Peraturan Daerah Nomor 77 Tahun 2016 tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Palu Tahun Anggaran 2016
Pasal 1
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2016 semula berjumlah Rp.1.430.046.760.971,00 berkurang sejumlah Rp.19.125.720.569,37 sehingga menjadi Rp. 1.410.921.040.401,63 dengan rincian sebagai berikut :
1. Pendapatan
a. Semula Rp. 1.430.046.760.971,00
b. Berkurang Rp. (19.125.720.569,37)
Jumlah Pendapatan setelah perubahan Rp. 1.410.921.040.401,63
2. Belanja
a. Semula Rp. 1.428.511.940.718,00
b. Bertambah Rp. 3.041.723.040,52
Jumlah Belanja setelah perubahan Rp. 1.431.553.663.758,52
Defisit setelah perubahan Rp. (20.632.623.356,89)
3. Pembiayaan Daerah :
a. Penerimaan
1) Semula Rp. 33.321.479.747,00
2) Bertambah Rp. 21.633.289.009,89
Jumlah Penerimaan setelah perubahan Rp. 54.954.768.756,89
b. Pengeluaran
1) Semula Rp. 34.856.300.000,00
2) Berkurang Rp. (534.154.600,00)
Jumlah Pengeluaran setelah perubahan Rp. 34.322.145.400,00
Jumlah Pembiayaan Netto setelah perubahan Rp. 20.632.623.356,89
Sisa lebih pembiayaan anggaran setelah perubahan (Rp.16 7 638.469.00,00)
Pasal 2
(1) Pendapatan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 terdiri dari :
a. Pendapatan Asli Daerah 1) Semula Rp. 290.538.954.250,00 2) Berkurang Rp. (10.943.416.632,37) Jumlah Pendapatan Asli Daerah setelah perubahan Rp. 279.595.537.617,63
b. Dana Perimbangan 1) Semula Rp. 1.068.640.837.780,00 2) Berkurang Rp. (19.527.553.351,00) Jumlah Dana Perimbangan setelah perubahan Rp. 1.049.113.284.429,00
c. Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah 1) Semula Rp. 70.866.968.941,00 2) Bertambah Rp. 11.345.249.414,00 Jumlah Lain-Lain Pendapatan Daerah yang Sah setelah perubahan Rp. 82.212.218.355,00
(2) Pendapatan Asli Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdiri dari jenis pendapatan :
a. Pajak Daerah 1) Semula Rp. 101.575.000.000,00 2) Bertambah Rp. 1.322.000.000,00 Jumlah Pajak Daerah setelah perubahan Rp. 102.897.000.000,00
b. Retribusi Daerah 1) Semula Rp. 25.135.927.111,00 2) Bertambah Rp. 380.055.349,00 Jumlah Retribusi Daerah setelah perubahan Rp. 25.515.982.460,00
c. Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan 1) Semula Rp. 3.749.181.081,00 2) Bertambah Rp. 250.000.000,00 Jumlah Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan setelah perubahan Rp. 3.999.181.081,00
d. Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang sah 1) Semula Rp. 160.078.846.058,00 2) Berkurang Rp. (12.895.471.981,37) Jumlah Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang sah setelah perubahan Rp. 147.183.374.076,63
(3) Dana Perimbangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b terdiri dari jenis pendapatan :
a. Dana Transfer Umum 1) Semula Rp. 720.614.778.000,00 2) Bertambah Rp. 0,00 Jumlah Dana Transfer Umum setelah perubahan Rp. 720.614.778.000,00
b. Dana Transfer Khusus 1) Semula Rp. 348.026.059.780,00 2) Berkurang Rp. (19.527.553.351,00) Jumlah Dana Transfer Khusus setelah perubahan Rp. 328.498.506.429,00
