Peraturan Menteri ini mulai berlaku setelah 60 (enam puluh)
hari terhitung sejak tanggal diundangkan.
---
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan
pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya
dalam Berita Negara Republik Indonesia.
Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 27 Desember 2023
MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,
ttd.
SRI MULYANI INDRAWATI
Diundangkan di Jakarta
pada tanggal 28 Desember 2023
DIREKTUR JENDERAL
PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
REPUBLIK INDONESIA,
ttd.
ASEP N. MULYANA
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2023 NOMOR 1058
Salinan sesuai dengan aslinya,
Kepala Biro Umum
u.b.
Plt. Kepala Bagian Administrasi Kementerian
Ditandatangani secara elektronik
DEWI SURIANI HASLAM
---
LAMPIRAN
PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 153 TAHUN 2023
TENTANG
PENGEMBALIAN PENERlMAAN NEGARA DI BIDANG
KEPABEANAN DAN CUKAI
A. CONTOH FORMAT PERMOHONAN PENGEMBALIAN
KOPPEMOHON
Nomor : .......... (1) ......... . .......... (2) ........ ..
Lampiran : .......... (3) ........ ..
Hal : Permohonan Pengembalian Penerimaan Negara
di Bidang Kepabeanan dan Cukai
Yth. Menteri Keuangan
u.p. Kepala .......... (4) ..........
Kami yang bertanda ' tangan di bawah ini:
Nama : ....... (5) ...... .
Jabatan : ....... (6) ...... .
Nama Badan Hukum : ....... (7) ...... .
NPWP : ....... (8) ...... .
Alamat : ....... (9) ...... .
dengan ini mengajukan permohonan pengembalian atas pembayaran dengan data sebagai
berikut:
Dokumen Dasar
Pengembalian : ....... (10) ....... Nomor ....... (11) ....... tanggal ....... (12) .......
dengan rincian:
............. (13)............. Rp ................. (14) ................ .
............. (15)............. Rp ................. (16) ................ .
............. (dst)............ Rp ................. (dst) ............... .
Jumlah Rp ................. (17) ................ .
NTPN setoran : ....... (18) .......
Uang Pengembalian agar dikirimkan ke rekening:
Nama Bank : ....... (19) ...... .
Nomor Rekening : ....... (20) ..... ..
Nama Rekening : ....... (21) ...... .
Sebagai persyaratan pengajuan permohonan dengan ini dilampirkan:
- Dokumen dasar pengembalian berupa ....... (10) ....... Nomor ....... (11) ....... tanggal
....... (12) .......
- Bukti identitas pemohon berupa ....... (22) ...... .
- Bukti kepemilikan rekening aktif berupa ....... (23) .......
- . ............ (24) ............ .
- . ............ (24) ............ .
Dengan ini, kami menyatakan bahwa data yang disampaikan adalah benar dan atas
dokumen dasar pengembalian terse but di atas belum pemah mendapatkan pengembalian.
bemikian disampaikan untuk mendapat keputusan.
Hormat kami,
Meterai, tanda
tangan dan
stemoel
......... (5) ......... .
---
PETUNJUK PENGISIAN
Nomor (1) diisi nomor surat permohonan.
Nomor (2) diisi tanggal, bulan, tahun surat permohonan.
Nomor (3) diisi jumlah lampiran.
Nomor (4) diisi nama Kantor Bea dan Cukai tempat diajukan
permohonan.
Nomor (5) diisi nama lengkap pemohon yang mengajukan
permohonan.
Nomor (6) diisi jabatan pemohon.
diisi "-" dalam hal pemohon adalah orang perseorangan.
Nomor (7) diisi nama badan hukum yang mengajukan
permohonan.
diisi "-" dalam hal pemohon adalah orang perseorangan.
Nomor (8) diisi Nomor Pokok Wajib Pajak orang perseorangan atau
badan hukum yang mengajukan permohonan.
Nomor (9) diisi alamat pemohon yang mengajukan permohonan.
Nomor (10) diisi nama dokumen dasar pengembalian, misalnya
11 SPTNP 11 a tau II SPPBK 11 •
Nomor (11) diisi nomor dokumen dasar pengembalian.
Nomor (12) diisi tanggal dokumen dasar pengembalian.
Nomor (13) & (15) diisi jenis kelebihan pembayaran yang diajukan
pengembalian, misalnya "Bea Masuk" atau "Denda
Administrasi Cukai"
Nomor (14) & (16) diisi nilai kelebihan pembayaran yang diajukan
pengembalian.
Nomor (17) diisi jumlah nilai kelebihan pembayaran yang diajukan
pengembalian.
Nomor (18) diisi NTPN atas setoran yang dimintakan pengembalian.
Nomor (19) diisi nama bank tempat rekening yang ditunjuk
pemohon.
Nomor (20) diisi nomor rekening yang ditqnjuk pemohon.
Nomor (21) diisi nama pemilik rekening yang ditunjuk pemohon.
Nomor (22) diisi jenis bukti identitas, misalnya "KTP" untuk orang
perseorangan atau "akta pendirian atau surat
pernyataan pendirian/ dokumen pendirian" dalam hal
diajukan oleh badan hukum.
Nomor (23) diisi j enis bukti kepemilikan rekening, misalnya "Buku
Tabungan" atau "Rekening Koran".
Nomor (21) diisi dokumen persyaratan tambahan sebagaimana •
dimaksud dalam Pasal 5.
---
B. CONTOH FORMAT TANDA TERIMA PERMOHONAN PENGEMBALIAN
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAJ
........... (1) ........... .
........... (2) ........... .
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••• 3 ••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
TANDA TERIMA PERMOHONAN PENGEMBALIAN
A. DATA PERMOHONAN
Nama Pemohon/Badan Hukum : ·············(4) ............ .
NPWP : ·············(5) ............ .
Alamat : ·············(6) .... : ....... .
Nomor Permohonan : ·············(7) ............ .
Tanggal Permohonan : ·············(8) ............ .
