Langsung ke konten

Peraturan Menteri Nomor 22 Tahun 2025 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 64 Tahun 2024 tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia untuk Baja Lembaran Pelat dan Gulungan Canai Panas dan Baja Lembaran dan Gulungan Canai Dingin Secara Wajib

PERMENPERIN No. 22 Tahun 2025 berlaku

Pasal 2

(1)
Memberlakukan:
a.
SNI 8522:2024 untuk Bj PS;
b.
SNI 8784:2024 untuk Bj PL; dan
c.
SNI 3567:2024 untuk Bj D,
secara wajib.
(2)
Bj PS sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf
a dan Bj PL sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
huruf b memiliki nomor pos tarif/harmonized
system:
a.
Ex. 7208.25.00;
b.
Ex. 7208.26.00;
c.
Ex. 7208.27.19;
d.
Ex. 7208.27.99;
e.
Ex. 7208.36.00;
f.
Ex. 7208.37.00;
g.
Ex. 7208.38.00;
h.
Ex. 7208.39.20;
i.
Ex. 7208.39.40;
j.
Ex. 7208.39.90;
k.
Ex. 7208.51.00;
l.
Ex. 7208.52.00;
m.
Ex. 7208.53.00;
n.
Ex. 7208.54.90;
o.
Ex. 7208.90.90;
p.
Ex. 7211.13.13;
q.
Ex. 7211.14.15;
r.
Ex. 7211.14.16;
s.
Ex. 7211.14.17;
t.
Ex. 7211.14.19;
u.
Ex. 7211.19.13; dan
v.
Ex. 7211.19.19.
(3)
Bj D sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c
memiliki nomor pos tarif/harmonized system:

a.
Ex. 7209.15.00;
b.
Ex. 7209.16.10;
c.
Ex. 7209.16.90;
d.
Ex. 7209.17.10;
e.
Ex. 7209.17.90;
f.
Ex. 7209.18.99;
g.
Ex. 7209.25.00;
h.
Ex. 7209.26.10;
i.
Ex. 7209.26.90;
j.
Ex. 7209.27.10;
k.
Ex. 7209.27.90;
l.
Ex. 7209.28.90;
m.
Ex. 7209.90.90;
n.
Ex. 7211.23.20;
o.
Ex. 7211.23.90;
p.
Ex. 7211.29.20;
q.
Ex. 7211.29.90;
r.
Ex. 7211.90.11;
s.
Ex. 7211.90.12; dan
t.
Ex. 7211.90.19.
(4)
Bj PS dan Bj PL sebagaimana dimaksud pada ayat
(2) dan Bj D sebagaimana dimaksud pada ayat (3)
merupakan hasil produksi dalam negeri dan/atau
impor yang dipasarkan di dalam wilayah Negara
Kesatuan Republik Indonesia.

2.
Ketentuan Ayat (3) Pasal 64 diubah, sehingga Pasal 64
berbunyi sebagai berikut:

Pasal 64

(1)
Sertifikat produk penggunaan tanda SNI untuk
baja lembaran, pelat, dan gulungan canai panas
yang telah diterbitkan berdasarkan ketentuan
dalam Peraturan Menteri Perindustrian Nomor
36/M-IND/PER/5/2014 tentang Pemberlakuan
Standar Nasional Indonesia (SNI) Baja Lembaran,
Pelat, dan Gulungan Canai Panas (BjP) Secara
Wajib dan masih berlaku, dinyatakan berlaku
sebagai Sertifikat SNI dan SPPT SNI.
(2)
Sertifikat produk penggunaan tanda SNI untuk Bj
D yang telah diterbitkan berdasarkan ketentuan
dalam Peraturan Menteri Perindustrian Nomor
90/M-IND/PER/8/2010 tentang Pemberlakuan
Standar Nasional Indonesia Baja Lembaran dan
Gulungan Canai Dingin (Bj.D) Secara Wajib
sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir
dengan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor
41/M-IND/PER/2/2012
tentang
Perubahan
Kedua atas Peraturan Menteri Perindustrian
Nomor
90/M-IND/PER/8/2010
tentang
Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia Baja
Lembaran dan Gulungan Canai Dingin (Bj.D)
Secara Wajib dan masih berlaku, dinyatakan
berlaku sebagai Sertifikat SNI dan SPPT SNI.

(3)
Sertifikat produk penggunaan tanda SNI baja
lembaran, pelat, dan gulungan canai panas
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan/atau
sertifikat produk penggunaan tanda SNI Bj D
sebagaimana dimaksud pada ayat (2) harus
disesuaikan dengan ketentuan dalam Peraturan
Menteri ini paling lambat pada tanggal 20 Mei
2026.
(4)
Sertifikat SNI dan SPPT SNI untuk baja lembaran,
pelat, dan gulungan canai panas dan/atau
Sertifikat SNI dan SPPT SNI untuk Bj D yang telah
disesuaikan dengan ketentuan dalam Peraturan
Menteri ini mulai berlaku terhitung sejak tanggal
20 Mei 2026.

