Peraturan gaji Pegawai Negeri 1948 diubah dan\atau tambah sebagai berikut:
Pasal 9 ayat (1) diubah seluruhnya menjadi sbb:
(1)
Dengan tidak mengurangi ketentuan dalam pasal 25 ayat (3), apabila gaji pokok
pegawai yang beristeri (bersuami) atau mempunyai anak kandung atau anak tiri
yang menjadi tanggungannya penuh, kurang dari R. 65,-- sebulan.
Pasal 25 ayat (3) menjadi ayat (4).
Pasal 25 ditambah dengan ayat (3) baru sbb:
www.djpp.depkumham.go.id
ditjen Peraturan Perundang-undangan
(3)
Dalam hal termaksud pada ayat-ayat (1) dan (2), "tambahan-gaji" menurut pasal
9 dikurangi dengan jumlah "gaji-tambahan-peralihan".
GOLONGAN II.
Aturan khusus No. 31 seluruhnya dihapuskan.
Ditambah aturan khusus baru No. 41 sbb:
...........................................................................................................
4 Tamat S.R. VI dan berpengalaman dalam hal jurnalistik Sesudah No. 3
(Juru-Tik-Pembantu) ditambah dengan No. 3a baru sbb:
...........................................................................................................
3a
Portir . . . . . . . . . . . . . . .|b| 60.- |125.-|
Dalam No. 75 perkataan "Juru-pengairan" diubah menjadi
"Penjaga-pintu-air-kepala" dan angka "31" dibelakangnya dihapuskan.
sesudah No. 94 9Pemimpin-gudang) ditambah dengan No. 95 dan 96 baru sbb:
............................................................................................................
XI. KEMENTERIAN PENERANGAN.
95.| juruwarta . . . . . . . . . . . . . .|b| 60._ |125_| 41
96.| juruwarta-kepala. . . . . . . . . |c| 65._ |145_|
GOLONGAN IIa.
Dalam aturan khusuh No. 10, Perkataan "Pengamat" diubah menjadi penyelidik-malaria
(hygiene)-kepala".
Ditambah aturan khusuh baru No. 22 sampai 24 sbb:
............................................................................................................
Gaji menurut ruang b ditambah dengan R. 5._sebulan. Diangkat dari juru-juru
yang memenuhi syarat-syarat. Mengepalai satu ressort. jika cakap dan
memenuhi
syarat-syarat,
menurut
lowongan,
dapat
diangkat
menjadi
juru-pengairan (golongan IIIb).
Dalam No. 9, perkataan "penyelidik-kepala malaria (hygiene) diubah menjadi
"penyelidik-malaria" (hygiene) kelas 1".
Sesudah No. 53 (Mantri-ukur-kepala) ditambah sbb:
............................................................................................................
j. Jawatan Pengairan.
53a
Mentri-pengairan . . . . . . . . . . .| b | 65._ | 140._ | 23
53b
Mentri-pengairan-kepala. . . . . . | c | 70._ | 160._ | 24
............................................................................................................
www.djpp.depkumham.go.id
ditjen Peraturan Perundang-undangan
Agen-polisi kelas 2 . . . . . . . . | b | 65._ | 140._ | 20
62a
Agen-polisi-kelas 1 . . . . . . . . | c | 70.- | 145._ | 22
GOLONGAN III
Dalam aturan khusus No. 52 perkataan "Juru-pengairan (golongan IIe"diubah menjadi
"Mantri-pengairan-kepala (golongan IIA/c)".
Ditambah dengan aturan-aturan khusus baru No. 72 sampai 74 sbb:
............................................................................................................
Diangkat dari penyelidik-malaria (hygiene) kelas 1 (golongan IIA/c) yang cakap
dan memenuhi syarat.
Dapat diangkat dari pegawai golongan II/c atau golongan III yang cakap dan
berpengalaman.
Tamat S.M.P. Ditambah dengan pengalaman dalam hal jurnalistik sedikitnya 3
tahun.
sesudah No. 32 (Mantri-catcar-kepala) ditambah:
............................................................................................................