B. FORMIL PERMOHONAN *)
Kelengkapan pengisian permohonan Lengkap Tidak Lengkap
Dokumen dasar pengembalian Lengkap Tidak lengkap
Bukti identitas pemohon Lengkap Tidak Lengkap
Bukti kepemilikan rekening aktif Lengkap Tidak Lengkap
Dokumen persyaratan lain **) Lengkap Tidak Lengkap
Kesimpulan Lengkap Tidak Lengkap
Keterangan:
.......................................................... (9) .............................................................. .
..... (10) ..... , ......... (11) ...... .
Petugas,
............... (12) ............... .
---
PETUNJUK PENGISIAN
Nomor (1) diisi nama kantor wilayah yang membawahi Kantor
Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai.
Nomor (2) diisi nama Kantor Bea dan Cukai.
Nomor (3) diisi alamat dan saluran komunikasi Kantor Bea dan
Cukai.
Nomor (4) diisi nama lengkap perseorangan/ badan hukum yang·
mengajukan permohonan.
Nomor (5) diisi Nomor Pokok Wajib Pajak perseorangan/badan
hukum yang mengajukan permohonan.
Nomor (6) diisi alamat perseorangan/badan hukum yang
mengajukan permohonan.
Nomor (7) diisi nomor surat permohonan.
Nomor (8) diisi tanggal surat permohonan.
Nomor (9) diisi keterangan hasil penelitian formil, misalnya
"Permohonan diproses lebih lanjut" atau "Permohonan
dikembalikan karena dokumen tidak lengkap"
Nomor (10) diisi nama kota dibuatnya tanda terima permohonan
pengembalian.
Nomor (11) diisi tanggal, bulan, tahun dibuatnya tanda terima
permohonan pengembalian.
Nomor (12) diisi nama petugas yang menerima berkas permohonan
dalam hal permohonan diajukan secara manual.
*) diberi tanda "X" pada kotak yang sesuai.
) diisi dokumen persyaratan tambahan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 5.
---
C. CONTOH FORMAT LAPORAN HASIL PENELlTIAN
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI
........... (1) ........... .
........... (2) ........... .
........................................ 3 ...................................... ..
LAPORAN HASIL PENELITIAN
PENGEMBALIAN PENERIMAAN NEGARA DI BIDANG KEPABEANAN DAN CUKAI
1. IDENTITAS PEMOHON
Nama : .......... (4) ........ ..
NPWP : .......... (5) ........ ..
Alamat : ......... •.(6) ......... .
Rekening : Nama Bank : .......... (7) ......... .
Nomor Rekening : .......... (8) ........ ..
Nama Rekening : .......... (9) ......... .
2. DATA PERMOHONAN
Dokumen Dasar Pengembalian : .......... (10) ......... .
Nomor Dokumen Dasar Pengembalian : ......... :(11) ......... .
Tan al Dokumen Dasar Pen embalian : .......... 12 ......... .
NO. JENIS KELEBIHAN PEMBAYARAN NILAI
1. ··········!13l~·········
1. .... 15 ..........
1. .. ........ (dst) ......... .
JUMLAH R .......... 17 ........ ..
NTPN Setoran : .......... (18) ......... .
3. PENELITIAN FORMIL
Kelengkapan pengisian formulir Lengkap Tidak Lengkap
Dokumen dasar pengembalian Ada TidakAda
Bukti identitas pemohon Ada TidakAda
Bukti kepemilikan rekening aktif Ada TidakAda
Dokumen persyaratan lain) Ada TidakAda
Kesimpulan Lengkap Tidak Lengkap
Tanggal Tanda Terima Permohonan : .......... (19) ......... .
4. PENELITIAN MATERIIL
I NO. I BUTIR PENELITIAN HASIL SESUAI
1. Bukti identitas pemohon .......... (20) .......... .......... (21) ..........
1. Jangka waktu permohonan .......... (20) .......... .......... (21) ..........
oengembalian
1. Data dokumen dasar pengembalian .: ........ (20) .......... .......... (21) ..........
1. Telah dibukukan ke Kas Negara .......... (20). ......... . ......... (21). .........
1. Belum pernah diberikan .......... (20) .......... .......... (21) ..........
oengembalian
1. Rekening yang dituniuk .......... (20) .......... .......... (21) ..........
1. . ......... (22) .......... .......... (20) .......... .. ........ (21) ..........
1. .. ........ (22) .......... .......... (20) .......... .. ........ (21) ..........
5. PENGHITUNGAN PENGEMBALIAN DENGAN UTANG PEMOHON
NILAI KELEBIHAN NO. NILAI PEMOTONGAN DIKEMBALIKAN PEMBAYARAN
1. Rp .......... (23).......... Rp .......... (24).......... Rp .......... (25) ......... .
Nilai kelebihan pembayaran sebesar Rp .......... (23) ......... diperhitungkan dengan utang-
pemohon sebesar Rp ......... (24) .......... dan masih tersisa kelebihan pembayaran
sebesar Rp ......... (25) ......... untuk dikembalikan ke rekening yang ditunjuk pemohon.
* Catatan: Rincian penghitungan terlampir
'
6. KESIMPULAN PENELITIAN
............................................................. (26) ............................................................. .
---
..... (27) ..... , ..... (28) .....
Kepala Seksi Peneliti,
.......... (29) ......... .
··········(30) ......... . . ......... (31) ......... .
Mengetahui,
Kepala Bidang .......... (32) ......... .
.......... (33) ......... .
---
LAMPIRAN LAPORAN HASIL PENELITIAN
PENGHITUNGAN PENGEMBALIAN DENGAN UTANG PEMOHON
Nam.a ............. (4) ............ .
NPWP ............. (5) ............ .
Alam.at ............. (6) ............ .
I. RINCIAN PEMOTONGAN UTANG
Nilai utang yang diperhitungkan dengan pengembalian sebesar Rp ......... (24) .......... bersumber dari:
1. Dokumen Utang ............. (34) ............ .
Nomor ............. (35) ............ .
Tanggal : ............. (36) ............ .
Kantor : ............. (37) ............ .
