(1) Penghitungan nilai TKDN untuk komponen DMA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (2) huruf a dilakukan dengan ketentuan apabila:
a. komponen DMA yang diproduksi di dalam negeri berupa panel sentuh (touch panel), kaca pelapis (cover glass), dan layar tampilan (display), diberikan nilai TKDN 12% (dua belas persen) dari nilai TKDN aspek manufaktur;
b. komponen DMA yang diproduksi di dalam negeri hanya berupa panel sentuh (touch panel) atau kaca pelapis (cover glass), diberikan nilai TKDN 6% (enam persen) dari nilai TKDN aspek manufaktur;
c. komponen DMA yang diproduksi di dalam negeri hanya berupa layar tampilan (display), diberikan nilai TKDN 6% (enam persen) dari nilai TKDN aspek manufaktur;
dan
d. komponen-komponen DMA diimpor, diberikan nilai TKDN 1% (satu persen) dari nilai TKDN aspek manufaktur.
(2) Penghitungan nilai TKDN untuk kegiatan display bonding sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (2) huruf b dilakukan dengan ketentuan apabila:
a. kegiatan display bonding antara panel sentuh (touch panel) dan layar tampilan (display) dilakukan melalui proses laminasi penuh (full lamination), menggunakan media optical clear adhesive atau liquid optical clear adhesive atau media sejenis lainnya, dan dilakukan di dalam negeri, diberikan nilai TKDN 4% (empat persen) dari nilai TKDN aspek manufaktur;
b. kegiatan display bonding antara panel sentuh (touch panel) dan layar tampilan (display) dilakukan melalui metode air gap, menggunakan media pressure sensitive adhesive atau media sejenis lainnya, dan dilakukan di dalam negeri, diberikan nilai TKDN 2% (dua persen) dari nilai TKDN aspek manufaktur; dan
c. kegiatan display bonding tidak dilakukan di dalam negeri, diberikan nilai TKDN 0% (nol persen).
(3) Penghitungan nilai TKDN untuk komponen kamera depan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (2) huruf c dilakukan dengan ketentuan apabila:
a. kamera depan diproduksi di dalam negeri, diberikan nilai TKDN 5% (lima persen) dari nilai TKDN aspek manufaktur; dan
b. kamera depan diimpor, diberikan nilai TKDN 1% (satu persen) dari nilai TKDN aspek manufaktur.
(4) Penghitungan nilai TKDN untuk komponen kamera belakang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (2) huruf d dilakukan dengan ketentuan apabila:
a. kamera belakang diproduksi di dalam negeri, diberikan nilai TKDN 10% (sepuluh persen) dari nilai TKDN aspek manufaktur; dan
b. kamera belakang diimpor, diberikan nilai TKDN 1% (satu persen) dari nilai TKDN aspek manufaktur.
(5) Penghitungan nilai TKDN untuk komponen main and sub PCB and component sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (2) huruf e dilakukan dengan ketentuan apabila:
a. PCB dan komponen yang terpasang di PCB diproduksi di dalam negeri, diberikan nilai TKDN 12% (dua belas persen) dari nilai TKDN aspek manufaktur;
b. PCB diproduksi di dalam negeri, diberikan nilai TKDN 6% (enam persen) dari nilai TKDN aspek manufaktur;
c. 5 (lima) atau lebih komponen elektronik atau komponen non-elektronik yang merupakan bagian dari PCB assembly diproduksi di dalam negeri, diberikan nilai TKDN 6% (enam persen) dari nilai TKDN aspek manufaktur;
d. terdapat komponen yang terpasang di PCB yang diproduksi di dalam negeri, untuk masing-masing komponen diberikan nilai TKDN 1,25% (satu koma dua lima persen) dari nilai TKDN aspek manufaktur dengan total nilai TKDN untuk komponen main and sub PCB and component maksimal 5% (lima persen);
dan
e. main and sub printed circuit boards (PCB) and components diimpor, diberikan nilai TKDN 1% (satu persen) dari nilai TKDN aspek manufaktur.
(6) Penghitungan nilai TKDN untuk kegiatan PCB assembly sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (2) huruf f dilakukan dengan ketentuan apabila:
a. kegiatan PCB assembly dilakukan dengan menggunakan surface mount technology (SMT) dan dilaksanakan di dalam negeri, diberikan nilai TKDN
8% (delapan persen) dari nilai TKDN aspek manufaktur; dan
b. kegiatan PCB assembly dilakukan tanpa menggunakan SMT atau tidak dilakukan di dalam negeri, diberikan nilai TKDN 0% (nol persen).
(7) Penghitungan nilai TKDN untuk kegiatan perakitan frame and casing sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (2) huruf g dilakukan dengan ketentuan apabila:
a. pelaksanaan kegiatan perakitan frame and casing dilakukan berupa kegiatan plastic injection, metal stamping, dan/atau finishing, disertai dengan kegiatan mold and dies, tooling, atau proses computer numerical control (CNC), dan dilakukan di dalam negeri, diberikan nilai TKDN 10% (sepuluh persen) dari nilai TKDN aspek manufaktur;
b. pelaksanaan kegiatan perakitan frame and casing dilakukan berupa kegiatan plastic injection, metal stamping, dan/atau finishing, tidak disertai dengan kegiatan mold and dies, tooling, atau proses CNC, dan dilakukan di dalam negeri, diberikan nilai TKDN 3% (tiga persen) dari nilai TKDN aspek manufaktur;
dan
c. komponen perakitan frame and casing diimpor, diberikan nilai TKDN 1% (satu persen) dari nilai TKDN aspek manufaktur.
