlah bantuan keuangan dari provinsi Atau dari pemerintah daerah lainnya Setelah Perubahan Rp. ------- ,- f. Dana Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah 1. Semula Rp. ------ ,- 2. Bertambah/(berkurang) Rp. ----- ,- Jumlah Dana Penguatan Desentralisasi Fiskal dan Percepatan Pembangunan Daerah Rp. ----- ,-

Pasal 3

(1). Belanja Daerah sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 terdiri dari : a. Belanja Tidak Langsung 1. Semula Rp. 849.583.191.361.13,- 2. Bertambah/(berkurang) (Rp. 25.639.653.891.42-) Jumlah belanja tidak langusung Setelah Perubahan Rp. 823.943.537.469.71,- b. Belanja Langsung 1. Semula Rp.580.287.070.192.32,- 2. Bertambah/(berkurang) Rp. 98.551.412.773.00,- Jumlah belanja langsung Setelah Perubahan Rp. 6 78.838.482.965.32,- (2). Belanja Tidak Langsung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdiri dari jenis belanja : a. Belanja pegawai 1. Semula Rp. 386.442.693.194.13,- 2. Bertambah/(berkurang) (Rp. 25.420.928.113.99,-) Jumlah belanja pegawai Setelah Perubahan Rp. 361.021.765.080.14,- b. Belanja bunga 1. Semula Rp. 1.834.545.242.00,- 2. Bertambah/(berkurang) Rp. ------ ,- Jumlah bunga Setelah Perubahan Rp. 1.834.545.242.00,- c. Belanja subsidi 1. Semula Rp. --- ,- 2. Bertambah/(berkurang) Rp. --- ,- Jumlah belanja subsidi Setelah Perubahan Rp. --- ,- d. Belanja hibah 1. Semula Rp.315.975.312.200.00,- 2. Bertambah/(berkurang) Rp. 9.900.544.800.00,- Jumlah belanja hibah Setelah Perubahan Rp. 325.875.857.000.00,- e. Belanja bantuan sosial 1. Semula Rp. 5.530.000.000.00,- 2. Bertambah/(berkurang) Rp. 5.243.160.000.00,- Jumlah belanja bantuan sosial Setelah Perubahan Rp. 10.773.160.000.00,- f. Belanja bagi hasil 1. Semula Rp.91.801.319.057.00,- 2. Bertambah/(berkurang) Rp. 163.366.252.57,- Jumlah belanja bagi hasil Setelah Perubahan Rp. 91.964.685.309.57,- g. Belanja bantuan keuangan 1. Semula Rp.27.999.321.668.00,- 2. Bertambah/(berkurang) (Rp. 525.796.830.00,-) Jumlah belanja bantuan keuangan Setelah Perubahan Rp. 27.473.524.838.00,- h. Belanja tidak terduga 1. Semula Rp. 20.000.000.000.00,- 2. Bertambah/(berkurang) (Rp.15.000.000.000.00,-) Jumlah belanja tidak terduga Setelah Perubahan Rp. 5.000.000.000.00,- (3). Belanja Langsung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b terdiri dari jenis belanja : a. Belanja pegawai 1. Semula Rp.62.153.072.561.00,- 2. Bertambah/(berkurang) Rp. 3.725.098.250.00,- Jumlah belanja pegawai Setelah Perubahan Rp. 65.878.170.811.00,- b. Belanja barang dan jasa 1. Semula Rp.362.832.700.489.31,- 2. Bertambah/(berkurang) Rp. 51.885.164.292.00,- Jumlah belanja barang dan jasa Setelah Perubahan Rp. 414.717.864.781.31,- c. Belanja modal 1. Semula Rp.155.301.297.142.01,- 2. Bertambah/(berkurang) Rp. 42.941.150.231.00,- Jumlah modal Setelah Perubahan Rp. 98.242.447.373.01,-

