(U Penyaluran DBH Sawit dilaksanakan dengan cara
pemindahbukuan dari RKUN ke RKUD.
l2l Penyaluran DBH Sawit sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) dilaksanakan berdasarkan rincian alokasi DBH
Sawit yang telah ditetapkan dalam Peraturan Presiden
mengenai rincian APBN sebagaimana dimaksud dalam
### Pasal 7 ayat (3).
(3) Penyaluran DBH Sawit sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) dapat dilaksanakan secara sekaligus atau
bertahap.
(4) Dalam hal Daerah tidak mernenuhi persyaratan dalam
penyaluran DBH Sawit yang ditetapkan dalam peraturan
perundang-undangan, dapat dilakukan penundaan
penyaluran dan/atau penghentian penyalura.n DBH Sawit.
### Pasal 1 1
(U Dalam hal penyaluran DBH Sawit sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 10 lebih kecil dari nilai DBH Sawit yang
dihitung berdasarkan realisasi penerimaan negara yang
dibagihasilkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2
ayat (21 sampai dengan akhir tahun anggaran, Menteri
menetapkan kurang bayar.
(2) Dalam...
SK No 180972 A
---
PRESIDEN
REPUELIK INDONEgIA
(21 Dalam hal penyaluran DBH Sawit sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 1O lebih besar dari nilai DBH Sawit yang
dihitung berdasarkan realisasi penerimaan negara yang
dibagihasilkan ss$agaimana dimaksud dalam Pasal 2
ayal (21 sampai dengan akhir tahun anggaran, Menteri
menetapkan lebih bayar.
(3) Perhitungan kurang bayar sebagaimana dimaksud pada
ayat (U dan/atau lebih bayar sebagaimana dimaksud
pada ayat (21 mempertimbangkan alokasi minimum DBH
Sawit sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat {21
dan/atau alokasi minimum DBH Sawit untuk
provinsi/kabupatenfkota sebagaimana dimaksud dalam
### Pasal 7 ayat l2l.
(4) Jangka waktu penyelesaian kurang bayar sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) mempertimbangkan kemampuan
keuangan negara.
(5) Realisasi penerimaan negara yang dibagihasilkan
sebagaimana dimaksud pada ayat {1} dan ayat (2) dapat
memperhitungkan belanja Pemerintah yang manfaatnya
diterima oleh Daerah.
(6) Penetapan kurang bayar sebagaimana dimaksud pada
ayat (1), penetapan lebih bayar sebagaimana dimaksud
pada ayat (21, dan tata cara penyaluran kurang bayar
dan/atau penyelesaian lebih bayar diatur lebih lanjut
dengan Peraturan Menteri.