No. Jenis Utang Nilai Utang Nilai Pemotongan
1. . .......... 38 .......... .
1. ........... 41 .......... .
1. . .......... dst .......... . R
Jumlah
1. Dokumen Utang ............. (dst) ............ .
Nomor ............. (dst) ............ .
Tanggal ............. (dst) ............ .
Kantor ............. (dst) ............ .
No. Jenis Utang Nilai Utang Nilai Pemotongan
1. . .......... dst .......... .
1. ........... dst .......... .
1. . .......... dst .......... .
Jumlah
---
II. RINCIAN ALOKASI SURAT PERINTAH MEMBAYAR KEMBALI BEA DAN CUKAI (SPMKBC)
Nilai kelebihan pembayaran sebesar Rp .......... (23) ......... dialokasikan untuk pemotongan utang sebagai berikut:
Jenis Kelebihan Nilai kelebihan No. Jenis utang Nilai Pemotongan Dikembalikan Pembavaran Pembavaran
··········(48) .......... Rp .......... (49) .........
1. .......... (46) .......... Rp .......... (47) .......... .......... (50) .......... Rp . ......... (51) ......... Rp . ........ (52) ..........
.......... (dst) .......... Ro .......... (dstl. ........
.......... (55) .......... Rp .......... (56) .........
1. .......... (53) .......... Rp .......... (54) .......... .......... (57) .......... Rp .......... (58) ......... Rp . ........ (59) ..........
.......... (dst) .......... Ro . ......... (dstl .........
.......... (dst) .......... Rp .......... (dst) .........
1. .......... (dst) .......... Rp .......... (dst) .......... .......... (dst) .......... Rp .......... (dst) ......... Rp ......... (dst) ..........
.......... (dst) .......... Ro . ......... (dstl. ........
Jumlah Kelebihan Rp ............ (23) ............. Jumlah Utang Rp .......... (24) ......... Rp ......... (25) .......... Pembavaran
....... (27), ....... (28) ...... .
Kepala Seksi ........ (29) ...... . Peneliti,
............. (30) ............. . . ............. (31) ............ .
Mengetahui,
• Kepala Bidang .............. (32) ............ .
.............. (33) ............ .
---
PETUNJUK PENGISIAN
Nomor (1) diisi nama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan
Cukai yang membawahi Kantor Pengawasan dan •
Pelayanan Bea dan Cukai.
Nomor (2) diisi nama Kantor Bea dan Cukai.
Nonior (3) diisi alamat dan saluran komunikasi Kantor Bea dan
Cukai.
Nomor (4) diisi nama lengkap perseorangan/badan hukum yang
mengajukan permohonan.
Nomor (5) diisi Nomor Pokok Wajib Pajak perseorangan/badan
hukum yang mengajukan permohonan.
Nomor (6) diisi alamat perseorangan/badan hukum yang
mengajukan permohonan.
Nomor (7) diisi nama bank tempat rekening yang ditunjuk
pemohon.
Nomor (8) diisi nomor rekening yang ditunjuk pemohon.
Nomor (9) diisi nama pemilik rekening yang ditunjuk pemohon.
Nomor (10) diisi nama dokumen dasar pengembalian, misalnya
"SPTNP" atau" SPPBK".
Nomor (11) diisi nomor dokumen dasar pengembalian.
Nomor (12) diisi tanggal dokumen dasar pengembalian.
Nomor (13) & (15) diisi jenis kelebihan pembayaran yang diajukan •
pengembalian, misalnya "Bea Masuk" atau "Denda
Administrasi Cukai".
Nomor (14) & (16) diisi nilai kelebihan pembayaran yang diajukan
pengembalian.
Nomor (17) diisi jumlah nilai kelebihan pembayaran yang diajukan
pengembalian.
Nomor (18) diisi NTPN atas setoran yang dimintakan pengembalian.
Nomor (19) diisi tanggal, bulan, tahun tanda terima permohonan.
Nomor (20) diisi uraian hasil penelitian atas masing-masing butir
penelitian.
Nomor (21) diisi "YA" bila hasil penelitian sesuai atau "TIDAK" bila
tidak sesuai.
Nomor (22) diisi butir penelitian lain yang dipandang perlu.
Nomor (23) diisi jumlah nilai kelebihan pembayaran yang
diperhitungkan dengan utang.
Nomor (24) diisi jumlah nilai utang pemohon yang diperhitungkan
dengan pengembalian.
Nomor (25) diisi jumlah nilai yang dikembalikan kepada pemohon
bila masih terdapat sisa kelebihan pembayaran setelah •
diperhitungkan dengan utang pemohon.
Nomor (26) diisi kesimpulan penelitian dan pendapat atas hasil
penelitian.
Nomor (27) diisi nama kota dibuatnya laporan hasil penelitian.
Nomor (28) diisi tanggal, bulan, tahun dibuatnya laporan hasil
penelitian.
Nomor (29) diisi jabatan kepala seksi yang menyetujui laporan hasil
penelitian.
Nomor (30) diisi nama kepala seksi yang menyetujui laporan hasil
penelitian.
Nomor (31) diisi nama petugas yang membuat laporan hasil
penelitian.
---
Nomor (32) diisi jabatan Kepala Bidang yang menyetujui laporan
hasil penelitian, diisi bila permohonan diajukan kepada
Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai.
Nomor (33) diisi nama Kepala Bidang yang menyetujui laporan hasil
penelitian, diisi bila permohonan diajukan kepada
Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai.
Nomor (34) diisi jenis dokumen utang pemohon, misalnya "SPfNP" •
a tau " SPPBK".
Nomor (35) diisi nomor dokumen utang pemohon.
Nomor (36) diisi tanggal dokumen utang pemohon.
Nomor (37) diisi Kantor Bea dan Cukai yang mencatat utang
pemohon.
Nomor (38) & (41) diisi jenis utang berdasarkan dokumen utang pemohon,
misalnya "Bea Masuk" a tau "Cukai Hasil Tembakau".
Nomor (39) & (42) diisi nilai utang _ sebelum diperhitungkan dengan
pengembalian.