Pasal 4

(1). Pembiayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 terdiri dari : a. Penerimaan 1. Semula Rp. 22.680.003.860.00,- 2. Bertambah/(berkurang) Rp. 55.425.090.258.62,- Jumlah penerimaan Setelah Perubahan Rp. 78.105.094.118.62,- b. Pengeluaran 1. Semula Rp. 4.987.135.435.05,- 2. Bertambah/(berkurang) Rp. 1.000.000.000.00,- Jumlah pengeluaran Setelah Perubahan Rp. 5.987.135.435.05,- (2). Penerimaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdiri dari jenis pembiayaan : a. SILPA anggaran tahun anggaran sebelumnya 1. Semula Rp.22.680.003.860.00,- 2. Bertambah/(berkurang) Rp.55.425.090.258.62,- Jumlah SILPA tahun anggaran sebelumnya Setelah Perubahan Rp. 78.105.094.118.62,- b. Pencairan dana cadangan 1. Semula Rp. --- ,- 2. Bertambah/(berkurang) Rp. --- ,- Jumlah pencairan dana cadangan Setelah Perubahan Rp. --- ,- c. Hasil penjualan kekayaan daerah yang dipisahkan 1. Semula Rp. --- ,- 2. Bertambah/(berkurang Rp. --- ,- Jumlah hasil penjualan kekayaan daerah Yang dipisahkan Setelah Perubahan Rp. --- ,- d. Penerimaan pinjaman daerah 1. Semula Rp. --- ,- 2. Bertambah/(berkurang) Rp. --- ,- Jumlah penerimaan pinjaman daerah Setelah Perubahan Rp. --- ,- e. Penerimaan kembali pemberian pinjaman sejumlah Rp. --- ,- 1. Semula Rp. --- ,- 2. Bertambah/(berkurang) Rp. --- ,- Jumlah penerimaan kembali pemberian pinjaman Setelah Perubahan Rp. --- ,- f. Penerimaan piutang daerah 1. Semula Rp. --- ,- 2. Bertambah/(berkurang) Rp. --- ,- Jumlah penerimaan piutang daerah Setelah Perubahan Rp. --- ,- (3). Pengeluaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b terdiri dari jenis pembiayaan : a. Pembentukan dana cadangan 1. Semula Rp. --- ,- 2. Bertambah/(berkurang) Rp. --- ,- Jumlah pembentukan dana cadangan Setelah Perubahan Rp. --- ,- b. Penyertaan modal (investasi) pemerintah daerah 1. Semula Rp. 750.000.000.00,- 2. Bertambah/(berkurang) Rp.1.000.000.000.00,- Jumlah penyertaan modal investasi Setelah Perubahan Rp. 1.750.000.000.00,- c. Pembayaran pokok utang 1. Semula Rp.2.737.135.435.05,- 2. Bertambah/(berkurang) Rp. ---- ,- Jumlah pembayaran cicilan pokok utang Yang jatuh tempo Setelah Perubahan Rp. 2.737.135.435.05,- d. Pemberian pinjaman daerah 1. Semula Rp. --- ,- 2. Bertambah/(berkurang) Rp. --- ,- Jumlah pemberian pinjaman daerah dan Obligasi daerah Setelah Perubahan Rp. ----- ,- e Pembentukan Dana Bergulir Pemerintah Daerah 1. Semula Rp.1.500.000.000.00,- 2. Bertambah/(berkurang) Rp. --- ,- Jumlah Pembentukan Dana Bergulir Pemerintah Daerah Setelah Perubahan Rp. 1.500.000.000.00,- 8. Lampiran VIII Daftar kegiatan-kegiatan tahun anggaran sebelumnya yang belum diselesaikan dan dianggarkan kembali dalam tahun ini;

Pasal 5

Uraian lebih lanjut Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah sebagaimana dimaksud dalam pasal 1, tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini, terdiri dari : 1. Lampiran I Ringkasan APBD; 2. Lampiran II Ringkasan Perubahan APBD menurut Urusan Pemerintahan Daerah dan Organisasi SKPD; 3. Lampiran III Rincian Perubahan APBD menurut Urusan Pemerintahan Daerah, Organisasi SKPD, Pendapatan, Belanja dan Pembiayaan; 4. Lampiran IV Rekapitulasi Perubahan Belanja menurut Urusan Pemerintahan Daerah, Organisasi, Program dan Kegiatan; 5. Lampiran V Rekapitulasi Belanja Daerah untuk Keselarasan dan Keterpaduan Urusan Pemerintah Daerah dan Fungsi dalam Kerangka Pengelolaan Keuangan Negara; 6. Lampiran VI Daftar Perubahan jumlah Pegawai per Golongan dan per Jabatan; 7. Lampiran VII Daftar Keuangan Pemerintah Daerah yang telah ditetapkan dengan peraturan daerah; 9. Lampiran IX Daftar pinjaman Daerah dan Obligasi Daerah; ROSA FELISTAS FAR-FAR

Pasal 6

Gubernur Maluku MENETAPKAN Peraturan tentang Perubahan Penjabaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah sebagai landasan operasional pelaksanaan.

Pasal 7

Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah. Ditetapkan di Ambon Pada tanggal 2 Nopember 2012 GUBERNUR MALUKU, TTD KAREL ALBERT RALAHALU Diudangkan di Ambon pada tanggal 2 Nopember 2012 SEKRETARIS DAERAH MALUKU, TTD LEMBARAN DAERAH PROVINSI MALUKU TAHUN 2012 NOMOR : 07