32a
Penyelidik-malaria (hygiene)-kepala | b | 80._ | 175._ | 72
............................................................................................................
k. Urusan Pengawasan milik Bangsa Asing.
58a
pengamat . . . . . . . . . . . . . . | b | 80._ | 175._ | 73
58b
Pengamat-kepala . . . . . . . . . | c | 90._ | 210._ |
Dalam No. 87 (Juru-pengairan kelas 1) Perkataan "Kelas 1" dihapuskan.
Sesudah No. 114 Komandan-polisi) ditambah dengan No. 115 sampai 118 baru
sbb;
............................................................................................................
XV. KEMENTERIAN PENERANGAN
115 | Pegarang-pembantu . . . . . . . . | b | 80._ | 175._ | 74
116 | Komentator-pembantu . . . . . . | b | 80._ | 175._ | 74
117 | Pengarang-pembantu kelas 1 . . . | c | 90._ | 210._ |
118 | Komentator-pembantu kelas 1. . .| c | 90._ | 210._ |
www.djpp.depkumham.go.id
ditjen Peraturan Perundang-undangan
GOLONGAN IIIA.
Dalam
No.
pengarang
secara
mendalam.
Syarat-syarat:
tamaat
"Pengawas-kesehatan".
Ditambah dengan aturan khusus baru No. 28 sbb:
............................................................................................................
28 | memberi penerangan secara mendalam. Syarat-syarat: tamat
| S.M.P. Ditambah dengan pendidikan valk khusus sedikitnya 1
| tahun.
Dalam No. 18 perkataan "pengamat-malaria kelas 1 (hygiene)" diubah menjadi
"pengamat-malaria (hygiene)-kepala".
Sesudah No. 35 (pembantu-inspektur-polisi kelas 1) ditambah dengan No. 36 dan 37
baru sbb:
X. KEMENTERIAN PENERANGAN.
36 | Juru-penerangan . . . . . . . . | b | 85._ | 190._ | 28
37 | Juru-penerangan . . . . . . . . | c | 95._ | 225._ |
GOLONGAN IV.
Dalam aturan khusus No. 10 perkataan "atau Wedana" dihapuskan. Dalam aturan
khusus No. 51 perkataan "tamat S.M.A ." diubah menjadi "tamat S.T.M. atau
S.M.A." Dalam Aturan khusus No. 52 perkataan "penera-ulang-kepala"diubah
menjadi "pengulang-tera-kepala".
Ditambah dengan aturan-aturan khusus baru No. 96 sampai 99 sbb:
| dapat diangkat dari pengamat-kepala (golongan III/c) atau
| pegawai golongan IV yang cakap dan pengalaman.
| Tamat S.M.A. dan mempunyai pengalaman dalam hal
| "publiciteit" sekurang-kurangnya 2 tahun.
|Jikalau cakap dan memenuhi syarat-syarat, menurut
| lowongan, dapat diangkat menjadi "pengarang-kepala" atau
| "komentator-kepala" (golongan V/b).
| Setelah bekerja sebagai Asisten-Wedana sedikitnya 3 tahun | dan cakap untuk
jabatan Wedana kelas 1. (golongan V/b).
Angka 10 dalam ruang nomer aturan khusus dibelakang No. 17 Asisten-Wedana diubah
menjadi angka 99.
No. 68 Pengmat-kepala malaria (hygiene) dihapuskan.
No. 97 dan 98, perkataan-perkataan "Penera-ulang" dan "penera ulang kelas 1' diubah
menjadi masing-masing "pengulang-tera" dan "Pengulang-tera kelas 1".
www.djpp.depkumham.go.id
ditjen Peraturan Perundang-undangan
Sesudah No. 116 (pemeriksa-kepala) ditambah:
............................................................................................................
m. Urusan Pengawasan Milik Bangsa Asing.
116a | Pengawasan. . . . . . . . . . . .| b| 112.50 | 280._ | 26
116b | Pengawas-kepala . . . . . . . .| c | 130.__ | 350._ |
............................................................................................................
sesudah no. 160 (propagandis kelas 1) dan No. 161 (propagandis -kepala)
ditambah sbb:
............................................................................................................