Nomor (40) & (43) diisi nilai utang yang diperhitungkan dengan
pengembalian.
Nomor (44) diisijumlah nilai utang sebelum diperhitungkan dengan
pengembalian.
Nomor (45) diisi jumlah nilai utang yang diperhitungkan dengan
pengembalian.
Nomor (46) & (53) diisijenis kelebihan pembayaran, misalnya "Bea Keluar"
atau "Denda Administrasi Cukai''.
Nomor (47) & (54) diisi nilai kelebihan pembayaran.
Nomor (48), (50), diisi jenis utang yang diperhitungkan dengan •
(55) & (57) pengembalian, misalnya "Bea Masuk" atau "Bea
Keluar''.
Nomor (49), (51), diisi nilai utang yang diperhitungkan dengan
(56) & (58) pengembalian.
Nomor (52) & (59) diisi nilai yang dikembalikan kepada pemohon bila
masih terdapat sisa kelebihan pembayaran setelah
diperhitungkan dengan utang pemohon.
---
D. CONTOH FORMAT KEPUTUSAN MENTER! KEUANGAN MENGENAI
PENGEMBALIAN DALAM HAL PEMOHON TIDAK MEMILIKI UTANG
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR .......... (1) ........ ..
TENTANG
PENGEMBALIAN PENERIMAAN NEGARA DI BIDANG KEPABEANAN DAN CUKAI
YANG DIBERIKAN KEPADA .......... (2) ........ ..
MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,
Menimbang a. bahwa .......... (2).......... melalui surat Nomor .......... (3) ......... .
menyampaikan permohonan pengembalian penerimaan negara di
bidang kepabeanan dan cukai atas dokumen dasar pengembalian
............. (4).. ........... Nomor ............. (5).. ..... . ..... tanggal
............. (6) ............. dan setoran Penerimaan Negara dengan NTPN
............. (7) ............. ; .
- bahwa sesuai dengan hasil penelitian terhadap permohonan
.......... (2) .......... beserta dokumen kelengkapannya, permohonan
.......... (2) .......... dapat diberikan persetujuan untuk dapat diberikan
pengembalian;
C. .. ........ (8) .......... ;
- bahwa Berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam
huruf a, huruf b, huruf c *), perlu menetapkan Keputusan Menteri
Keuangan tentang Pengembalian Penerimaan Negara di Bidang
Kepabeanan dan Cukai yang Diberikan Kepada .......... (2) .......... ;
Mengingat 1. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 75,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3612)"
sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun
2006 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun
1995 tentang Kepabeanan (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2006 Nomor 93, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4661);
1. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 76, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3613) sebagaimana
telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor
7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 246,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6736);
1. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan
Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor
5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355);
1. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2008 tentang Pengenaan Bea
Keluar terhadap Barang Ekspor (Lembaran negara Republik
Indonesia Tahun 2008 Nomor 116, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4886);
1. Peraturan Menteri Keuangan Nomor ..... (9) ..... tentang Pengembalian
Penerimaan Negara di Bidang Kepabeanan dan Cukai;
MEMUTUSKAN:
Menetapkan KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN TENTANG PENGEMBALIAN
PENERIMAAN NEGARA DI BIDANG KEPABEANAN DAN CUKAI YANG
DIBERIKAN KEPADA .......... (2) ......... .
KESATU Memberikan pengembalian penerimaan negara di bidang kepabeanan
dan cukai:
Kepada : .......... (2) .......... ..
NPWP : .......... (10) ......... .
Alamat : .......... (11) ......... .
---
KEDUA .......... (2) .......... memiliki kelebihan pembayaran penerimaan negara
seebsar Rp .......... (12) ............ dengan rincian:
.......... (13)............ : Rp .......... (14).~ ......... .
.......... (15)............ : Rp .......... (16) ........... .
.. ........ (dst) ............ : Rp .......... (dst) ........... .
Jumlah : Rp .......... (12) ........... .
KETIGA Kelebihan pembayaran sebagaimana dimaksud dalam Diktum KEDUA
sebesar Rp ............. (12) ............. dipindahbukukan oleh Bank ..... (17) ... .
ke rekening yang ditunjuk dengan nomor rekening ............. (18) ............ .
dengan nama rekening ............. (19) ............ .
KEEMPAT Keputusan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
Salinan Keputusan Menteri ini disampaikan kepada:
1. Direktur Jenderal Bea dan Cukai u.p. Direktur
·············(20) ............. ;
1. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
............. (21) ............. ;
1. Kepala Kantor ............. (22) ............ .
1. Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara
............. (23) ............ .
1. Pemohon.
Ditetapkan di .......... (24) ........... .
pada tanggal .......... (25) ........... .
a.n. MENTER! KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
KEPALA .......... (26) ............ ,
.......... (27) ........... .
---
LAMPIRAN
KEPUTUSAN MENTER! KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR .......... (3) .......... .
TENTANG
PENGEMBALIAN PENERIMMN NEGARA DI BIDANG KEPABEANAN
DAN CUKAI YANG DIBE.RIKAN _KEPADA ......... (4) ......... .
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI
.............. (26) ............. .
.............. (28) ............. .
ALOKASI SURAT PERINTAH MEMBAYAR KEMBALI BEA DAN CUKAJ
(SPMKBC)
Nilai kelebihan pembayaran sebesar Rp .......... (12) ......... dikembalikan melalui SPMKBC
dengan rincian:
I NO. I JENIS KELEBIHAN PEMBAYARAN NILAI ' 1. .............. (13) ........... Rp . ........ (14) ..........
1. .............. (15}. .......... Ro . ........ (16) ..........
1. . ............. (dst) ........... Rp . ........ (dst) ..........
Jumlah Kelebihan Pembayaran Rp . ........ (12) ..........
a.n. MENTER!' KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
KEPALA .......... (26) ............ ,
.......... (27) ........... .
---
PETUNJUK PENGISIAN
Nomor (1) diisi nomor Keputusan Menteri Keuangan mengenai
pengembalian penerimaan negara di bidang kepabeanan
dan cukai.
