Langsung ke konten

PENANGANAN PENGUJIAN UNDANG-UNDANG DI MAHKAMAH KONSTITUSI

PERPRES No. 100 Tahun 2016 berlaku

Ditetapkan: 2016-01-01

Pasal 1

Dalam Peraturan Presiden ini yang dimaksud dengan:

1. Peraturan Perundang-undangan di bawah Undang-

Undang adalah Peraturan Pemerintah dan Peraturan

Presiden.

1. Keterangan Presiden adalah keterangan resmi

Pemerintah baik secara lisan maupun tertulis mengenai

pokok permohonan pengujian Undang-Undang di

Mahkamah Konstitusi.

1. Kesimpulan Presiden adalah keseluruhan materi dan

fakta yang terungkap dalam keseluruhan persidangan di

Mahkamah Konstitusi yang meliputi jawaban atas

pertanyaan Hakim, tanggapan terhadap keterangan pihak

terkait, dan tanggapan terhadap keterangan ahli

dan/atau saksi pemohon.

1. Jawaban Termohon adalah keterangan resmi Pemerintah

terhadap permohonan pengujian Peraturan Perundang-

undangan di bawah Undang-Undang di Mahkamah

Agung.

www.peraturan.go.id

---

2016, No.256

1. Surat Kuasa Khusus adalah surat kuasa untuk mewakili

Presiden dalam menangani pengujian Undang-Undang di

Mahkamah Konstitusi atau pengujian Peraturan

Perundang-undangan di bawah Undang-Undang di

Mahkamah Agung.

1. Surat Kuasa Substitusi adalah surat kuasa dari

menteri/pejabat setingkat menteri yang menangani

pengujian Undang-Undang di Mahkamah Konstitusi atau

pengujian Peraturan Perundang-undangan di bawah

Undang-Undang di Mahkamah Agung kepada pejabat di

kementerian/lembaganya.

1. Menteri adalah menteri yang menyelenggarakan urusan

pemerintahan di bidang hukum.

Pasal 2

Pemerintah melaksanakan penanganan pengujian:

  • Undang-Undang di Mahkamah Konstitusi; dan
  • Peraturan Perundang-undangan di bawah Undang-

Undang di Mahkamah Agung.

Bagian Kesatu

Umum

Pasal 3

(1) Dalam penanganan pengujian Undang-Undang di

Mahkamah Konstitusi oleh Pemerintah sebagaimana

dimaksud dalam Pasal 2 huruf a, Presiden memberi

mandat kepada menteri yang menyelenggarakan urusan

pemerintahan di bidang kesekretariatan negara untuk

menerbitkan Surat Kuasa Khusus.

(2) Surat Kuasa Khusus sebagaimana dimaksud pada ayat

(1) diberikan kepada:

  • Menteri; dan

www.peraturan.go.id

---

2016, No.256 -4-

  • menteri dan/atau pejabat setingkat menteri,

untuk mewakili Presiden dalam menangani pengujian

Undang-Undang di Mahkamah Konstitusi.

(3) Penanganan pengujian sebagaimana dimaksud pada ayat

(2) dikoordinasikan oleh Menteri.

Pasal 4

(1) Menteri, menteri, dan/atau pejabat setingkat menteri

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (2) dapat

menerbitkan Surat Kuasa Substitusi.

(2) Surat Kuasa Substitusi sebagaimana dimaksud pada

ayat (1) diberikan kepada pejabat:

  • pimpinan tinggi madya atau pejabat setingkat eselon

I;

  • pimpinan tinggi pratama atau pejabat setingkat

eselon II; dan/atau

  • administrator atau pejabat setingkat eselon III.

Pasal 5

Penanganan pengujian Undang-Undang di Mahkamah

Konstitusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf a

meliputi:

  • persiapan persidangan; dan
  • pelaksanaan persidangan.

Bagian Kedua

Persiapan Persidangan

Pasal 6

(1) Persiapan persidangan sebagaimana dimaksud dalam

### Pasal 5 huruf a meliputi kegiatan:

  • penyusunan Keterangan Presiden; dan
  • pengumpulan alat bukti, penentuan saksi dan ahli,

dan penentuan juru bicara di persidangan.

(2) Dalam penyusunan Keterangan Presiden sebagaimana

dimaksud pada ayat (1) huruf a, Menteri, menteri,

dan/atau pejabat setingkat menteri dapat

www.peraturan.go.id

---

2016, No.256

mengikutsertakan ahli, narasumber, dan/atau perancang

peraturan perundang-undangan.

(3) Format Keterangan Presiden sebagaimana dimaksud

pada ayat (1) huruf a memuat:

  • judul;
  • pembukaan;
  • pokok permohonan;
  • kewenangan Mahkamah Konstitusi;
  • kedudukan hukum pemohon;
  • keterangan Pemerintah terhadap materi yang

dimohonkan oleh pemohon; dan

  • petitum.