GOLONGAN V.
Aturan khusus No. 14 dihapuskan.
Dalam aturan khusus No. 46 perkataan "penera-ulang kelas 1" diubah menjadi
"pengulang-tera kelas 1".
Dalam No. 60 perkataan"di Propinsi" dihapuskan.
Aturan khusus No. 61 seluruhnya dihapuskan dan diganti dengan No. 61 baru
sbb;
............................................................................................................
| Kepala kantor karesidenan yang besar atau berat atau
| diperbantukan kepada Inspektur, kepala Kantor propinsi.
| Jika cakap dan memenuhi syarat-syarat, menurut lowongan,
| dapat diangkat menjadi Inspektur (golongan VI/b).
............................................................................................................
| Untuk kota-kota yang ditentukan dalam peraturan menteri
|
| dalam negeri.
|
| Tamat S.M.A. dan berpengalaman dalam hal "publiciteit"
|
| sekurang-kurangnya 5 tahun.
|
| Jika cakap dan memenuhi syarat-syarat, menurut lowongan,
|
| dapat diangkat menjadi kepala kantor Penerangan Propinsi
|
| (golongan VI b).
|
............................................................................................................
Nomor-nomor 20 (Wedana), 21 (Sekretaris-kabupaten kelas 1), 22 (Walikota) 23 (patih)
dan
(Sekretaris-keresidenan)
seluruhnya
dihapuskan
dan
diganti
dengan
nomer-nomer 20 sampai 24a baru sbb:
............................................................................................................
| pegawai-pamong-prodjo . . . . . | a | 135. _ | 289._ | 1,2
| Asisten-Wedana kelas 1. . . . . . | b | 157.50| 400._ |
www.djpp.depkumham.go.id
ditjen Peraturan Perundang-undangan
| Sekretaris-kabupaten kelas 1. . | b | 157.50| 400._ |
| Wedana . . . . . . . . . . . . . . . | c | 180._ | 480._ | 14
| sekretaris karesidenan. . . . . . | c | 180._ | 480._ |
24a
| walikota. . . . . . . . . . . . . . . .| c | 180.-_ | 480._ | 73
...........................................................................................................
Dibelakang No. 42 (kontrolir) angka "R. 187.50" diubah menjadi "R. 157.50".
Dalam nomor 123 perkataan "Penera-ulang-kepala" diubah menjadi “Pengulang-tera-
kepala".
No. 128 (Ajun-ahli-praktek) dan No. 123 (Ajun-ahli-praktek) seluruhnya dihapuskan.
Dibelakang No. 129 (Ahli-prkatek) dan no. 133 (Ahli-praktek), dalam ruang "Nomer
aturan (khusus" dibubuhi angka masing-masing" 2" dan" 49".
............................................................................................................
Sesudah No. 136 (Kontrolir-kepala) ditambah:
............................................................................................................
n. Urusan Pengawasan milik Bangsa Asing.
136a | Kontrolir . . . . . . . . . . | b | 157.50 | 400._ | 45
136b | Kontolir-kepala . . . . . . .| c | 180._ | 480._ |
...........................................................................................................
dalam No. 137 perkataan "Ahli-pemeriksa" diubah menjadi "Ajun-inspektur".
Dalam no. 139 perkataan "Ahli-pemeriksa-kepala" diubah menjadi "Ajun-inspektur
kelas1".
Sesudah no. 168 (penghulu) dan No. 169 (Penilik-pendidikan-agama-karasidenan
ditambah dengan No. 168a dan 169a baru sbb:
............................................................................................................
168a | Guru sekolah Guru-agama sekolah | | | |
| Hakim-Islam . . . . . . . . . . . . . . .| b | 157.50 | 400._ | 23
169a | Guru kelas 1 Sekolah Guru Agama/| | | |
| Sekolah Hakim-islam . . . . . . . . . .| c | 180._ | 480._ |
............................................................................................................