Nomor (2) diisi nama lengkap perseorangan/badan hukum yang
mengajukan Permohonan pengembalian.
Nomor (3) diisi nomor dan tanggal surat Permohonan
pengembalian. •
Nomor (4) diisi jenis dokumen dasar pengembalian, misal "SPTNP"
a tau " SPPBK".
Nomor (5) diisi nomor dokumen dasar pengembalian.
Nomor (6) diisi tanggal dokumen dasar pengembalian.
Nomor (7) diisi nomor dan tanggal NTPN atas setoran yang
dimintakan pengembalian.
Nomor (8) diisi pertimbangan lainnya yang menjadi dasar
pemberian pengembalian.
Nomor (9) diisi nomor Peraturan Menteri Keuangan mengenai
pengembalian penerimaan negara di bidang kepabeanan
dan cukai.
Nomor (10) diisi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
perseorangan/badan hukum yang mengajukan
permohonan.
Nomor (11) diisi alamat perseorangan/badan hukum yang
mengajukan permohonan.
Nomor (12) diisi jumlah nilai kelebihan pembayaran.
Nomor (13) & (15) diisi jenis kelebihan pembayaran, misal "Bea Masuk"
a tau "Denda Administrasi. Cukai".
Nomor (14) & (16) diisi nilai kelebihan pembayaran.
Nomor (17) diisi nama bank tempat rekening yang ditunjuk
pemohon.
Nomor (18) diisi nomor rekening yang ditunjuk pemohon.
Nomor (19) diisi nama pemilik rekening yang ditunjuk pemohon.
Nomor (20) diisi jabatan direktur yang mengelola penerimaan.
Nomor (21) diisi nama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan
Cukai yang membawahi Kantor Pengawasan dan
Pelayanan Bea dan Cukai.
Nomor (22) diisi nama Kantor Bea dan Cukai yang piutangnya
diperhitungkan dengan nilai pengembalian.
Nomor (23) diisi nama Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara
mitra kerja Kantor Bea dan Cukai.
Nomor (24) diisi nama kota tempat ditandatanganinya Keputusan
Menteri Keuangan mengenai pengembalian penerimaan
negara di bidang kepabeanan dan cukai.
Nomor (25) diisi tanggal, bulan, tahun ditandatanganinya Keputusan
Menteri Keuangan mengenai pengembalian penerimaan
negara di bidang kepabeanan dan cukai.
Nomor (26) diisi Kantor Bea dan Cukai yang menerbitkan Keputusan
Menteri Keuangan mengenai pengembalian penerimaan
negara di bidang kepabeanan dan cukai.
Nomor (27) diisi nama Kepala Kantor Bea dan Cukai yang
menandatangani Keputusan Menteri Keuangan mengenai
pengembalian penerimaan negara di bidang kepabeanan
dan cukai.
---
E. CONTOH FORMAT KEPUTUSAN MENTER! KEUANGAN MENGENAI
PENGEMBALIAN PENERIMAAN NEGARA DI BIDANG KEPABEANAN DAN
CUKAI DALAM HAL PEMOHON MEMILIKI UTANG DAN DIPERHITUNGKAN·
DENGAN PENGEMBALIAN
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
KEPUTUSAN MENTER! KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR .......... (1) ......... .
TENTANG
PENGEMBALIAN PENERIMAAN NEGARA DI BIDANG KEPABEANAN DAN CUKAJ
YANG DIBERIKAN KEPADA .. .' ....... (2) ......... .
MENTER! KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,
Menimbang a. bahwa .......... (2)..... ... .. melalui surat Nomor .......... (3) ........ ..
menyampaikan permohonan pengembalian penerimaan negara di
bidang kepabeanan dan cukai atas dokumen dasar pengembalian
............. (4)............. Nomor ............. (5)............. tanggal
............. (6) ............. dan setoran Penerimaan Negara dengan NTPN
••·•••·•••• .. (7) ............. ;
- bahwa sesuai dengan hasil penelitian terhadap permohonan
.......... (2) .......... beserta dokumen kelengkapannya, permohonan-
.......... (2) .......... dapat diberikan persetujuan untuk dapat diberikan
pengembalian;
- .. ........ (8) .......... ;
- bahwa Berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam
huruf a, huruf b, huruf c *), perlu menetapkan Keputusan Menteri
Keuangan tentang Pengembalian Penerima.an Negara di Bidang
Kepabeanan dan Cukai yang Diberikan Kepada .......... (2) .......... ;
Mengingat 1. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan
(Lembaran Negara Republik ~ndonesia Tahun 1995 Nomor 75,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3612)
sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun
2006 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun
1995 tentang Kepabeanan (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2006 Nomor 93, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4661);
1. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 76, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3613) sebagaimana
telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor
7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 246,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6736);
1. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan
Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor
5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355);
1. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2008 tentang Pengenaan Bea
Keluar terhadap Barang Ekspor (Lembaran negara Republik
Indonesia Tahun 2008 Nomor 116, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4886);
1. Peraturan Menteri Keuangan Nomor ..... (9) ..... tentang Pengembalian
Penerimaan Negara di Bidang Kepabeanan dan Cukai;
MEMUTUSKAN:
Menetapkan KEPUTUSAN MENTER! KEUANGAN TENTANG PENGEMBALIAN
PENERIMAAN NEGARA DI BIDANG KEPABEANAN DAN CUKAJ YANG
DIBERIKAN KEPADA .......... (2) ........ ..
KESATU Memberikan pengembalian penerimaan negara di bidang kepabeanan
dan cukai:
Kepada : .......... (2) ........... .
NPWP : .......... (10) ........ ..
---
Alamat : .......... (11) ......... .
KEDUA .......... (2) .......... memiliki kelebihan pembayaran penerimaan negara
sebesar Rp .......... (12) ............ dengan rincian:
.......... (13)............ : Rp .......... (14) ........... .
.......... (15)............ : Rp .......... (16) ........... .
.......... (dst) ............ : Rp .......... (dst) ........... .
Jumlah : Rp .......... (12) ........... .