(8) Penghitungan nilai TKDN untuk komponen flexible connector sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (2) huruf h dilakukan dengan ketentuan apabila:
a. komponen flexible connector diproduksi di dalam negeri, diberikan nilai TKDN 4% (empat persen) dari nilai TKDN aspek manufaktur; dan
b. komponen flexible connector diimpor, diberikan nilai TKDN 1% (satu persen) dari nilai TKDN aspek manufaktur.
(9) Penghitungan nilai TKDN untuk komponen baterai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (2) huruf i dilakukan dengan ketentuan apabila:
a. kegiatan produksi baterai yang dilakukan di dalam negeri meliputi pembuatan sel dan pengemasan, diberikan nilai TKDN 8% (delapan persen) dari nilai TKDN aspek manufaktur;
b. kegiatan produksi baterai yang dilakukan di dalam negeri hanya meliputi pengemasan, diberikan nilai TKDN 4% (empat persen) dari nilai TKDN aspek manufaktur; dan
c. baterai diimpor, diberikan nilai TKDN 1% (satu persen) dari nilai TKDN aspek manufaktur.
(10) Penghitungan nilai TKDN untuk komponen vibration motor sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (2) huruf j dilakukan dengan ketentuan apabila:
a. komponen vibration motor diproduksi di dalam negeri, diberikan nilai TKDN 3% (tiga persen) dari nilai TKDN aspek manufaktur; dan
b. komponen vibration motor diimpor, diberikan nilai TKDN 1% (satu persen) dari nilai TKDN aspek manufaktur.
(11) Penghitungan nilai TKDN untuk komponen speaker dan earpiece sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (2) huruf k dilakukan dengan ketentuan apabila:
a. komponen speaker dan earpiece diproduksi di dalam negeri, diberikan nilai TKDN 3% (tiga persen) dari nilai TKDN aspek manufaktur;
b. komponen speaker atau earpiece diproduksi di dalam negeri, diberikan nilai TKDN 2% (dua persen) dari nilai TKDN aspek manufaktur; dan
c. komponen speaker dan earpiece diimpor, diberikan nilai TKDN 1% (satu persen) dari nilai TKDN aspek manufaktur.
(12) Penghitungan nilai TKDN untuk komponen interconnected electrical wire assembly sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (2) huruf l dilakukan dengan ketentuan apabila:
a. komponen interconnected electrical wire assembly diproduksi di dalam negeri, diberikan nilai TKDN 3% (tiga persen) dari nilai TKDN aspek manufaktur; dan
b. komponen interconnected electrical wire assembly diimpor, diberikan nilai TKDN 1% (satu persen) dari nilai TKDN aspek manufaktur.
(13) Penghitungan nilai TKDN untuk komponen earphone sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (2) huruf m dilakukan dengan ketentuan apabila:
a. earphone diproduksi di dalam negeri, diberikan nilai TKDN 4% (empat persen) dari nilai TKDN aspek manufaktur; dan
b. earphone diimpor, diberikan nilai TKDN 0% (nol persen).
(14) Penghitungan nilai TKDN untuk komponen pengisi daya (charger) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (2) huruf n dilakukan dengan ketentuan apabila:
a. kegiatan pembuatan casing dan PCB assembly dari pengisi daya (charger) dilakukan di dalam negeri, diberikan nilai TKDN 3% (tiga persen) dari nilai TKDN aspek manufaktur;
b. kegiatan perakitan casing dan PCB assembly dari pengisi daya (charger) dilakukan di dalam negeri, diberikan nilai TKDN 1,5% (satu koma lima persen) dari nilai TKDN aspek manufaktur; dan
c. pengisi daya (charger) diimpor, diberikan nilai TKDN 0% (nol persen).
(15) Penghitungan nilai TKDN untuk komponen kabel sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (2) huruf o dilakukan dengan ketentuan apabila:
a. kabel diproduksi di dalam negeri, diberikan nilai TKDN 3% (tiga persen) dari nilai TKDN aspek manufaktur; dan
b. kabel diimpor, diberikan nilai TKDN 0% (nol persen).
(16) Penghitungan nilai TKDN untuk kegiatan pengepakan produk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (2) huruf p dilakukan dengan ketentuan apabila:
a. kotak kemasan (gift box), buku panduan (manual book), dan label diproduksi di dalam negeri, diberikan nilai TKDN 3% (tiga persen) dari nilai TKDN aspek manufaktur;
b. kotak kemasan (gift box) atau buku panduan (manual book) yang disertai dengan label diproduksi di dalam negeri, diberikan nilai TKDN 2% (dua persen) dari nilai TKDN aspek manufaktur; dan
c. kotak kemasan (gift box), buku panduan (manual book), dan label diimpor, diberikan nilai TKDN 0% (nol persen).