Nomor 172 (Kepala Kantor Penerangan Karesidenan) seluruhnya dihapuskan dan diganti
sbb:
| pengarang-kepala . . . . . . . . .| b | 157.50 | 400._ | 74
172a | Komentator-kepala. . . . . . . . | b | 157.50 | 400._ | 74
172b | kepala kantor penerangan-karesi-
| denan. . . . . . . . . . . . . . . . . | c | 180._ | 400._ | 75
............................................................................................................
www.djpp.depkumham.go.id
ditjen Peraturan Perundang-undangan
GOLONGAN VI.
Dalam dengan aturan khusus No. 10 perkataan "atau Wedanan" dihapuskan.
Dalam aturan khusus No. 51 perkataan "tamat S.M.A." diubah menjadi "tamat
S.T.M. atau S.M.A."
Dalam aturan khusus No. 52 perkataan "Penera-ulang-kepala" diubah menjadi
"pengulang-tera-kepala".
Ditambah dengan aturan-aturan khusus baru no. 96 sampai 99 sbb:
| Dapat diangkat dari pengamat-kepala (golongan IIIc) atau
| pegawai golongan IV yang cakap dan berpenganlaman.
| Tamat S.M.A. dan mempunyai pengalaman dalam hal
| "publicteit"sekurang-kurangnya 2 tahun.
| Jikalau cakap dan memenuhi syarat-syarat, menurut lowongan
| dapat diangkat menjadi "pengarang-kepala" atau "
| Komentataor-kepala" (golongan V/b).
|dan cakap untuk jabatan wedana menurut lowongan dapat
|diangkat menjadi asisten-Wedana kelas 1. (golongan V/b).
Angka 10 dalam ruang nomer aturan khusus dibelakang No. 17 asisten-Wedana diubah
menjadi angka 99.
No. 68 pengamat-kepala malaria (hygiene) dihapuskan.
No. 97 dan 98, perkataan-perkataan "Penera-ulang" dan "penera ulang kelas 1" diubah
menjadi masing-masing "pengulang-tera" dan "Pengulang-tera kelas 1".
Sesudah No.116 (Pemeriksa-kepala) ditambah;
............................................................................................................
n. Urusan Pengawasan Milik Bangsa Asing.
116a|Pengawasan . . . . . . . . . . . .|b|112.50|280.-|26
116a|Pengawas-kepala . . . . . . . . |c|130.-- |350.-|
Sesudah No.160 (Propagandis kelas 1) dan No. 161 (Propagandis-kepala) ditambah sbb:
............................................................................................................
160a|Pengarang . . . . . . . . . . . .|b|112.50|280.-|97
160b|Komentator . . . . . . . . . . .|b|112.50|280.-|97
161a|Pengarang kelas 1 . . . . . . .|c|130.-- |350.-|98
161b|Komentator kelas 1 . . . . . .|c|130.-- |350.-|98
............................................................................................................
GOLONGAN V.
Aturan khusus No. 14 dihapuskan.
Dalam aturan khusus No. 46 perkataan "Penera-ulang kelas 1" diubah menjadi
"Pengulang-tera kelas 1".
dalam No. 60 perkataan "di Propinsi" dihapuskan.
Aturan khusus No. 61 seluruhnya dihapuskan dan diganti dengan No.61 baru sbb.:
............................................................................................................
www.djpp.depkumham.go.id
ditjen Peraturan Perundang-undangan
61 |Kepala Kantor karesidenan yang besar atau berat atau
|diperbantukan kepada Inspektur, Kepala Kantor Propinsi.
|Jika cakap dan memenuhi syarat-syarat, menurut lowongan,
|dapat diangkat menjadi Inspektur (golongan VIb).
............................................................................................................
Ditambah dengan aturan-aturan khusus baru No. 73 sampai 75 sbb.:
............................................................................................................
|Untuk kota-kota yang ditentukan dalam Peraturan Menteri
|Dalam Negeri.
|Tamat S.M.A. dan berpengalaman dalam hal "publiciteit"
|sekurang-kurangnya 5 tahun.
|Jika cakap dan memenuhi syarat-syarat, menurut lowongan,
|dapat diangkat menjadi Kepala Kantor Penerangan Propinsi
|(golongan VIb).
