Kepada Bekas Anggota Komite Nasional Indonesia Pusat
diberikan Tunjangan Kehormatan sebesar
Rp2.303.000,00,- (dua juta tiga ratus tiga ribu rupiah)
setiap bulan.
1. Ketentuan Pasal 3 diubah, sehingga berbunyi sebagai
berikut:
Ditetapkan: 2015-01-01
Kepada Bekas Anggota Komite Nasional Indonesia Pusat
diberikan Tunjangan Kehormatan sebesar
Rp2.303.000,00,- (dua juta tiga ratus tiga ribu rupiah)
setiap bulan.
1. Ketentuan Pasal 3 diubah, sehingga berbunyi sebagai
berikut:
(1) Apabila Bekas Anggota Komite Nasional Indonesia
Pusat meninggal dunia, kepada Janda/Dudanya
yang sah diberikan tunjangan kehormatan sebesar
Rp1.715.000,00 (satu juta tujuh ratus lima belas
ribu rupiah) setiap bulan.
(2) Dalam hal Bekas Anggota Komite Nasional
Indonesia Pusat sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) mempunyai lebih dari seorang istri yang
sah maka yang mendapat tunjangan kehormatan
adalah istri yang pertama.
(3) Istri yang pertama sebagaimana dimaksud pada
ayat (2) adalah istri yang paling lama dinikahinya
tanpa terputus oleh perceraian.
(4) Pembayaran tunjangan kehormatan sebagaimana
dimaksud pada ayat (1), dihentikan apabila
Janda/Duda Bekas Anggota Komite Nasional
Indonesia Pusat yang bersangkutan:
1. Ketentuan sebagaimana dimaksud pada angka 1 dan
angka 2 mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2015.
Pasal II
Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku pada tanggal
diundangkan.
Agar . . .
---
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan
pengundangan Peraturan Pemerintah ini dengan
penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.
Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 4 Juni 2015
INDONESIA,
ttd.
Diundangkan di Jakarta
pada tanggal 5 Juni 2015
,
ttd.