KETIGA Kelebihan pembayaran sebagaimana dimaksud dalam Diktum KEDUA
diperhitungkan sebagai pembayaran utang Penerimaan Negara sebesar
Rp ............. (17) ............. , dengan rincian:
.......... (18) ............ : Rp .......... (19) ........... .
. . ..... ... (20)....... ..... : Rp .......... (21) ........... .
. ...... ... (dst) ............ : Rp .......... (dst) ........... .
JUMLAH : Rp .......... (17) ........... .
KEEMPAT Kelebihan pembayaran Penerimaan Negara sebagaimana dimaksud
dalam Diktum KEDUA*):
□ Diperhitungkan dengan utapg Penerimaan Negara sebagaimana
dimaksud dalam Diktum KEDUA dan tidak tersisa kelebihan
pembayaran.
Diperhitungkan dengan utang Penerimaan Negara sebagaimana
dimaksud dalam Diktum KEDUA dan masih tersisa kelebihan □
pembayaran sebesar Rp ............. (22)............. untuk
dipindahbukukan oleh Bank ........ (23) ........ ke rekening yang
ditunjuk dengan nomor rekening ............. (24) ............. dengan
nama rekening ............. (25) ............ .
KELIMA Keputusan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
Salinan Keputusan Menteri ini disampaikan kepada:
1. Direktur Jenderal Bea dan Cukai u.p. Direktur ............. (26) ............. ;
1. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dari Cuka{
............. (27) ............. ;
1. Kepala Kantor ............. (28) ............ .
1. Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara
............. (29) ............ .
1. Pemohon.
Ditetapkan di .......... (30) ........... .
pada tanggal .......... (31) ........... .
a.n. MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
KEPALA .......... (32) ............ ,
.......... (33) ........... .
---
LAMPIRAN
KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR .......... (1) .......... .
TENTANG
PENGEMBALIAN PENERIMAAN NEGARA DI BIDANG KEPABEANAN DAN
CUKAI YANG DIBERIKAN KEPADA ......... (2) ......... .
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI
.............. (1) ............. .
.............. (2) ............. .
RINCIAN PENGHITUNGAN PENGEMBALIAN
I. RINCIAN PEMOTONGAN UTANG
Nilai utang yang diperhitungkan dengan pengembalian sebesar Rp ............. (17) ............. bersumber dari:
1. Dokumen Utang : .............. (34) ............. .
Nomor : .............. (35) ............. .
Tanggal : .............. (36) ............. .
Kantor : .............. (37}. ............ .
No Jenis Utang Nilai Utang Nilai Pemotongan
1. . ............... (38) .............. . Rp .............. (39) ............ . Rp ............. (40) ............ .
1. . ............... (41) ............. . Ro ............. (42) ............ . Ro ............. (43) ............ .
1. . ............... (dst) ............. . Rp ............. (dst) ............ . Rp ............. (dst) ............ .
Jumlah Ro .............. (44) ............ . Rp .............. (45) ............ .
1. Dokumen Utang : .............. (dst) ............. .
Nomor : .............. (dst) ............. .
Tanggal : .............. (dst) ............. .
Kantor : .............. (dst) ............. .
No Jenis Utang Nilai Utang Nilai Pemotongan
1. ................ (dst) ............. . Ro ............. (dst) ............ . Ro ............. (dst) ............ .
1. ................ (dst) ............. . Rp ............. (dst) ............ . Rp ............. (dst) ............ .
1. ................ (dst) ............. . Ro ............. (dst) ............ . Ro ............. (dst) ............ .
Jumlah Rp ............. (dst) ............ . Rp ............. (dst) ............ .
---
II. RINCIAN ALOKASI SURAT PERINTAH MEMBAYAR KEMBALI BEA DAN CUKAI (SPMKBC)
Nilai kelebihan pembavaran sebesar Rp .......... (15) ......... dialokasikan untuk pemotongan utang sebagai berikut:
No Jenis· Kelebihan Pembayaran Nilai Kelebihan Pembayaran Jenis Utang Nilai Pemotongan Nilai Dikembalikan
................ (48) ............ . Rp .......... (49) ........ .
1. . ............. (46)........... Rp ............ (47)............. . ............... (50) ............ . Rp .......... (51) ........ . Rp ......... (52) ......... .
................ (dst) ............ . Rp .......... (dst) ........ .
················(55) ............ . Rp .......... (56) ........ .
1. . ............. (53)........... Rp ............ (54)............. . ............... (57) ............ . Rp .......... (58) ........ . Rp ......... (59) ......... .
................ (dstl ............ . Ro .......... (dstl. ....... .
................ (dst) ............ . Rp .......... (dst) ........ .
1. . ............. (dst)........... Rp ............ (dst)............. . ............... (dst) ............ . Rp .......... (dst) ........ . Rp ......... (dst) ......... .
................ (dst) ............ . Rp .......... (dst) ........ .
Jumlah Kelebihan Pembavaran Rp ............ (12)............. Jumlah Utang Rp .......... (17) ........ . Rp ......... (22) ......... .
a.n. MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
KEPALA .......... (32) ............ ,
.......... (33) ........... .
---
PETUNJUK PENGISIAN
Nomor (1) diisi nomor Keputusan Menteri Keuangan mengenai
pengembalian penerimaan negara di bidang kepabeanan
dan cukai.
Nomor (2) diisi nama lengkap perserorangan/badan hukum yang
mengajukan permohonan pengembalian.
Nomor (3) diisi nomor dan tanggal surat permohonan
pengembalian.
Nomor (4) diisi jenis dokumen dasar pengembalian, misal "SPTNP"
atau " SPPBK".
Nomor (5) diisi nomor dokumen dasar pengembalian.
Nomor (6) diisi tanggal dokumeri dasar pengembalian.
Nomor (7) diisi nomor dan tanggal NTPN atas setoran yang
dimintakan pengembalian.
Nomor (8) diisi pertimbangan lainnya yang menjadi dasar
pemberian pengembalian.
Nomor (9) diisi nomor Peraturan Menteri Keuangan mengenai
pengembalian penerimaan negara di bidang kepabeanan
dan cukai.