............................................................................................................
Nomer-nomer 20 (Wedana), 21 (Sekretaris-kabupaten kelas 1), 22 (Walikota) 23 (Patih)
dan
(Sekretaris-karesidenan)
seluruhnya
dihapuskan
dan
diganti
dengan
nomer-nomer 20 sampai 24a baru sbb.:
............................................................................................................
|Pegawai-pamong-praja . . . . . . . .|a|135.-- |289.-|1,2
|Asisten-Wedana kelas 1 . . . . .. . .|b|157.50|400.-|
|Sekretaris-kabupaten kelas 1 . . . .|b|157.50|400.-|
|Wedana . . . . . . . . . . . . . . . . . .|c|180.-- |480.- |14
|Sekretaris karesidenan . . . . . . . . |c|180.-- |480.-|
24a
|Walikota . . . . . . . . . . . . . . . . . .|c|180.--|480.- |73
............................................................................................................
Dibelakang No. 42 (Kontrolir) angka "R.187.50" diubah menjadi "R. 157.50)".
Dalam
nomer
perkataan
"Penera-ulang-kepala"
diubah
menjadi
"Pengulang-tera-kepala".
No. 128 (Ajun-ahli-praktek) dan No.133 (Ajun-ahli-praktek) seluruhnya dihapuskan.
Dibelakang No. 129 (Ahli-praktek), dalam ruang "Nomor aturan khusus" dibubuhi angka
masing-masing "2" dan "49".
............................................................................................................
Sesudah No. 136 (Kontrolir-kepala) ditambah:
............................................................................................................
n. Urusan Pengawasan Milik Bangsa Asing.
136a | Kontolir. . . . . . . . . . . . .| b | 157.50 | 400._ | 45
136b | Kontrolir-kepala. . . . . . . | c | 180._ | 480._ |
............................................................................................................
www.djpp.depkumham.go.id
ditjen Peraturan Perundang-undangan
Dalam No. 137 perkatan 'Ali-pemeriksa" diubah menjadi "Ajun-inspektur".
Dalam No. 139 perkataan "Ahli-pemeriksa-kepala" diubah menjadi "Ajun-inpektur
kelas1".
Sesudah No. 168 (penghulu) dan No.169 (Penilik-pendidikan-agama-karesidenan)
ditambah dengan no. 168a dan 169a baru sbb.:
............................................................................................................
168a |Guru Sekolah Guru-agama Sekolah |
|
|
|
|Hakim-Islam
|b | 157.50 | 400.__ |23
169a |Guru kelas 1 Sekolah Guru Agama/ | | | |
|Sekolah Hakim-Islam
|c |180.__
|480.__
|
............................................................................................................
Nomor 172 (Kepala Kantor Penerangan Karesidenan) sseluruhnya dihapuskan dan
diganti sbb.:
172 | Pengarang-kepala . . . . . . . . |b| 157.50 | 400._ |74
172a | Komentator-kepala . . . . . . . .|b| 157.50 | 400._ |74
172b | Kepala Kantor Penerangan- | | | |
| karesidena
|c| 180.__ | 480._ |75
............................................................................................................
GOLONGAN VI.
Ditambah dengan aturan-aturan khusus baru No. 63 sampai 67sbb.:
............................................................................................................
| Jika cakap dan memenuhi syarat-syarat, menurut lowongan
| dapat diangkat menjadi Bupati (golongan VI c/d).
| Untuk kota-kota yang ditentukan dalam Peraturan Menteri
| Dalam Negeri.
| Untuk kabupaten-kabupaten yang ditentukan dalam peraturan
| Menteri Dalam negeri.
| Kepala daerah (Propinsi) otonom.
| Tamat sekolah Tinggi dan mempunyai pengetahuan agama yang
| luas, terutama tentang hukum-hukum agama.
