Langsung ke konten

Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1967 tentang ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN 1968

UU No. 13 Tahun 1967 berlaku

Pasal 1

(1) Pendapatan Negara tahun 1968 diperoleh dari:
a. sumber-sumber Anggaran Routine dan
b. sumber-sumber Anggaran Pembangunan.
(2) Pendapatan Routine dimaksud pada ayat (1) sub a menurut perkiraan berjumlah Rp 97.185.960.100,-.
(3) Pendapatan...

(3) Pendapatan Pembangunan dimaksud pada ayat (1) sub b menurut perkiraan berjumlah Rp 41.500.000.000,,-.
(4) Perincian pendapatan dimaksud pada ayat (2) dan (3) diatas berturut-turut dimuat dalam Lampiran I dan II UNDANG-UNDANG ini.

Pasal 2

(1) Anggaran Belanja Negara tahun 1968 terdiri atas:
a. Anggaran Belanja Routine dan
b. Anggaran Belanja Pembangunan.
(2) Anggaran Belanja Routine dimaksud pada ayat (1) sub a menurut perkiraan berjumlah Rp 97.185.960.100,-.
(3) Anggaran Belanja Pembangunan dimaksud pada ayat (1) sub b menurut perkiraan berjumlah Rp 41.500.000.000,-.
(4) Perincian pengeluaran dimaksud pada ayat (2) dan (3) di atas berturut-turut dimuat dalam Lampiran III dan IV UNDANG-UNDANG ini.

Pasal 3

(1) Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun 1968 dijalankan sesuai dengn pedoman-pedoman yang termuat dalam Lampiran V UNDANG-UNDANG ini.
(2) Dewan Perwakilan Rakyat Gotong-royong membentuk sebuah Panitia dengan tugas untuk bersama Pemerintah merumuskan lebih lanjut perincian dari pedoman-pedoman yang termuat dalam lampiran dimaksud dalam ayat (1) pasal ini. Batas waktu kerja Panitia tersebut adalah 45 hari sesudah berlakunya UNDANG-UNDANG ini.
Pasal 4…

Pasal 4

(1) Setiap triwulan dibuat laporan realisasi mengenai:
a. anggaran pendapatan routine;
b. anggaran pendapatan pembangunan;
c. anggaran belanja routine;
d. anggaran belanja pembangunan.
(2) Setiap triwulan dibuat laporan realisasi mengenai:
a. kebijaksanaan perkreditan;
b. perkembangan lalu-lintas pembayaran luar negeri.
(3) Dalam rangka penyusunan laporan-laporan dimaksud dalam ayat (1) dan
(2) pasal ini, disusun pula laporan-laporan mengenai pelaksanaan daripada ketentuan-ketentuan pasal 3 ayat (1).
(4) Dalam laporan-laporan dimaksud dalam ayat (1), (2) dan (3) pasal ini, disusun pula prognosa untuk setiap triwulan mendatang.
(5) Laporan-laporan dimaksud dalam ayat (1) dan (2) dalam pasal ini dibahas bersama antara Pemerintah dengan Panitia Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong.
(6) Badan Pemeriksa Keuangan memberitahukan hasil pemeriksaannya atas laporan dimaksud dalam ayat (1) dan (2) pasal ini ini kepada Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong.
(7) Penyesuaian anggaran dengan perkembangan/perubahan keadaan, dibahas bersama antara Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong.
Pasal 5…

Pasal 5

Selambat-lambatnya pada akhir tahun anggaran 1968 oleh Pemerintah harus diajukan Rancangan UNDANG-UNDANG tentang Tambahan dan Perubahan atas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun 1968 berdasarkan kepada perubahan/tambahan sebagai hasil penyesuaian dimaksud dalam pasal 3 untuk mendapatkan pengesahan dari Dewan Perwakilan Rakyat Gotong-Royong.
Pasal 6.
(1) Setelah tahun anggaran 1968 berakhir, dibuat perhitungan anggaran mengenai pelaksanaan anggaran.
(2) Perhitungan anggaran dimaksud dalam ayat (1) pasal ini setelah diteliti oleh Badan Pemeriksa Keuangan disampaikan oleh Pemerintah kepada Dewan Perwakilan Rakyat Gotong-Royong untuk mendapatkan penilaian seperlunya.

Pasal 7

Ketentuan-ketentuan dalam UNDANG-UNDANG Perbendaharaan (I.C.W.) yang bertentangan dengan bentuk dan susunan UNDANG-UNDANG ini, tidak berlaku.

Pasal 8

UNDANG-UNDANG ini mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 1968.
Agar...

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan UNDANG-UNDANG ini dengan penempatan dalam Lembaran-Negara Republik INDONESIA.
Disahkan di Jakarta pada tanggal 30 Desember 1967.
Pd. PRESIDEN Republik INDONESIA, ttd SOEHARTO Jenderal T.N.I.
Diundangkan di Jakarta pada tanggal 30 Desember 1967.
Kabinet Ampera Republik INDONESIA Sekretaris, ttd SUDHARMONO S.H.
Brig. Jen. T.N.I.
LEMBARAN NEGARA

TAHUN 1967 NOMOR 33