Bagian Ketiga

Pelaksanaan Persidangan

Pasal 7

Pelaksanaan persidangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal

5 huruf b dihadiri oleh Menteri, menteri, pejabat setingkat

menteri, dan/atau penerima Surat Kuasa Substitusi.

Pasal 8

(1) Pelaksanaan persidangan sebagaimana dimaksud dalam

### Pasal 7 meliputi kegiatan:

  • pembacaan Keterangan Presiden;
  • pemberian keterangan saksi dan/atau ahli;
  • penyusunan dan penyerahan Kesimpulan Presiden;

dan/atau

  • pembacaan putusan.

(2) Pembacaan Keterangan Presiden sebagaimana dimaksud

pada ayat (1) huruf a dilakukan oleh Menteri, menteri,

pejabat setingkat menteri, atau pejabat pimpinan tinggi

madya atau pejabat setingkat eselon I.

(3) Saksi dan/atau ahli sebagaimana dimaksud pada ayat (1)

huruf b dihadirkan oleh Menteri, menteri, dan/atau

pejabat setingkat menteri.

www.peraturan.go.id

---

2016, No.256 -6-

(4) Penyusunan dan penyerahan Kesimpulan Presiden

sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c dilakukan

oleh Menteri, menteri, dan/atau pejabat setingkat

menteri.

(5) Pembacaan putusan Mahkamah Konstitusi sebagaimana

dimaksud pada ayat (1) huruf d dihadiri oleh Menteri,

menteri, pejabat setingkat menteri, dan/atau pejabat

penerima Surat Kuasa Substitusi.

Bagian Kesatu

Umum

Pasal 9

(1) Dalam penanganan pengujian Peraturan Perundang-

undangan di bawah Undang-Undang di Mahkamah

Agung oleh Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam

### Pasal 2 huruf b, Presiden memberi mandat kepada

menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di

bidang kesekretariatan negara untuk menerbitkan Surat

Kuasa Khusus.

(2) Surat Kuasa Khusus sebagaimana dimaksud pada ayat

(1) diberikan kepada:

  • Menteri; dan
  • menteri dan/atau pejabat setingkat menteri,

untuk mewakili Presiden dalam memberikan Jawaban

Termohon dalam pengujian Peraturan Perundang-

undangan di bawah Undang-Undang di Mahkamah

Agung.

(3) Penanganan pengujian sebagaimana dimaksud pada ayat

(2) dikoordinasikan oleh Menteri, menteri, atau pejabat

setingkat menteri yang ditunjuk dalam Surat Kuasa

Khusus sebagai koordinator.

www.peraturan.go.id

---

2016, No.256

Pasal 10

(1) Menteri, menteri, dan/atau pejabat setingkat menteri

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (2) dapat

menerbitkan Surat Kuasa Substitusi.

(2) Surat Kuasa Substitusi sebagaimana dimaksud pada

ayat (1) diberikan kepada pejabat:

  • pimpinan tinggi madya atau pejabat setingkat eselon

I;

  • pimpinan tinggi pratama atau pejabat setingkat

eselon II; dan/atau

  • administrator atau pejabat setingkat eselon III.

Pasal 11

Penanganan pengujian Peraturan Perundang-undangan di

bawah Undang-Undang di Mahkamah Agung sebagaimana

dimaksud dalam Pasal 2 huruf b berupa penyusunan

Jawaban Termohon.

Bagian Kedua

Penyusunan Jawaban Termohon

Pasal 12

(1) Dalam penyusunan Jawaban Termohon sebagaimana

dimaksud dalam Pasal 11, Menteri, menteri, dan/atau

pejabat setingkat menteri dapat mengikutsertakan ahli,

narasumber, dan/atau perancang peraturan perundang-

undangan yang terkait.

(2) Jawaban Termohon sebagaimana dimaksud pada ayat (1)

memuat:

  • judul;
  • pembukaan;
  • pokok permohonan;
  • kewenangan Mahkamah Agung;
  • kedudukan hukum pemohon;
  • keterangan Pemerintah terhadap materi yang

dimohonkan oleh pemohon; dan

  • petitum.

www.peraturan.go.id

---

2016, No.256 -8-

PENDANAAN

Pasal 13

Pendanaan yang diperlukan dalam rangka penanganan

pengujian Undang-Undang di Mahkamah Konstitusi dan

Peraturan Perundang-undangan di bawah Undang-Undang di

Mahkamah Agung oleh Pemerintah dibebankan pada

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara pada Bagian

Anggaran kementerian yang menyelenggarakan urusan

pemerintahan di bidang hukum dan/atau

kementerian/lembaga terkait.

Pasal 14

Peraturan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal

diundangkan.

www.peraturan.go.id

---

2016, No.256

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan

pengundangan Peraturan Presiden ini dengan penempatannya

dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.

Ditetapkan di Jakarta

pada tanggal 30 November 2016

INDONESIA,

ttd

Diundangkan di Jakarta

pada tanggal 30 November 2016

,

ttd.

www.peraturan.go.id