Dalam Undang-Undang ini yang dimaksud dengan:
1. Militer adalah anggota kekuatan angkatan perang suatu
negara yang diatur berdasarkan ketentuan peraturan
perundang-undangan.
1. Disiplin Militer adalah kesadaran, kepatuhan, dan
ketaatan untuk melaksanakan peraturan perundang-
undangan, peraturan kedinasan, dan tata kehidupan
yang berlaku bagi Militer.
1. Hukum . . .
---
1. Hukum Disiplin Militer adalah peraturan dan norma
untuk mengatur, membina, menegakkan disiplin, dan
tata kehidupan yang berlaku bagi Militer.
1. Hukuman Disiplin Militer adalah hukuman yang
dijatuhkan oleh atasan yang berhak menghukum kepada
bawahan yang berada di bawah wewenang komandonya
karena melakukan pelanggaran Hukum Disiplin Militer.
1. Pelanggaran Hukum Disiplin Militer adalah segala
perbuatan dan/atau tindakan yang dilakukan oleh Militer
yang melanggar hukum dan/atau peraturan Disiplin
Militer dan/atau melakukan perbuatan yang
bertentangan dengan sendi-sendi kehidupan Militer yang
berdasarkan Sapta Marga dan Sumpah Prajurit.
1. Tersangka adalah Militer yang karena perbuatannya
berdasarkan bukti permulaan yang cukup patut diduga
sebagai pelaku Pelanggaran Hukum Disiplin Militer.
1. Pemohon adalah Tersangka yang mengajukan
permohonan keberatan atas Hukuman Disiplin Militer
yang dijatuhkan kepadanya.
1. Terhukum adalah Tersangka yang telah dijatuhi
Hukuman Disiplin Militer dan keputusannya telah
berkekuatan hukum tetap.
1. Atasan adalah Militer yang karena pangkat dan/atau
jabatannya berkedudukan lebih tinggi daripada Militer
lainnya.
1. Bawahan adalah Militer yang karena pangkat dan/atau
jabatannya berkedudukan lebih rendah daripada Militer
lainnya.
1. Atasan Langsung adalah Atasan yang mempunyai
wewenang komando langsung terhadap Bawahan yang
bersangkutan.
1. Atasan yang Berhak Menghukum yang selanjutnya
disebut Ankum adalah Atasan yang diberi wewenang
menjatuhkan Hukuman Disiplin Militer kepada Bawahan
yang berada di bawah wewenang komandonya.
1. Ankum . . .
---
1. Ankum Atasan adalah Atasan Langsung dari Ankum yang
menjatuhkan Hukuman Disiplin Militer.
1. Ankum dari Ankum Atasan adalah Atasan Langsung dari
Ankum Atasan yang menjatuhkan Hukuman Disiplin
Militer.
1. Perwira Penyerah Perkara yang selanjutnya disebut
Papera adalah perwira yang oleh atau atas dasar undang-
undang mempunyai wewenang untuk menentukan suatu
perkara pidana yang dilakukan oleh prajurit Tentara
Nasional Indonesia yang berada di bawah wewenang
komandonya diserahkan kepada atau diselesaikan di luar
pengadilan dalam lingkungan peradilan Militer atau
pengadilan dalam lingkungan peradilan umum.
1. Dewan Pertimbangan dan Pengawasan Disiplin Militer
yang selanjutnya disingkat DPPDM adalah dewan yang
bersifat ad hoc di lingkungan internal Tentara Nasional
Indonesia yang bertugas memberikan pertimbangan,
rekomendasi, dan pengawasan atas pelaksanaan
penegakan Hukum Disiplin Militer.
1. Panglima Tentara Nasional Indonesia yang selanjutnya
disebut Panglima adalah perwira tinggi Militer yang
memimpin Tentara Nasional Indonesia.
1. Tata Tertib Militer adalah ketentuan tertulis atau tidak
tertulis yang harus dipatuhi oleh Militer dalam
kehidupan sehari-hari, baik dalam dinas maupun di luar
dinas.
1. Pemeriksa adalah pejabat yang diberi wewenang untuk
melakukan pemeriksaan terhadap Pelanggaran Hukum
Disiplin Militer.
1. Pemeriksaan adalah tindakan Pemeriksa untuk mencari
dan mengumpulkan alat bukti untuk membuat terang
tentang terjadinya Pelanggaran Hukum Disiplin Militer.
1. Hari adalah hari kalender.
### Pasal 2 . . .
---