(4) Lain-lain Pendapatan Daerah yang sah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c terdiri dari jenis pendapatan :
a. Dana Bagi Hasil Pajak 1) Semula 2) Bertambah Jumlah Dana Bagi Hasil Pajak Setelah perubahan
Rp. 65.866.968.941,00 Rp. 11.345.249.414,00
Rp. 77.212.218.355,00
b. Dana Penyesuaian Dan Otonomi Khusus 1) Semula Rp. 0,00 2) Bertambah (Berkurang) Rp. 0,00 Jumlah Dana Penyesuaian Dan Otonomi Khusus setelah perubahan
Rp. 0,00
c. Dana Insentif Daerah 1) Semula Rp. 5.000.000.000,00 2) Bertambah (Berkurang) Rp. 0,00 Jumlah Dana Penyesuaian Dan Otonomi Khusus setelah perubahan Rp. 5.000.000.000,00
Pasal 3
(1) Belanja Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 terdiri dari :
a. Belanja Tidak Langsung 1) Semula Rp. 705.089.281.189,00 2) Bertambah Rp. 17.585.835.657,52 Jumlah Belanja Tidak Langsung setelah perubahan Rp. 722.675.116.846,52
b. Belanja Langsung 1) Semula Rp. 723.422.659.529,00 2) Berkurang Rp. (14.544.112.617,00) Jumlah Belanja Langsung setelah perubahan Rp. 708.878.546.912,00
(2) Belanja Tidak Langsung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdiri dari jenis belanja :
a. Belanja Pegawai 1) Semula Rp. 675.093.756.936,00 2) Bertambah Rp. 18.720.829.982,52 Jumlah Belanja Pegawai setelah perubahan Rp. 693.814.586.918,52
b. Belanja Bunga 1) Semula Rp. 7.067.270.253,00 2) Bertambah Rp. 0,00 Jumlah Belanja Bunga setelah perubahan Rp. 7.067.270.253,00
c. Belanja Hibah 1) Semula Rp. 14.135.000.000,00 2) Berkurang Rp. (1.852.000.000,00) Jumlah Belanja Hibah setelah perubahan Rp. 12.283.000.000,00
d. Belanja Bantuan Sosial 1) Semula Rp. 7.127.860.000,00 2) Bertambah Rp. 717.005.675,00 Jumlah Belanja Bantuan Sosial setelah perubahan Rp. 7.844.865.675,00
e. Belanja Bantuan Keuangan 1) Semula Rp. 665.394.000,00 2) Bertambah Rp. 0,00 Jumlah Belanja Bantuan Keuangan setelah perubahan Rp. 665.394.000,00
f. Belanja Tidak Terduga 1) Semula Rp. 1.000.000.000,00 2) Bertambah Rp. 0,00 Jumlah Belanja Tidak Terduga setelah perubahan
Rp. 1.000.000.000,00
(3) Belanja Langsung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b terdiri dari jenis belanja:
a. Belanja Pegawai 1) Semula Rp.37. 59.028.794.000,00 2) Bertambah Rp. 305.220.000,00 Jumlah Belanja Pegawai setelah perubahan Rp.37. 59.334.014.000,00
b. Belanja Barang dan Jasa 1) Semula Rp.37377.132.729.040,00 2) Bertambah Rp. 23.051.692.601,00 Jumlah Belanja Barang dan Jasa setelah perubahan Rp.37400.184.421.641,00
c. Belanja Modal 1) Semula Rp.37287.261.136.489,00 2) Berkurang Rp.37(37.901.025.218,00) Jumlah Belanja Modal setelah perubahan Rp.37249.360.111.271,00
Pasal 4
(1) Pembiayaan daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 terdiri dari :
a. Penerimaan 1) Semula Rp. 33.321.479.747,00 2) Bertambah Rp. 21.633.289.009,89 Jumlah Penerimaan setelah perubahan Rp. 54.954.768.756,89
b. Pengeluaran 1) Semula Rp. 34.856.300.000,00 2) Berkurang Rp. (534.154.600,00) Jumlah Pengeluaran setelah perubahan Rp. 34.322.145.400,00
Pembiayaan Netto Rp. 20.632.623.356,89
(2) Penerimaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdiri dari jenis pembiayaan :
Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Anggaran sebelumnya (SILPA) 1) Semula Rp. 33.321.479.747,00 2) Bertambah Rp. 21.633.289.009,89 Jumlah SiLPA setelah perubahan Rp. 54.954.768.756,89
Jumlah Penerimaan Pembiayaan Rp. 54.954.768.756,89
(3) Pengeluaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b terdiri dari jenis pembiayaan :
a. Penyertaan modal (investasi) pemerintah daerah 1) Semula Rp.167. 7.960.000.000,00 2) Berkurang Rp. (4.960.000.000,00) Jumlah Penyertaan modal (investasi) pemerintah daerah setelah perubahan Rp. 3.000.000.000,00
b. Pembayaran pokok utang 1) Semula Rp. 26.800.000.000,00 2) Bertambah Rp. 0,00 Jumlah pembayaran pokok utang setelah perubahan Rp. 26.800.000.000,00
c. Pembayaran Utang kepada Pihak Ketiga 1) Semula Rp. 96.300.000,00 2) Bertambah Rp. 4.425.845.400,00 Jumlah pembayaran utang kepada Pihak Ketiga setelah perubahan Rp. 4.522.145.400,00
Jumlah Pengeluaran Pembiayaan Rp. 34.322.145.400,00
Pasal 5
Uraian lebih lanjut Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1, tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini, yang terdiri dari :
1. Lampiran I Ringkasan APBD;
2. Lampiran II Ringkasan APBD Menurut Urusan Pemerintahan Daerah Dan Organisasi SKPD;
3. Lampiran III Rincian APBD Menurut urusan Pemerintahan Daerah, Organisasi SKPD, Pendapatan, Belanja dan Pembiayaan;
4. Lampiran IV Rekapitulasi Belanja Menurut Urusan Pemerintahan Daerah, Organisasi SKPD, Program, dan Kegiatan;
5. Lampiran V Rekapitulasi Belanja Daerah Untuk Keselarasan dan Keterpaduan Urusan Pemerintahan Daerah dan fungsi dalam Kerangka Pengelolaan keuangan Daerah;
6. Lampiran VI Daftar Jumlah Pegawai Per Golongan Dan Per Jabatan;
7. Lampiran VII Daftar piutang daerah;
8. Lampiran VIII Daftar penyertaan modal (Investasi) daerah;
9. Lampiran IX Daftar Perkiraan Penambahan dan Pengurangan Aset Tetap Daerah;
10. Lampiran X Daftar Perkiraan Penambahan dan Pengurangan aset lain-lain;
11. Lampiran XI Daftar kegiatan-kegiatan tahun anggaran sebelumnya yang belum diselesaikan dan dianggarkan kembali dalam tahun anggaran ini;
12. Lampiran XII Daftar dana cadangan daerah; dan
13. Lampiran XIII Daftar pinjaman daerah dan obligasi daerah.
Pasal 6
Ketentuan lebih lanjut mengenai pengaturan Perubahan Penjabaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Palu Tahun Anggaran 2016 diatur dengan Peraturan Wali Kota.
Salinan sesuai dengan aslinya Kepala Bagian Hukum,
Muliati, SH.,MM Pembina Tkt.I (IV/b) NIP. 19650805 199203 2 014
Pasal 7
Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
Agar setiap orang dapat mengetahuinya, memerintahkan Pengundangan Peraturan Daerah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah Kota Palu.
ditetapkan di Palu pada tanggal 29 September 2016
WALI KOTA PALU,
ttd
HIDAYAT
diundangkan di Palu pada tanggal 29 September 2016
Plt.SEKRETARIS DAERAH KOTA PALU,
ttd
DHARMA GUNAWAN MOCHTAR
LEMBARAN DAERAH KOTA PALU TAHUN 2016 NOMOR 7
NOREG 39 PERATURAN DAERAH KOTA PALU, PROVINSI SULAWESI TENGAH :
07/ 2016