............................................................................................................
| Patih. . . . . . . . . . . . .| b | 220._ | 540._ | 63
| Walikota . . . . . . . . . .| b | 220._ | 540._ | 64
23 | Bupati . . . . . . . . . . . | c | 255._ | 605._ |
24 | Walikota . . . . . . . . . .| c | 255._ | 605._ | 64
24a | Bupati . . . . . . . . . . . | d | 450._ | 650._ | 65
24b | Walikota Jakarta . . . . | e | 495._ | 675._ |
24c | Residen. . . . . . . . . . .| e | 495._ | 675._ |
24d | Gubernur . . . . . . . . . | f | 550._ | 700._ |
24e
| Gubernur . . . . . . . . . | g | 625._ | 725._ | 66
............................................................................................................
www.djpp.depkumham.go.id
ditjen Peraturan Perundang-undangan
No. 256 dihapus dan diganti dengan No. 256 baru sbb:
256 | kepala Balai Penyelidikan . . . . . . . | c | 255._| 605._|
............................................................................................................
sesudah No. 261 (ahli-tambang-(geologi)-kepala) ditambah dengan No.
261a | Inspektur-tambang (geologi) . . . . .| c | 255._| 605._|
............................................................................................................
Diatasnya No. 271 perkataan Ajun-Perburuhan) ditambah sbb:
a. Jawatan Perburuhan.
............................................................................................................
dalam no. 271 Perkataan "Ajun-inspektur' diubah menjadi "Kandidat-Inspektur".
Sesudahnya perkataan-perkataan "XI. KEMENTERIAN AGAMA" No. 342 (Inspektur
Pendidikan Agama) dan 343 (Kepala Kantor Agama Propinsi) masing-masing ditambah
sbb:
............................................................................................................
341a | Guru Ssekolah Guru Agama/sekolah|
| Hakim islam . . . . . . . . . . .| a | 185._ | 395._| 1,67
342a | Guru kelas 1 sekolah Guru Agama/ | | | |
| Sekolah Hakim Islam. . . . . . | b | 220._ | 554._|
344a | Kepala Sekolah Guru Agama/ | | | |
| sekolah Hakim islam. . . . . . .| c | 225._ | 605._|
............................................................................................................
Nomor-nomor 3449,350 dan 351 seluruhnya dihapuskan dan diganti sbb:
| Ajun-inspektur. . . . . . . . | a | 185._ | 395._| 1
| Inspektur . . . . . . . . . . . | b | 220._ | 540._| 43
351 | Inspektur-kepala . . . . . . . | c | 255._ | 605._| 53
352 | Kepala-Muda-jawatan. . . . | d | 450._ | 650._|
352a | Kepala Jawatan persediaan dan| | | |
| pembagian Bahan Makanan .| | 495._| 675._| 54
II. Penjelasan P.G.P. 1948.
Pasal 9 (dalam Penjelasan) seluruhnya dihapuskan dan diganti baru sbb.:
............................................................................................................
Pasal 9.
Untuk meringankan beban pegawai yang berkeluarga, dengan tidak mengurangi haknya
akan tunjangan-keluarga menurut pasal 17.
Jikalau suami-isteri menjadi pegawai
Negri, maka tambahan gaji menurut pasal 9 hanya dapat diberikan kepada pegawai
Negri yang memppunyai gaji-pokok terbanyak, akan tetapi kurang dari R. 65._sebulan.
Jikalau gaji-pokok kedua pegawai itu sama jumlahnya, maka tambahan gaji tersebut
hanya dapat diberikan kepada suami.
www.djpp.depkumham.go.id
ditjen Peraturan Perundang-undangan
............................................................................................................
Dalam pasal 25, ayat (3) menjadi ayat (4) baru, ditambah dengan ayat (3) baru sbb:
............................................................................................................
(3)
Jikalau
"tambahan-gaji"
menurut
pasal
kurang
dari
jumlah
"gaji-tambahan-peralihan" menurut pasal 25, maka dengan sendirinya "tambahan-gaji"
tersebut tidak diberikan.