3.
Diantara Pasal Pasal 64 dan Pasal 65 disisipkan 1 (satu)
pasal, yakni Pasal 64A sehingga berbunyi sebagai
berikut:

Pasal 64

(1)
Dalam hal sertifikat produk penggunaan tanda SNI
untuk baja lembaran, pelat, dan gulungan canai
panas yang diterbitkan berdasarkan ketentuan
dalam Peraturan Menteri Perindustrian Nomor
36/M-IND/PER/5/2014 tentang Pemberlakuan
Standar Nasional Indonesia (SNI) Baja Lembaran,
Pelat, dan Gulungan Canai Panas (Bj.P) Secara
Wajib sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64 ayat
(1) yang masa berlakunya telah berakhir sebelum
tanggal 20 Mei 2026 dan telah disesuaikan dengan
ketentuan Peraturan ini sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 64 ayat (3), Pelaku Usaha dapat
mengajukan permohonan penerbitan Sertifikat SNI
dan SPPT SNI untuk Bj PS dan/atau Bj PL.
(2)
Dalam hal sertifikat produk penggunaan tanda SNI
untuk
Bj
D
yang
diterbitkan
berdasarkan
ketentuan dalam Peraturan Menteri Perindustrian
Nomor
90/M-IND/PER/8/2010
tentang
Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia Baja
Lembaran dan Gulungan Canai Dingin (Bj.D)
Secara Wajib sebagaimana dimaksud dalam Pasal
64 ayat (2) yang masa berlakunya telah berakhir
sebelum
tanggal
Mei
dan
telah
disesuaikan dengan ketentuan Peraturan ini
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64 ayat (3),
Pelaku Usaha dapat mengajukan permohonan
penerbitan Sertifikat SNI dan SPPT SNI untuk Bj
Bj D.
(3)
Sertifikat SNI dan SPPT SNI untuk Bj PS dan/atau
Bj PL sebagaimana dimaksud pada ayat (1) serta
Sertifikat SNI dan SPPT SNI untuk Bj D
sebagaimana dimaksud pada ayat (2) mulai
berlaku
sesuai
dengan
tanggal
penerbitan
Sertifikat SNI dan SPPT SNI.

4.
Ketentuan ayat (3) dan ayat (4) Pasal 66 diubah,
sehingga Pasal 66 berbunyi sebagai berikut:

Pasal 66

(1)
Baja lembaran, pelat, dan gulungan canai panas
yang telah dibubuhi tanda SNI berdasarkan
ketentuan dalam Peraturan Menteri Perindustrian
Nomor
36/M-IND/PER/5/2014
tentang
Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI)
Baja Lembaran, Pelat, dan Gulungan Canai Panas
(BjP) Secara Wajib dikecualikan dari kewajiban
dibubuhi tanda elektronik.
(2)
Bj D yang telah dibubuhi tanda SNI berdasarkan
Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 90/M-
IND/PER/8/2010 tentang Pemberlakuan Standar
Nasional Indonesia Baja Lembaran dan Gulungan
Canai Dingin (Bj.D) Secara Wajib sebagaimana
telah diubah beberapa kali terakhir dengan
Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 41/M-
IND/PER/2/2012 tentang Perubahan Kedua atas
Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 90/M-
IND/PER/8/2010 tentang Pemberlakuan Standar
Nasional Indonesia Baja Lembaran dan Gulungan
Canai Dingin (Bj.D) Secara Wajib dikecualikan dari
kewajiban dibubuhi tanda elektronik.
(3)
Baja lembaran, pelat, dan gulungan canai panas
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan/atau Bj
D sebagaimana dimaksud pada ayat (2) hasil
produksi dalam negeri dan telah diproduksi
sampai dengan tanggal 20 Mei 2026 masih dapat
beredar hingga pengguna akhir.
(4)
Baja lembaran, pelat, dan gulungan canai panas
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan/atau Bj
D sebagaimana dimaksud pada ayat (2) hasil impor
dan
telah
menyelesaikan
kewajiban
pabean
sampai dengan tanggal 20 Mei 2026 masih dapat
beredar hingga pengguna akhir.

