Langsung ke konten

Peraturan Menteri Nomor 61 Tahun 2012 tentang PENGUKUHAN LULUSAN INSTITUT PEMERINTAHAN DALAM NEGERI SEBAGAI PAMONG PRAJA MUDA

PERMENDAGRI No. 61 Tahun 2012 berlaku

Pasal 1

Dalam Peraturan Menteri ini, yang dimaksud dengan: 1. Menteri adalah Menteri Dalam Negeri Republik INDONESIA. 2. Institut Pemerintahan Dalam Negeri, yang selanjutnya disingkat IPDN, adalah lembaga pendidikan tinggi kepamongprajaan di Iingkungan Kementerian Dalam Negeri. 3. Pendidikan tinggi kepamongprajaan adalah lembaga pendidikan tinggi di lingkungan Kementerian Dalam Negeri yang ada dan yang pernah ada meliputi Akademi Pemerintahan Dalam Negeri, Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri, Institut Ilmu Pemerintahan dan IPDN. 4. Rektor adalah Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri. 5. Praja adalah peserta didik pada program diploma dan program sarjana di lingkungan Institut Pemerintahan Dalam Negeri. 6. Pengukuhan adalah rangkaian kegiatan yang dilakukan untuk melantik lulusan IPDN sebagai pamong praja muda melalui upacara dengan mengucapkan ikrar pamong praja, penyematan Pin Pamong Praja Muda dan penyampaian Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri tentang Pengukuhan Pamong Praja Muda. 7. Pamong Praja Muda adalah lulusan IPDN yang telah diwisuda dan dilakukan pengukuhan sebagai Pamong Praja Muda. 8. Pin Pamong Praja adalah lencana yang disematkan pada upacara Pengukuhan Pamong Praja Muda.

Pasal 2

(1) Setiap lulusan program Diploma IV dan Strata I IPDN yang telah di wisuda, dilakukan pengukuhan sebagai Pamong Praja Muda. (2) Pamong Praja Muda sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan pengukuhan dengan mengucapkan Ikrar Pamong Praja.

Pasal 3

Susunan kata-kata Ikrar Pamong Praja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 berbunyi sebagai berikut: “kami putera-puteri INDONESIA lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri berjanji: 1. Setia kepada Negara Kesatuan Republik INDONESIA yang berdasarkan Pancasila dan UNDANG-UNDANG Dasar 1945; 2. Siap berkorban untuk kepentingan Negara, Bangsa dan masyarakat; 3. Setia melayani dan mengabdi untuk kepentingan masyarakat dimanapun bertugas. Kami sadar, ikrar ini didengar oleh Tuhan Yang Maha Esa dan disaksikan manusia. Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan kekuatan lahir dan batin, agar kami dapat melaksanakan ikrar kami ini”.

Pasal 4

(1) Pengukuhan Pamong Praja Muda dapat dilakukan oleh: a. PRESIDEN Republik INDONESIA; b. Wakil PRESIDEN Republik INDONESIA; c. Menteri Dalam Negeri; atau d. Pejabat lain yang ditunjuk. (2) Pengukuhan Pamong Praja Muda sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dalam Upacara Kebesaran yang ditandai dengan: a. pengucapan ikrar pamong praja; b. penyematan Pin; dan c. penyerahan Keputusan Menteri Dalam Negeri tentang Pengukuhan Pamong Praja Muda. (3) Upacara kebesaran sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatur lebih lanjut dengan Peraturan Rektor.

Pasal 5

Bentuk, ukuran, makna dan gambar Pin Pamong Praja Muda sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 angka 8 tercantum dalam Lampiran sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.

Pasal 6

Dengan berlakunya Peraturan Menteri ini, maka Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 10 Tahun 1997 tentang Tanda Pengukuhan Pamong Praja Muda bagi Lulusan Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Pasal 7

Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik INDONESIA. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 4 September 2012 MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA, GAMAWAN FAUZI Diundangkan di Jakarta pada tanggal 4 September 2012 MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA, AMIR SYAMSUDIN