Nomor (10) diisi Nomor Pokok Wajib Pajak perseorangan/badan
hukum yang mengajukan permohonan.
Nomor (11) diisi alamat perseorangan/badan hukum yang
mengajukan permohona:ri.
Nomor (12) diisi jumlah nilai kelebihan pembayaran.
Nomor (13) & (15) diisi jenis kelebihan pembayaran, misal "Bea Masuk"
a tau "Denda Administrasi Cukai".
Nomor (14) & (16) diisi nilai kelebihan pembayaran.
Nomor (17) diisi jumlah nilai utang yang diperhitungkan dengan
pengembalian.
. Nomor (18) & (20) diisi jenis utang yang diperhitungkan dengan
pengembalian, misalnya "Bea Masuk" atau "Bea Keluar''.
Nomor (19) & (21) diisi nilai utang yang diperhitungkan dengan
pengembalian.
Nomor (22) diisi nilai yang dikembalikan kepada pemohon bila masih
terdapat sisa kelebihan pembayaran setelah
diperhitungkart dengan utang pemohon.
Nomor (23) diisi nama bank tempat rekening yang ditunjuk
pemohon.
Nomor (24) diisi nomor rekening yang ditunjuk pemohon.
Nomor (25) diisi nama pemilik rekening yang ditunjuk pemohon.
Nomor (26) diisi jabatan direktur yang mengelola penerimaan.
Nomor (27) diisi nama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan
Cukai yang membawahi Kantor Pengawasan dan
Pelayanan Bea dan Cukai.
Nomor (28) diisi nama Kantor Bea dan Cukai yang piutangnya
diperhitungkan dengan nilai pengembalian.
Nomor (29) diisi nama Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara
mitra kerja Kantor Bea dan Cukai.
Nomor (30) diisi nama kota tempat ditandatanganinya Keputusan
Menteri Keuangan mengenai pengembalian penerimaan
negara di bidang kepabeanan dan cukai.
Nomor (31) diisi tanggal, bulan, tahun ditandatanganinya Keputusan
Menteri Keuangan mengenai pengembalian penerimaan
negara di bidang kepabeanan dan cukai.
---
Nomor (32) diisi Kantor Bea dan Cukai yang menerbitkan Keputusan
Menteri Keuangan mengenai pengembalian penerimaan
negara di bidang kepabeanan dan cukai.
Nomor (33) diisi nama Kepala Kantor Bea dan Cukai yang
menandatangani Keputusan Menteri Keuangan mengenai
pengembalian penerimaan negara di bidang kepabeanan
dan cukai.
Nomor (34) diisi jenis dokumen utang pemohon, misal "SPTNP" atau
"SPPBK".
Nomor (35) diisi nomor dokumen utang pemohon.
Nomor (36) diisi tanggal dokumen utang pemohon.
Nomor (37) diisi Kantor Bea dan Cukai yang mencatat utang
pemohon.
Nomor (38) & (41) diisi jenis utang yang diperhitungkan dengan
pengembalian.
Nomor (39) & (42) diisi nilai utang sebelum diperhitungkan dengan
pengembalian.
Nomor (40) & (43) diisi nilai utang yang diperhitungkan dengart
pengembalian.
Nomor (44) diisi jumlah nilai utang sebelum diperhitungkan dengan
pengembalian.
Nomor (45) diisi jumlah nilai utang yang diperhitungkan dengan
pengembalian.
Nomor (46) & (53) diisi jenis kelebihan pembayaran, misal "Bea Masuk"
atau "Denda Administrasi Cukai".
Nomor (47) & (54) diisi nilai kelebihan pembayaran.
Nomor (48), (50), diisi jenis utang yang diperhitungkan dengan
(55) & (57) pengembalian, misalnya "Bea Masuk" a tau "Bea Keluar".
Nomor (49), (51), diisi nilai utang yang diperhitungkan dengan
(56) & (58) pengembalian.
Nomor (52) & (59) diisi nilai yang dikembalikan kepada pemohon bila masih
terdapat sisa kelebihan pembayaran setelah
diperhitungkan dengan utang pemohon.
*) diberi tanda "X" pada kotak yang sesuai.
---
F. CONTOH FORMAT SURAT PENOLAKAN PERMOHONAN PENGEMBALIAN
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI
........... (1) ........... .
........... (2) ........... .
........................................ 3 ....................................... .
Nomor : .......... (4) ......... . .. ........ (5) ........ ..
Lampiran : .......... (6) ........ ..
Hal : Penolakan Permohonan Pengembalian
Yth ........... (7) ........ ..
Sehubungan dengan surat Saudara/i Nomor .......... (8).......... tanggal
.......... (9) .......... mengenai permohonan pengembalian atas:
Dokumen dasar pengembalian : .......... (10) ........ ..
Nomor dokumen : .......... (11) ........ ..
Tanggal dokumen : .......... (12) ......... .
Tan al tanda terima Permohonan : .......... 13 ......... .
No. Jenis Kelebihan Pemba aran Nilai
.......... 16 1·······n··········R .......... 17 ......... .
.......... (dst) ........ .. Rj ........ i~sti ........ . Jumlah R .......... 18 ......... .
NTPN Setoran : .......... (19) ........ ..
bersama ini disampaikan bahwa berdasarkan hasil penelitian, permohonan Saudara/i
untuk mendapatkan pengembalian tidak dapat dikabulkan dengan pertimbangan
················· ......................................... (20) .................................................................... .
Demikian disampaikan, atas perhatian Saudara/ i diucapkan terima kasih.
a.n. MENTER! KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
Kepala .......... (2) .......... ,
.......... (21) ........ ..
---
PETUNJUK PENGISIAN
Nomor (1) diisi nama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan
Cukai yang membawahi Kantor Pengawasan dan
Pelayanan Bea dan Cukai.
Nomor (2) diisi nama Kan tor Bea dan Cukai.
Nomor (3) diisi alamat dan saluran komunikasi Kantor Bea dan
Cukai.