5.
Ketentuan Pasal 67 diubah, sehingga pasal 67 berbunyi
sebagai berikut:

Pasal 67

(1)
Bj PS dan/atau Bj PL yang sebelumnya belum
diatur dalam Peraturan Menteri Perindustrian
Nomor
36/M-IND/PER/5/2014
tentang
Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI)
Baja Lembaran, Pelat, dan Gulungan Canai Panas
(BjP) Secara Wajib dan memenuhi spesifikasi SNI
8522:2024
dan/atau
SNI
8784:2024,
wajib
memenuhi ketentuan sebagaimana diatur dalam
Peraturan Menteri ini.
(2)
Bj D yang yang sebelumnya belum diatur dalam
Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 90/M-
IND/PER/8/2010 tentang Pemberlakuan Standar
Nasional Indonesia Baja Lembaran dan Gulungan

Canai Dingin (Bj.D) Secara Wajib sebagaimana
telah diubah beberapa kali terakhir dengan
Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 41/M-
IND/PER/2/2012 tentang Perubahan Kedua atas
Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 90/M-
IND/PER/8/2010 tentang Pemberlakuan Standar
Nasional Indonesia Baja Lembaran dan Gulungan
Canai Dingin (Bj.D) Secara Wajib dan memenuhi
spesifikasi
SNI
3567:2024,
wajib
memenuhi
ketentuan sebagaimana diatur dalam Peraturan
Menteri ini.
(3)
Bj PS dan Bj PL sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) dan/atau Bj D sebagaimana dimaksud pada
ayat (2) hasil produksi dalam negeri dan telah
diproduksi sampai dengan tanggal 20 Mei 2026
masih dapat beredar hingga pengguna akhir.
(4)
Bj PS dan Bj PL sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) dan/atau Bj D sebagaimana dimaksud pada
ayat (2) hasil impor dan telah menyelesaikan
kewajiban pabean sampai dengan tanggal 20 Mei
2026 masih dapat beredar hingga pengguna akhir.

6.
Diantara Pasal 67 dan Pasal 68 disisipkan 1 (satu)
pasal, yakni Pasal 67A sehingga berbunyi sebagai
berikut:

Pasal 67

(1)
Perusahaan Industri atau Produsen di Luar Negeri
melalui Perwakilan Resmi dapat mengajukan
permohonan penerbitan Sertifikat SNI untuk Bj
PS, Bj PL, dan/atau Bj D sebagaimana dalam Pasal
67.
(2)
Perusahaan Industri atau Perwakilan Resmi dapat
mengajukan permohonan penerbitan SPPT SNI
untuk Bj PS, Bj PL, dan/atau Bj D sebagaimana
dalam Pasal 67.
(3)
Dalam hal terdapat Kerja Sama Merek atau
Maklun:
a.
Perusahaan Industri atau Produsen di Luar
Negeri melalui Perwakilan Resmi penerima
Kerja Sama Merek atau Maklun dapat
melakukan permohonan penerbitan Sertifikat
SNI untuk Bj PS, Bj PL, dan/atau Bj D
sebagaimana dalam Pasal 67; dan
b.
Perusahaan Industri pemberi Kerja Sama
Merek, Perwakilan Resmi dari Produsen di
Luar Negeri pemberi Kerja Sama Merek,
Pelaku
Usaha
pemberi
Maklun,
atau
Perwakilan Perusahaan dari pelaku usaha di
luar negeri pemberi Maklun sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 32 ayat (2) dapat
melakukan permohonan penerbitan SPPT SNI
untuk Bj PS, Bj PL, dan/atau Bj D
sebagaimana dalam Pasal 67.

(4)
LSPro dapat menerbitkan Sertifikat SNI sesuai
permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dan ayat (3) huruf a.
(5)
Kepala Badan dapat menerbitkan SPPT SNI sesuai
permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (2)
dan ayat (3) huruf b.
(6)
Permohonan
penerbitan
Sertifikat
SNI
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (3)
huruf a dan permohonan penerbitan SPPT SNI
sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3)
huruf b dilakukan sesuai dengan ketentuan dalam
Peraturan Menteri ini.
(7)
Permohonan penerbitan Sertifikat SNI dan SPPT
SNI sebagaimana dimaksud pada ayat (6) dapat
dilakukan setelah LSPro dan Laboratorium uji
ditunjuk oleh Menteri.
(8)
Permohonan penerbitan Sertifikat SNI dan SPPT
SNI sebagaimana dimaksud pada ayat (6) dapat
dilakukan sebelum tanggal 20 Mei 2026.
(9)
Sertifikat SNI dan SPPT SNI yang diterbitkan
sebelum tanggal 20 Mei 2026 sebagaimana
dimaksud pada ayat (8) mulai berlaku terhitung
sejak tanggal 20 Mei 2026.

7.
Ketentuan Pasal 69 diubah sehingga berbunyi sebagai
berikut:

Pasal 69

Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal 20
Mei 2026

Pasal II
Peraturan
Menteri
ini
mulai
berlaku
pada
tanggal
diundangkan.

Agar
setiap
orang
mengetahuinya,
memerintahkan
pengundangan
Peraturan
Menteri
ini
dengan
penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 6 Mei 2025

MENTERI PERINDUSTRIAN
REPUBLIK INDONESIA,

Œ

AGUS GUMIWANG KARTASASMITA

Diundangkan di Jakarta
pada tanggal Д

DIREKTUR JENDERAL
PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
KEMENTERIAN HUKUM REPUBLIK INDONESIA,

Ѽ

DHAHANA PUTRA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2025 NOMOR Ж