Nomor (4) diisi nomor surat penolakan pengembalian.
Nomor (5) diisi tanggal, bulan, tahun surat penolakan
pengembalian.
Nomor (6) diisi jumlah lampiran.
Nomor (7) diisi nama perseor8:ngan/badan hukum yang
mengajukan surat permohonan pengembalian.
Nomor {8) diisi nomor surat permohonan pengembalian.
Nomor (9) diisi tanggal surat permohonan pengembalian.
Nomor (10) diisi nama dokumen dasar pengembalian, misal "SPTNP"
atau " SPPBK".
Nomor (11) diisi nomor dokumen dasar pengembalian.
Nomor (12) diisi tanggal dokumen dasar pengembalian.
Nomor (13) diisi tanggal tanda terima permohonan pengembalian.
Nomor (14) & (16) diisi jenis kelebihan pembayaran yang diajukan
pengembalian, misal "Bea Masuk" atau "Denda
Administrasi Cukat
Nomor (15) & (17) diisi nilai kelebihan pembayaran yang diajukan
pengembalian.
Nomor (18) diisi jumlah nilai kelebihan pembayaran yang diajukan
pengembalian.
Nomor (19) diisi NTPN atas setoran yang dimintakan pengembalian.
Nomor (20) diisi alasan penolakan atas permohonan pengembalian.
Nomor (21) diisi nama Kepala Kantor Bea dan Cukai.
---
G. CONTOH FORMAT PEMBERITAHUAN SURAT PERINTAH PENCAIRAN
DANA (SP2D)
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI
........... (1) ........... .
........... (2) ........... .
........................................ 3 ....................................... .
PEMBERITAHUAN SURAT PERINTAH PENCAIRAN DANA
PENGEMBALIAN PENERIMAAN NEGARA DI BIDANG KEPABEANAN DAN CUKAI
BERDASARKAN KEPUTUSAN MENTER! KEUANGAN NO MOR .......... (4) ..........
TENTANG PENGEMBALIAN PENERIMAAN NEGARA
DI BIDANG KEPABEANAN DAN CUKAI KEPADA .......... (5) ........ ..
Yth. Kepala .......... (6) ..........
Sehubungan dengan diterbitkannya Keputusan Menteri Keuangan Nomor
........... (4) ............ tentang Pengembalian Penerimaan Negara Di Bidang Kepabeanan dan
Cukai Kepada ........... (5) ............ , terdapat kelebihan pembayaran sebesar
Rp ........... (7) ............ dengan rincian:
.......... (8)............ : .......... (9) .......... ..
.......... (10).......... : .......... (11) ........ ..
.......... (dst)..... ..... : .......... (dst) ......... .
Jumlah : .......... (7) ........... ..
telah diberikan pengembalian dan diperhitungkan dengan utang yang tercatat di kantor
Bapak/lbu dengan rincian:
Dokumen utang : .......... (12) ............ .
Nomor : .......... (13) ............ .
Tan al : .......... 14 ........... ..
Jenis Utan Nilai Pemoton an No. SPM No.SP2D
......... 15 ......... ......... 16 ......... .. ....... 17 .........
......... 20 ......... .. ....... 22 ......... .. ....... 24 .........
.. .. .. . dst .. .. .. . .. .. .. . dst .. .. .. . .. ..... dst .. .. .. . .. ..... dst .. .. .. . .. ..... dst .......
Demikian disampaikan, untuk selanjutnya dapat diproses sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan.
.. ... (25) ..... , ..... (26) .... .
Kepala .......... (27) ............ .
u.b.
Kepala .......... (2) .............. .
.......... (28) ........... ..
---
PETUNJUK PENGISIAN
Nomor (1) diisi nama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan
Cukai yang membawahi Kantor Pengawasan dan
Pelayanan Bea dan Cukai.
Nomor (2) diisi nama Kantor Bea dan Cukai.
Nomor (3) diisi alamat dan saluran komunikasi Kantor Bea dan
Cukai.
Nomor (4) diisi nomor Keputusan Menteri Keuangan mengenai
pengembalian penerimaan negara di bidang kepabeanan
dan cukai.
Nomor (5) diisi perseorangan/badan hukum yang mendapatkan
pengembalian penerimaan negara di bidang kepabeanan
dat;t cukai.
Nomor (6) diisi Kantor Bea dan Cukai yang mencatat utang
pemohon.
Nomor (7) diisi jumlah nilai kelebihan pembayaran.
Nomor (8) & ( 10) diisi jenis kelebihan pembayaran, misal "Bea Masuk"
atau "Denda Administrasi Cukai".
Nomor (9) & (11) diisi nilai kelebihan pembayaran.
Nomor (12) diisijenis dokumen utang pemohon, misal "SPTNP" atau
"SPPBK".
Nomor (13) diisi nomor dokumen utang pemohon.
Nomor (14) diisi tanggal dokumen utang pemohon.
Nomor (15) & (20) diisi jenis utang yang diperhitungkan dengan
pengembalian, misal "Bea Masuk" atau "Bea Keluar".
Nomor (16) & (21) diisi nilai utang yang diperhitungkan dengan
pengembalian.
Nomor (17) & (22) diisi nomor SPM.
Nomor (18) & (23) diisi nomor SP2D.
Nomor (19) & (24) diisi tanggal SP2D.
Nomor (25) diisi nama tempat diterbitkannya pemberitahuan SP2D.
Nomor (26) diisi tanggal, bulan, dan tahun diterbitkannya
pe~beritahuan SP2D.
Nomor (27) diisi jabatan Kepala Bidang/Kepala Seksi yang
mengelola penerimaan di Kantor Bea dan Cukai.
Nomor (28) diisi nama Kepala Bi dang/ Kepala Seksi yang mengelola
penerimaan di Kantor Bea dan Cukai.
MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,
ttd.
SRI MULYANI INDRAWATI
Salinan sesuai dengan aslinya,
Kepala Biro Umum
u.b.
Plt. Kepala Bagian Administrasi Kementerian
Ditandatangani secara elektronik
DEWI SURIANI HASLAM